• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Berjuang dengan Yang Kita Bisa

15/02/2026
in Nasihat
Orang Biasa yang Istimewa di Sisi Allah

Ilustrasi, foto: stock.adobe.com

71
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERJUANG dalam jalan Islam sangat terpuji. Jika tak bisa secara ideal, berjuanglah dengan yang kita bisa.

Sahabat Rasulullah yang berjuang di jalan Islam bukan hanya laki-laki. Wanita pun banyak. Di antara pejuang wanita di sekeliling Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah bibinya sendiri: Shafiyah binti Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anha.

Meski disebut bibi, usia Shafiyah dan Rasulullah hanya beda bulan. Hal ini karena Shafiyah lahir dari istri muda Abdul Muthalib. Yang masih satu ibu dengan Shafiyah adalah paman Nabi yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib.

Usianya juga tak jauh beda dengan Nabi. Bahkan, Rasulullah dan Hamzah, sang paman, adalah teman bermain semasa kecil. Keduanya juga sama-sama pernah diasuh dan disusui oleh Halimatus Sa’diyah.

Shafiyah masuk Islam ketika Nabi melaksanakan dakwah secara terang-terangan. Sekitar tahun ketiga kenabian.

Saat itu, Nabi mengumumkan kenabiannya di tengah masyarakat Quraisy. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil-manggil keluarga besarnya, antara lain Shafiyah binti Abdul Muthalib yang kemudian disambut positif oleh sang bibi.

Ketika Allah memerintahkan kaum muslimin di Mekah untuk hijrah ke Madinah, Shafiyah juga ikut berhijrah. Begitu pun anak-anak beliau, antara lain Zubair bin Awwam yang merupakan suami dari Asma binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhum.

Meski di usia tak lagi muda, sekitar 54 tahun, Shafiyah juga ikut dalam Perang Uhud, di bagian barisan wanita. Mereka berperan mengobati pasukan yang luka, menyediakan konsumsi, dan lainnya.

Namun agak spesial di Perang Uhud. Hal itu karena tiba-tiba pasukan kafir Quraisy hampir saja bisa membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena adanya serangan balik. Saat itu, Shafiyah mengambil tombak ia pun ikut berjihad melindungi Nabi.

Ketika saudara laki-lakinya: Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh oleh pasukan musuh, Shafiyah langsung bergerak cepat ke arah musuh. Saat itu, Nabi berteriak kepada Zubair bin Awwam untuk melindungi ibunya.

Dalam Perang Khandaq, Shafiyah mengambil peran yang begitu berani dan menentukan. Saat itu, kaum wanita diungsikan di sebuah benteng, sebuah rumah di atas bukit milik Hassan bin Tsabit.

Tiba-tiba di suatu malam, sejumlah lelaki Yahudi dari Banu Quraizha menelusup dari belakang Madinah. Mereka berencana untuk menculik para wanita di benteng itu untuk dijadikan tawanan.

Sebelum melakukan aksinya, ada seorang yang ditugaskan menyelidiki ke rumah itu. Apakah di sana hanya ada wanita, atau ada laki-laki yang ditugaskan melakukan penjagaan.

Ketika orang itu berhasil menaiki lantai dua rumah itu, Shafiyah bereaksi. Ia tahu ada orang yang mengendap-endap di atap rumah. Shafiyah pun meminta tuan rumah: Hassan bin Tsabit untuk membunuh orang itu.

“Engkau tahu aku tak berani melakukan itu,” jawab Hassan.

Ucapan itu membuat Shafiyah kecewa. Ia pun segera mencari sesuatu untuk digunakan memukul. Shafiyah naik ke atas rumah dan memukul musuh dari belakang. Seketika itu juga, musuh mati.

Shafiyah pun menemui Hassan lagi. Ia mengatakan, “Orang itu sudah tak bergerak, penggal kepalanya dan lemparkan ke bawah bukit!”

Hassan bin Tsabit memberikan jawaban yang sama: aku tak berani melakukan itu.

Shafiyah pun naik lagi ke atap dan memenggal sendiri kepala penyusup itu. Ia melemparkannya ke bawah bukit.

Benar saja. Naluri perang Shafiyah memang jitu. Di bawah bukit sana, telah menunggu sejumlah orang yang ingin mengetahui hasil penyelidikan. Tapi ketika mereka ‘dilempari’ kepala temannya, nyali mereka pun langsung ciut. Mereka pun kabur terbirit-birit.

Dalam Perang Khaibar, usia Shafiyah mendekati angka 60 tahun. Meski begitu, ia juga ikut dalam barisan kaum wanita di perang menaklukkan benteng-benteng Yahudi terakhir di Madinah itu.

Shafiyah wafat di masa Khalifah Umar bin Khaththab di usia kurang lebih 70 tahun. Ia dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.

**

Kecintaan pada perjuangan Islam bisa memberikan energi istimewa: lupa usia, dan lupa gender. Itulah keberkahan hidup yang Allah berikan kepada seseorang.

Teruslah berjuang meski banyak orang mengatakan kita sudah tua dan lainnya. Berjuanglah, hingga Allah menganugerahkan kita kematian husnul khatimah. [Mh]

 

 

Tags: Berjuang dengan Yang Kita BisaShafiyah binti Abdul Muthalib
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hendaklah Manusia Memerhatikan dari Apa Dia Diciptakan

Next Post

Seni Mengajukan Pertanyaan

Next Post
Seringlah Bertanya kepada Diri Sendiri

Seni Mengajukan Pertanyaan

Menumbuhkan Muroqobah atau Pengawasan Allah

Cara Mengajak Suami yang Tidak Mau Sholat

Apa yang Tidak Diberikan Allah Itu Rezeki

Apa yang Tidak Diberikan Allah Itu Rezeki

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9471 shares
    Share 3788 Tweet 2368
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4280 shares
    Share 1712 Tweet 1070
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11817 shares
    Share 4727 Tweet 2954
  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    489 shares
    Share 196 Tweet 122
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1335 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Ini Dia 5 Rekomendasi Kuliner di Banyumas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4844 shares
    Share 1938 Tweet 1211
  • Pesona Menawan dari Kawah Ijen

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2445 shares
    Share 978 Tweet 611
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga