HARI Raya Iduladha menjadi momen yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk beribadah dan berbagi, Iduladha juga identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Tak hanya daging dan tulang, bagian lain dari hewan kurban seperti kikil sapi juga sering dibagikan dan diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari gulai kikil, sate kikil, hingga sop dan tongseng.
Kikil merupakan bagian kulit dan jaringan ikat pada kaki sapi yang memiliki tekstur kenyal khas. Meski lezat saat dimasak, kikil memerlukan proses pembersihan yang tepat sebelum diolah.
Jika tidak dibersihkan dengan benar, kikil bisa menyisakan bau khas sapi, kotoran, bahkan bulu-bulu halus yang menempel pada permukaannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan kikil agar hasil masakan menjadi lebih higienis dan nikmat.
Baca Juga: Lima Tips Membuat Steak Juicy di Rumah
Tips Membersihkan Kikil Sapi agar Bersih dan Siap Diolah saat Iduladha
Pilih Kikil yang Masih Segar
Langkah pertama adalah memastikan kikil yang diterima atau dibeli masih dalam kondisi segar. Kikil yang baik umumnya berwarna putih kekuningan atau sedikit kecokelatan alami, tidak berlendir berlebihan, dan tidak mengeluarkan bau menyengat.
Menurut informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, bahan pangan asal hewan yang segar memiliki aroma khas yang tidak menyengat serta tekstur yang masih elastis ketika ditekan.
Bersihkan Sisa Kotoran dan Bulu
Kikil yang baru dipotong biasanya masih memiliki sisa bulu halus atau kotoran yang menempel. Untuk membersihkannya, bilas kikil di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya menggunakan pisau atau sikat bersih.
Jika masih terdapat bulu halus, kikil dapat dibakar sebentar di atas api kecil. Cara ini umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menghilangkan sisa rambut yang sulit dibersihkan dengan pencucian biasa.
Setelah dibakar, kerok bagian permukaannya menggunakan pisau hingga bersih, lalu bilas kembali dengan air mengalir.
Rebus untuk Menghilangkan Bau
Salah satu cara efektif mengurangi bau khas pada kikil adalah dengan merebusnya terlebih dahulu. Menurut tips pengolahan jeroan dan bagian kaki sapi yang dimuat oleh Sajian Sedap, perebusan awal membantu mengangkat sisa darah dan kotoran yang masih menempel.
Rebus kikil selama 15–20 menit dalam air mendidih. Setelah itu, buang air rebusan pertama dan bilas kembali kikil dengan air bersih. Langkah ini juga membantu membuat tekstur kikil lebih bersih sebelum dimasak lebih lanjut.
Gunakan Jeruk Nipis atau Lemon
Untuk mengurangi aroma yang kurang sedap, kikil dapat dilumuri dengan air perasan jeruk nipis atau lemon. Diamkan sekitar 10–15 menit sebelum dibilas kembali.
Kandungan asam alami dalam jeruk membantu menetralkan bau sekaligus membersihkan permukaan kikil. Cara ini sering digunakan dalam pengolahan berbagai bahan pangan hewani, termasuk daging dan jeroan.
Cuci dengan Air Mengalir
Setelah direbus dan diberi perasan jeruk, cucilah kikil menggunakan air mengalir. Hindari merendam terlalu lama karena dapat membuat tekstur kikil menjadi kurang baik.
Menurut panduan keamanan pangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pencucian menggunakan air mengalir lebih efektif membantu menghilangkan sisa kotoran dibandingkan hanya merendam bahan pangan dalam wadah.
Potong Sesuai Kebutuhan
Setelah bersih, kikil dapat dipotong sesuai kebutuhan masakan. Untuk gulai atau sop, kikil biasanya dipotong ukuran sedang agar mudah menyerap bumbu. Sementara untuk sate atau tumisan, potongan yang lebih kecil sering menjadi pilihan.
Pastikan menggunakan talenan dan pisau yang bersih untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan makanan lainnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Simpan dengan Benar Jika Belum Diolah
Jika kikil tidak langsung dimasak, simpan dalam wadah tertutup dan letakkan di dalam lemari pendingin. Untuk penyimpanan lebih lama, kikil dapat dibekukan di freezer.
Menurut panduan penyimpanan pangan dari Badan Pangan Nasional, penyimpanan pada suhu dingin membantu menjaga kualitas bahan pangan hewani dan memperlambat pertumbuhan bakteri.





