• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Getaran Hati dari Seorang Kekasih

31/01/2026
in Nasihat
Negeri ‘Surga’ di Timteng itu Bernama Oman

Ilustrasi, foto: ThoughCo

67
SHARES
513
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KECINTAAN kepada Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merata di seluruh hati para sahabat. Dan, Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu adalah salah satunya.

Bilal bin Rabah merupakan salah satu sahabat Nabi yang begitu populer. Namanya melekat pada panggilan shalat: azan.

Tentang kedekatannya dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Bilal mungkin orang kesekian dari sepuluh orang yang pertama masuk Islam. Meskipun, ia hanya seorang budak dari seorang tokoh Quraisy: Umayyah bin Khalaf.

Ia dibebaskan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu setelah menyaksikan Bilal terus-menerus disiksa oleh tuannya karena masuk Islam. Bilal pun akhirnya menjadi orang yang merdeka.

Kulitnya hitam, rambutnya keriting kecil seperti kismis. Ia memang asli keturunan Habasyah, saat ini disebut negeri Etiopia di wilayah Afrika. Tapi, ia lahir di Mekah, sekitar 10 tahun setelah kelahiran Rasulullah.

Ada hal yang istimewa diperoleh Bilal selepas hijrah ke Madinah. Rasulullah menugaskan Bilal untuk memanggil kaum muslimin untuk melaksanakan shalat. Ia diangkat menjadi muazin.

Ada yang spesial dari Bilal kenapa Rasulullah memilihnya. Pertama, Bilal punya pengalaman pribadi yang luar biasa tentang kalimat tauhid saat disiksa majikannya di Mekah. Kedua, suaranya begitu lantang dan merdu. Tanpa pengeras suara pun, radius panggilannya menjangkau jauh.

Namun, selepas Rasulullah wafat, ia tak lagi mampu mengumandangkan azan. Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah secara khusus menanyakan hal ini kepada Bilal.

“Kenapa, Bilal?” ucap Khalifah Abu Bakar.

“Aku tak lagi kuat ketika menyebut nama Rasulullah dengan nama aslinya,” jawab Bilal.

Bahkan, di momen itu pula, Bilal minta izin untuk bisa meninggalkan Madinah untuk selamanya. Ia minta diikutsertakan berjihad di negeri Syam atau Suriah bersama Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhum.

Dengan berat hati, Khalifah Abu Bakar akhirnya menyetujui permintaan Bilal. Dan, Bilal pun ikut dalam barisan Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarrah selama bertahun-tahun di Suriah melawan pasukan Romawi.

Di masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ada peristiwa menarik ketika Umar berkunjung ke wilayah Syam menjumpai para sahabat yang menang dalam jihad di sana.

Di saat semuanya sedang berkumpul, Khalifah Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan azan. Tentu saja, Bilal menolak dengan tegas.

Tapi, Khalifah Umar terus mendesak. “Untuk terakhir kali saja, wahai Bilal!” ucap Umar.

“Untuk terakhir kali? Baiklah!” akhirnya Bilal bersedia.

Benar saja. Ketika menyebut kalimat ‘asyhadu anna muhammadar rasulullah’, Bilal menangis. Ia hampir tak kuat meneruskan azannya.

Para sahabat yang berada di situ pun ikut menangis. Mereka menjadi terbawa dalam kenangan indah ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan, orang yang paling keras suara tangisnya saat itu adalah Umar bin Khaththab sendiri.

Allah subhanahu wata’ala mengabulkan apa yang menjadi tekad Bilal. Ia memang tak lagi menginjakkan kakinya di Madinah. Bilal wafat di negeri Suriah dalam usia sekitar 60 tahun.

Ketika menjelang ajalnya, ia mengatakan kepada istrinya, “Seorang kekasih akan menjumpai kekasihnya yang lama tak jumpa.”

“Ah, betapa sedihnya,” sahut istrinya.

“Justru, betapa bahagianya,” ucap Bilal. Karena hanya dengan wafat, ia bisa bertemu lagi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

**

Kenangan indah bersama seseorang yang saling mencintai karena Allah merupakan jalinan persaudaraan abadi: dunia dan akhirat.

Berbahagialah ketika Allah menganugerahkan keistimewaan ini. Karena suatu saat, hal ini akan menjadi naungan ketika tak ada lagi naungan selain dari Allah subhanahu wata’ala. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Bilal bin RabahGetaran Hati dari Seorang Kekasih
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ustad Fatih Karim Jelaskan Menemukan Arah, Menenangkan Rezeki di Kajian Garis Poetih 2026

Next Post

Surat An-Nashr Ayat 1, Datangnya Pertolongan Allah

Next Post
Surat An-Nashr Ayat 1, Datangnya Pertolongan Allah

Surat An-Nashr Ayat 1, Datangnya Pertolongan Allah

Hukum Mengumumkan Kematian di Masjid

Pengertian Masjid yang Sebenarnya

Cara Menemukan Arah dan Menenangkan Rezeki Menurut Ustad Fatih Karim

Cara Menemukan Arah dan Menenangkan Rezeki Menurut Ustad Fatih Karim

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7967 shares
    Share 3187 Tweet 1992
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1711 shares
    Share 684 Tweet 428
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2910 shares
    Share 1164 Tweet 728
  • Bangun Kolaborasi untuk Masyarakat, Salimah Bogor Audiensi dengan Wakil Ketua DPRD

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4137 shares
    Share 1655 Tweet 1034
  • Laki-Laki yang Gerahamnya Lebih Besar dari Gunung Uhud di Neraka

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Menyambut Ramadan Meraih Ketinggian Derajat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga