IBLIS dan Israel berasal dari entitas yang berbeda. Tapi, keduanya terjebak dalam visi dan misi yang sama: memusuhi Islam.
Iblis itu dahulunya makhluk yang soleh. Ia juga dihormati para malaikat. Bisa dibilang, Iblis merupakan makhluk yang paling banyak tahu tentang Nabi Adam dan manusia. Tapi, Iblis pula yang paling keras permusuhannya dengan umat Islam.
Permusuhan ini bukan dalam kurun waktu tertentu. Tapi, permusuhan abadi hingga kiamat tiba.
Hal yang sama juga terjadi pada Israel yang merupakan perwujudan dari entitas Yahudi. Bisa dibilang, mereka paling tahu tentang Islam dibandingkan dengan entitas non muslim lainnya.
Bahkan, Netanyahu tergolong salah satu pemimpin non muslim yang paling tahu tentang Islam. Termasuk juga akar sejarahnya sejak Nabi Ibrahim alaihissalam.
Hal ini pernah ia ungkapkan dalam Sidang Umum PBB sebelum akhirnya dibongkar habis oleh Hamas topengnya melalui serangan ‘Badai Aqsha’ pada 7 Oktober tahun 2023 lalu.
Sejak itu, Israel memperlihatkan watak aslinya kepada dunia. Bahwa, mereka akan memerangi umat Islam hingga kapan pun.
Pertanyaannya, kenapa pengetahuan yang banyak tentang Islam tidak mendekatkan mereka kepada amal yang soleh. Justru, menjadi sebaliknya.
Kesamaannya adalah pada sifat sombong yang menjerumuskan keduanya pada kejahatan yang tak berkesudahan. Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kita semua dari hal buruk itu.
**
Imam Malik rahimahullah pernah mengajarkan bahwa adab lebih utama dari ilmu. Hal itulah yang beliau ajarkan kepada murid-murid beliau, termasuk Imam Syafi’i rahimahullah.
Ilmu tanpa adab seperti senjata canggih yang dikuasai para pemabuk. Siapa pun bisa menjadi korban.
Adab menjembatani seseorang antara ilmu dengan amalnya. Bukan hanya ilmu yang menjadikan seseorang masuk surga, tapi juga amalnya. [Mh]





