• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bercermin dari Kampung Halaman

07/04/2024
in Nasihat
Bahagia Itu Relatif

Ilustrasi, foto: Pinterest

92
SHARES
704
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PULANG kampung punya makna tersendiri. Manfaatkan momen itu untuk bercermin diri.

Apa yang bisa diambil dari perjalanan pulang kampung? Tentu bukan sekadar capek dan mahal. Tapi, di situlah ada cerminan diri tentang dari mana kita berawal.

Kampung halaman adalah juga tanah kelahiran. Di situlah kita dilahirkan dan dibesarkan. Tumbuh dan berkembang dari keberkahan sumber daya sekitar.

Berada kembali di sana seperti menyegarkan memori tentang masa lalu. Tentang menyatunya keadaan diri dengan alam asri yang mungkin mulai berubah.

Ada perubahan di dua sisi. Dari sisi titik nol, tempat tanah kelahiran, juga dari diri kita. Semua perubahan itu lazim dan biasa. Kecuali, perubahan keadaan diri yang kian jauh dari sifat alami alam di kampung halaman.

Alam sekitar saat itu menyediakan apa saja tanpa pamrih. Tanpa mengharap pujian dan pencitraan. Begitulah Allah subhanahu wata’ala mendesain alam kampung halaman yang jujur, tulus, dan apa adanya.

Karena hasil dari bentukan lingkungan alam, kita pun saat itu jujur, tulus, dan apa adanya. Seribu satu idealisme melanglang tinggi seiring kepergian kita mengejar mimpi dan cita-cita.

Adakah yang berubah? Ya, adakah yang berubah dari diri kita, antara saat kita kecil dengan saat ini. Bagaimana kita memandang orang-orang yang kita cintai dari tanah kampung halaman ini?

Dulu saat berangkat, kita bertolak dengan iringan tuntutan dukungan dari mereka: dari orang tua, sanak kerabat, dan alam yang asri itu.

Kini, apakah tuntutan juga yang masih kita alamatkan untuk mereka? Padahal, mereka yang dulu jauh berbeda dengan yang sekarang. Kini mereka sudah kehilangan sumberdaya begitu banyak. Tua dan rapuh.

Sepatutnya, bukan lagi kita yang masih mengharapkan ‘tangan’ mereka. Merekalah yang pantas berharap ‘tangan’ dari kita.

Cinta memang tak pernah mengenal kata ‘lapuk’. Fisik dan tenaga boleh saja menyusut, tapi cinta mereka tetap hangat seperti dulu. Itulah cerminan lain dari keadaan asal jiwa kita yang mungkin mulai sirna.

Siapa pun kita saat ini, kampung halaman tetap seperti dulu menyambut kita: jujur, tulus, dan apa adanya.

Beruntungnya jika ‘cinta-cinta’ lama masih bisa menyambut kita. Bayangkan jika ‘cinta-cinta’ itu telah pergi selamanya. Dan saat itulah kita hanya bisa menekuri jejaknya.

Cermin alami itu begitu jernih memantulkan ‘wajah’ kita apa adanya. Kita yang dulu jujur, tulus, dan apa adanya. Bias-bias pantulan sosok kita saat ini begitu nyata.

Ah, rasanya memang ada yang berubah. Dan memang selalu ada yang berubah. Begitulah alam memandu kita menuju rute hidup baru.

Tinggal diri kita yang bisa menjawab: berubah menuju yang baik, atau buruk di bawah standar yang jujur, tulus, dan apa adanya. [Mh]

 

 

Tags: Bercermin dari Kampung Halaman
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kultum Ramadan Hari Kedua Puluh Delapan, Manajemen Berbelanja

Next Post

Satu Bus Bersama Malaikat Maut

Next Post
Satu Bus Bersama Malaikat Maut

Satu Bus Bersama Malaikat Maut

Review Bahan Crinkle Airflow untuk Outfit Lebaran 2023

Review Bahan Crinkle Airflow untuk Outfit Lebaran 2024

KH Bachtiar Nasir Suarakan Risalah Jakarta untuk Kemerdekaan Palestina

KH Bachtiar Nasir Suarakan Risalah Jakarta untuk Kemerdekaan Palestina

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8374 shares
    Share 3350 Tweet 2094
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4295 shares
    Share 1718 Tweet 1074
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3779 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2118 shares
    Share 847 Tweet 530
  • Salimah Kudus Tingkatkan Soliditas Pengurus Cabang hingga Ranting

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3350 shares
    Share 1340 Tweet 838
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga