• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 5 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hati-hati Sifat Sombong

07/08/2022
in Nasihat, Unggulan
Hati-hati Sifat Sombong

Ilustrasi, foto: connectusfund..org

91
SHARES
699
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SOMBONG merupakan penyakit hati yang tak terlihat dan tak terasa. Yang melihat dan merasa justru orang-orang di luar kita.

Ada penyakit hati yang sangat berbahaya. Sedikit saja ada penyakit ini dalam hati, ia akan sulit memasuki surga Allah subhanahu wata’ala.

Penyakit ini biasa hinggap di mereka yang memiliki berbagai keberuntungan. Misalnya, keberuntungan karena banyak harta, memiliki jabatan lumayan, menjadi orang yang ditokohkan, rupawan, kecerdasan luar biasa, hingga banyak pengikut.

Rasanya, sangat keterlaluan jika orang yang biasa-biasa saja memiliki sifat sombong. Hampir-hampir tidak pernah terjadi.

Dua indikasi dari penyakit ini: menolak kebenaran dari Allah dan merendahkan manusia.

Bisa dibilang, inilah penyakit pertama yang dihinggapi makhluk Allah. Yang mengalami itu hamba Allah yang dulunya sangat mulia. Sedemikian mulianya, kedudukannya setara dengan malaikat. Dia bernama Iblis, makhluk Allah dari jenis jin.

Karena merasa lebih mulia, Iblis tidak bersedia melakukan sujud penghormatan kepada Adam alaihissalam. Ia lupa kalau penghormatan itu bukan karena objeknya, tapi karena siapa yang memerintahkannya.

Hingga kini, Iblis masih disiksa dengan penyakit sombong. Sisa-sisa hidupnya akan dihabiskan hanya untuk membuktikan kalau ia lebih mulia dari Adam dan keturunannya.

Bagaimana dengan kita? Periksa diri kita apakah ada yang istimewa dari diri kita: tentang rupa, harta, kecerdasan, pengikuti, jabatan, dan lainnya.

Kalau ada, periksa lagi apakah ada yang berubah dari diri kita mengikuti keistimewaan itu. Misalnya, apakah kita mengecilkan perintah Allah dan hukumNya.

Kedua, periksa lagi bagaimana cara pandang kita terhadap orang lain. Terhadap siapa saja, yang istimewa atau orang yang biasa saja. Ukurlah: apakah kita merasa besar di banding mereka?

Kalau ada rasa pengecilan terhadap perintah Allah, terhadap Islam, terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terhadap segala aturanNya; itu pertanda kita terhinggap penyakit sombong.

Seperti halnya Firaun yang pernah mengatakan, “Aku Tuhan kalian yang Maha Tinggi!”

Mungkin kita tidak akan mengatakan itu. Tapi, ada rasa bahwa aturan Allah sudah ketinggalan zaman. Sudah tidak relevan lagi di zaman serba digital saat ini.

Yang lebih sering adalah pada indikasi yang kedua. Yaitu, merasa diri lebih mulia, lebih utama, lebih unggul, lebih terhormat dari yang lain.

Padahal, di balik rendahnya status sosial seseorang, ia merupakan bagian kehidupan yang tidak boleh diabaikan.

Contoh, siapa pun yang merendahkan tukang sampah, akan merasakan betapa pentingnya keberadaan mereka.

Berhati-hatilah dengan penyakit ini. Lihatlah ke ‘cermin’, dan tanyakan: sesombong apa saya saat ini? Beristigfarlah, karena tak satu pun keunggulan di dunia ini yang pantas untuk disombongkan. [Mh]

 

 

Tags: Hati-hati Sifat Sombong
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cerita di Balik Karya Para Penulis Pustaka Al-Kautsar

Next Post

Lima Alasan Membedakan Perlakuan Anak Perempuan dan Laki

Next Post
Antara Tetap Tunggal atau Menerima Pasangan Baru

Lima Alasan Membedakan Perlakuan Anak Perempuan dan Laki

Doa Para Malaikat kepada Kaum Mukminin

Doa Para Malaikat kepada Kaum Mukminin

Ulama Yahudi yang Mengajukan 3 Pertanyaan kepada Rasulullah

Tsabit yang Telah Syahid Datang ke Mimpi

  • Konser Bocelli di Jakarta Tetap Berlangsung

    Konser Bocelli di Jakarta Tetap Berlangsung

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9685 shares
    Share 3874 Tweet 2421
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1468 shares
    Share 587 Tweet 367
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4378 shares
    Share 1751 Tweet 1095
  • Ini Dia Sejarah Kue Cincin serta Resep Pembuatannya

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2608 shares
    Share 1043 Tweet 652
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Siapa Syifa binti Abdullah Al-Adawiyah? Kisah Teladan Muslimah Cerdas dan Berilmu

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11889 shares
    Share 4756 Tweet 2972
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga