PERAN ayah dalam kehidupan anak perempuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan moral, emosional, dan sosialnya.
Anak perempuan yang memperoleh kasih sayang, perhatian, dan bimbingan dari ayah sejak dini cenderung memiliki pondasi moral yang kuat, sehingga tidak mencari validasi atau perhatian dari sosok lain melalui pacaran.
Kehadiran ayah yang konsisten menjadi figur laki-laki pertama yang dipercaya anak, sekaligus membangun rasa aman dan percaya diri yang mendalam.
Dalam ajaran Islam, perhatian ayah terhadap anak perempuannya juga memiliki nilai spiritual.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hadits menyebutkan, “Barang siapa yang diuji dengan anak wanita, lalu mendidiknya dengan baik, ia akan menjadi penghalang dari api neraka” (HR. Bukhari).
Hal ini menekankan pentingnya pendidikan dan pengasuhan yang benar agar anak perempuan tumbuh dengan akhlak dan kehormatan yang terjaga.
Ketika ayah gagal membimbing anak perempuannya, potensi terputusnya nilai moral dan akhlak yang baik dalam generasi berikutnya menjadi risiko nyata.
Salah satu bentuk perlindungan ayah terhadap anak perempuan adalah membimbingnya memahami batasan sentuhan dan interaksi fisik.
Peran Ayah dalam Membentuk Karakter dan Kehormatan Anak Perempuan
Baca juga: Peran Ayah dalam Pendidikan Anak Meski Jarang Berada di Rumah
Panduan sederhana yang dapat diajarkan antara lain: sentuhan pantas, seperti kepala dan pundak sebagai tanda kasih sayang; sentuhan meragukan, misalnya pinggang atau perut, yang harus ditolak; dan sentuhan yang haram, pada area privat, yang wajib dihindari.
Pendidikan ini membantu anak mengenali batasan tubuhnya, sekaligus membentuk kesadaran diri dan kehormatan pribadi.
Secara keseluruhan, kehadiran ayah yang hangat dan penuh perhatian menjadi “tameng” bagi anak perempuan dari pengaruh negatif, termasuk godaan pacaran dan tekanan sosial.
Cinta ayah yang tulus tidak hanya membentuk karakter dan moral anak, tetapi juga mendukung perkembangan emosionalnya, sehingga anak tumbuh menjadi individu yang berakhlak, percaya diri, dan mampu menjaga kehormatan diri dalam kehidupan sehari-hari.[Sdz]





