• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 20 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bersahabat dengan Takdir

21/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Bersahabat dengan Takdir

Ilustrasi, foto: Muslim.Sg

86
SHARES
659
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Yang belum pasti terjadi jangan diseramkan. Yang sudah terjadi jangan disedihkan.

Hidup ini seperti menanti sesuatu yang belum terjadi. Ada rasa gelisah di situ. Ada was-was. Jangan-jangan yang akan terjadi yang tidak kita inginkan.

Betapa tidak nyamannya hidup jika segala yang belum terjadi dikhawatirkan. Jangan-jangan akan ada kecelakaan. Jangan-jangan akan ada gempa. Jangan-jangan akan ada banjir. Jangan-jangan akan ada pencuri. Dan seterusnya.

Seolah, semua rentang waktu yang dinanti berisi ancaman. Baik apa yang akan dialami oleh diri sendiri. Dan lebih parah lagi jika mengkhawatirkan yang akan dialami orang-orang tercinta.

Ketika akan mengendarai mobil, bayangan buruk muncul tenggelam. Tapi, kemuculannya kian waktu kian lebih jelas daripada tenggelamnya.

Kalau mobil ini menabrak anak kecil, apa jadinya saya. Orang banyak akan menghakimi saya. Mobilnya dihancurkan. Orang-orang menghajar saya habis-habisan.

Ketika akan mengendarai sepeda motor, bayangan seramnya lain lagi. Bagaimana kalau tiba-tiba saya ditabrak truk dari belakang. Bagaimana kalau ada begal yang menyerang dengan senjata tajam. Dan seterusnya.

Itu tentang diri sendiri. Sedikit lebih ringan beban mentalnya di banding mengkhawatirkan orang-orang tercinta. Karena tentang diri sendiri bisa diputuskan sendiri antisipasinya. Tapi tentang orang lain, sulit dilakukan.

Sulit melarang terus-menerus suami atau istri atau anak untuk mengendarai sepeda motor ketika keluar rumah. Satu atau dua kali mungkin bisa. Meski alasannya sangat subjektif dari diri kita sendiri. Tapi selanjutnya, mereka akan mengabaikan kita.

Ketika itulah, was-was terus membayangi pergantian detik dan menit penantian. “Kok, jam segini belum juga pulang!”

“Cuaca hujan begini, jalannya pasti sangat licin. Gimana kalau ada lubang besar di jalan?” Dan seterusnya. Bayangan-bayangan seram akibat kecelakaan terus mondar-mandir dalam pikiran.

Begitu pun ketika bayangan tak nyaman meneror di malam hari. “Bagaimana kalau ada perampok masuk rumah ini? Mereka banyak dan bersenjata!”

Jika bayangan seperti itu yang muncul di saat terbangun malam hari, rasa kantuk akan sirna seketika. Muncullah rasa was-was yang luar biasa. Ada sedikit suara asing saja, kita pun melongok dari balik tirai jendela.

**

Siksaan jiwa seperti itu disebut sebagai hammun. Atau, bayangan buruk terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Sejatinya, sesuatu yang belum terjadi tak perlu dibayangkan seperti sudah terjadi. Cukup lakukan antisipasi, setelah itu tawakal pada Allah subhanahu wata’ala.

Itu pula ujian nilai keimanan kita pada takdir Allah. Dan urusan takdir adalah sepenuhnya milik Allah. Kita hanya bisa meminta melalui doa dan antisipasi melalui ikhtiar.

Setelah itu, bukan lagi urusan kita apakah keburukan yang akan terjadi, atau sebaliknya. Melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kita sama dengan menyiksa diri dalam ketidakpastian.

Ada juga faktor lain. Ketidakrelaan terhadap takdir buruk yang akan terjadi. Padahal lagi-lagi, hal itu bukan wewenang kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para nabi sebelum beliau mengajarkan, kalau ada bisikan atau bayangan horor yang dikhawatirkan akan terjadi, katakanlah, “Hasbunallah wani’mal wakil. Ni’mal maula wani’man nashir.”

Cukuplah Allah sebagai tempat untuk bersandar (dari kegelisahan dan was-was). Dan cukuplah Allah sebagai penolong kita.

Apa pun takdir itu. Dan, seperti apa pun yang akan terjadi: baik atau yang buruk. Tanamkan sikap ridha. Segala yang akan terjadi, insya Allah ada hikmahnya. [Mh]

 

 

Tags: bersahabat dengan takdirnasihat dan muhasabah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Optimalkan Pengelolaan Zakat Infaq Sedekah, Bank Syariah Indonesia Resmikan UPZ

Next Post

Mengenal Olahan Chinese Food Mun Tahu Cepat Saji

Next Post
Mengenal Olahan Chinese Food Mun Tahu Cepat Saji

Mengenal Olahan Chinese Food Mun Tahu Cepat Saji

Ayah Jadilah Pendukung Kuat Peran Ibu Sebagai Madrasah Pertama Bagi Anak

Ayah Jadilah Pendukung Kuat Peran Ibu Sebagai Madrasah Pertama Bagi Anak

Fungsi Utama Bea Cukai Harus Berjalan Lebih Baik

KNEKS: Pembiayaan di Perbankan Syariah Mampu Bersaing dengan Konvensional

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    1012 shares
    Share 405 Tweet 253
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9142 shares
    Share 3657 Tweet 2286
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1217 shares
    Share 487 Tweet 304
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    697 shares
    Share 279 Tweet 174
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4137 shares
    Share 1655 Tweet 1034
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2360 shares
    Share 944 Tweet 590
  • Mengelola Pertemanan dengan Hikmah: Belajar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga