USTAD Fatih Karim mengulas secara mendalam tentang cara menemukan arah hidup dan menenangkan rezeki dalam kajian Garis Poetih 2026 pada Sabtu (31/1/2026) di PIM 3 yang menekankan keseimbangan antara ikhtiar, iman, dan ketenangan jiwa.
Menurutnya, banyak kegelisahan hidup muncul bukan karena kurangnya usaha, melainkan karena kesalahpahaman dalam memaknai rezeki.
Dalam penjelasannya, Ustad Fatih Karim menegaskan bahwa rezeki pada hakikatnya telah ditentukan oleh Allah.
“Rezeki itu gak ada hubungannya dengan kerja karena rezeki sudah tertakar, tidak pernah tertukar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja adalah bagian dari ikhtiar, sementara rezeki merupakan ketetapan Allah. Rezeki fisik atau materi, lanjutnya, telah dijamin oleh Allah sebagaimana tertuang dalam Surah Huud ayat 6, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).”
Baca juga: Ustad Fatih Karim Jelaskan Menemukan Arah, Menenangkan Rezeki di Kajian Garis Poetih 2026
Cara Menemukan Arah dan Menenangkan Rezeki Menurut Ustad Fatih Karim
Selain rezeki materi, Ustad Fatih Karim juga menyoroti pentingnya rezeki non fisik yang sering kali luput disadari manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 15–16, “Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang jelas. Dengannya Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan keselamatan.”
Menurutnya, rezeki non fisik justru memiliki nilai yang jauh lebih mahal.
“Rezekinya non fisik contohnya sehat, luang waktunya, iman. Berarti rezeki non fisik lebih mahal daripada rezeki fisik,” jelasnya.
Dalam kajian tersebut, Ustad Fatih Karim juga menekankan pentingnya niat dalam menentukan kualitas hidup seseorang.
“Niat yang benar, performa hidup tinggi. Niat yang spesifik dan berlandaskan nilai pribadi (iman) terbukti meningkatkan performa kerja hingga 90 persen dibandingkan kerja tanpa tujuan jelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustad Fatih Karim memaparkan empat cara utama untuk menemukan arah hidup sekaligus menenangkan rezeki.
Pertama, niat yang benar sebagai pondasi setiap langkah. Kedua, ikhtiar yang maksimal sebagai bentuk tanggung jawab manusia. Ketiga, tawakkal yang total dengan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah. Keempat, syukur dan qonaah agar hati tetap lapang dalam setiap keadaan.
Melalui pemahaman tersebut, Ustad Fatih Karim mengajak umat untuk tidak hanya mengejar rezeki secara materi, tetapi juga merawat rezeki non fisik agar hidup menjadi lebih tenang, terarah, dan penuh keberkahan. [Din]





