• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 14 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hati-hati Sifat Sombong

07/08/2022
in Nasihat, Unggulan
Hati-hati Sifat Sombong

Ilustrasi, foto: connectusfund..org

88
SHARES
679
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SOMBONG merupakan penyakit hati yang tak terlihat dan tak terasa. Yang melihat dan merasa justru orang-orang di luar kita.

Ada penyakit hati yang sangat berbahaya. Sedikit saja ada penyakit ini dalam hati, ia akan sulit memasuki surga Allah subhanahu wata’ala.

Penyakit ini biasa hinggap di mereka yang memiliki berbagai keberuntungan. Misalnya, keberuntungan karena banyak harta, memiliki jabatan lumayan, menjadi orang yang ditokohkan, rupawan, kecerdasan luar biasa, hingga banyak pengikut.

Rasanya, sangat keterlaluan jika orang yang biasa-biasa saja memiliki sifat sombong. Hampir-hampir tidak pernah terjadi.

Dua indikasi dari penyakit ini: menolak kebenaran dari Allah dan merendahkan manusia.

Bisa dibilang, inilah penyakit pertama yang dihinggapi makhluk Allah. Yang mengalami itu hamba Allah yang dulunya sangat mulia. Sedemikian mulianya, kedudukannya setara dengan malaikat. Dia bernama Iblis, makhluk Allah dari jenis jin.

Karena merasa lebih mulia, Iblis tidak bersedia melakukan sujud penghormatan kepada Adam alaihissalam. Ia lupa kalau penghormatan itu bukan karena objeknya, tapi karena siapa yang memerintahkannya.

Hingga kini, Iblis masih disiksa dengan penyakit sombong. Sisa-sisa hidupnya akan dihabiskan hanya untuk membuktikan kalau ia lebih mulia dari Adam dan keturunannya.

Bagaimana dengan kita? Periksa diri kita apakah ada yang istimewa dari diri kita: tentang rupa, harta, kecerdasan, pengikuti, jabatan, dan lainnya.

Kalau ada, periksa lagi apakah ada yang berubah dari diri kita mengikuti keistimewaan itu. Misalnya, apakah kita mengecilkan perintah Allah dan hukumNya.

Kedua, periksa lagi bagaimana cara pandang kita terhadap orang lain. Terhadap siapa saja, yang istimewa atau orang yang biasa saja. Ukurlah: apakah kita merasa besar di banding mereka?

Kalau ada rasa pengecilan terhadap perintah Allah, terhadap Islam, terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terhadap segala aturanNya; itu pertanda kita terhinggap penyakit sombong.

Seperti halnya Firaun yang pernah mengatakan, “Aku Tuhan kalian yang Maha Tinggi!”

Mungkin kita tidak akan mengatakan itu. Tapi, ada rasa bahwa aturan Allah sudah ketinggalan zaman. Sudah tidak relevan lagi di zaman serba digital saat ini.

Yang lebih sering adalah pada indikasi yang kedua. Yaitu, merasa diri lebih mulia, lebih utama, lebih unggul, lebih terhormat dari yang lain.

Padahal, di balik rendahnya status sosial seseorang, ia merupakan bagian kehidupan yang tidak boleh diabaikan.

Contoh, siapa pun yang merendahkan tukang sampah, akan merasakan betapa pentingnya keberadaan mereka.

Berhati-hatilah dengan penyakit ini. Lihatlah ke ‘cermin’, dan tanyakan: sesombong apa saya saat ini? Beristigfarlah, karena tak satu pun keunggulan di dunia ini yang pantas untuk disombongkan. [Mh]

 

 

Tags: Hati-hati Sifat Sombong
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cerita di Balik Karya Para Penulis Pustaka Al-Kautsar

Next Post

Lima Alasan Membedakan Perlakuan Anak Perempuan dan Laki

Next Post
Antara Tetap Tunggal atau Menerima Pasangan Baru

Lima Alasan Membedakan Perlakuan Anak Perempuan dan Laki

Doa Para Malaikat kepada Kaum Mukminin

Doa Para Malaikat kepada Kaum Mukminin

Ulama Yahudi yang Mengajukan 3 Pertanyaan kepada Rasulullah

Tsabit yang Telah Syahid Datang ke Mimpi

  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8868 shares
    Share 3547 Tweet 2217
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11575 shares
    Share 4630 Tweet 2894
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3464 shares
    Share 1386 Tweet 866
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3995 shares
    Share 1598 Tweet 999
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1086 shares
    Share 434 Tweet 272
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4679 shares
    Share 1872 Tweet 1170
  • Salimah Jakarta Pusat Tingkatkan Literasi Digital Remaja melalui Pelatihan Media Sosial

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Shalat Taubat: Manfaat, Tata Cara, dan Keutamaannya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berdamai Lebih Mulia daripada Memenangkan Pertengkaran

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga