• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 17 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Komunitas

Dari Nakbah ke Keffiyeh: PUSPA Telusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni

17/05/2026
in Komunitas
Dari Nakbah ke Keffiyeh: PUSPA Telusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni
67
SHARES
512
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENDUKUNG perjuangan Palestina harus terus dilakukan karena genosida terus dialami rakyat Palestina. Bukan sejak 7 Oktober 2023, namun bahkan dimulai sejak sebelum peristiiwa Nakbah 1948. Untuk mengingatkan tentang awal mula tragedi terburuk bagi bangsa Palestina ini, Perempuan Seni Indonesia untuk Palestina (PUSPA) mengadakan kajian daring bertema “Dari Nakbah ke Keffiyeh: Menelusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni” pada Sabtu (16/5). Kajian dihadiri setidak 150 para pendukung Palestina, dengan narasumber Pizaro Gozali Idrus (Pengamat Timur Tengah) dan Sri Vira Chandra (Ketua PUSPA).

PUSPA adalah salah satu sayap organisasi Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) yang diketuai oleh Nurjanah Hulwani, S.Ag, ME. Dalam kata sambutannya, Nurjanah mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh PUSPA yang baru terbentuk bulan Oktober 2025 ini. Ia mengingatkan untuk terus bergerak membela Palestina dan meramaikan media sosial dengan berita kekinian dan pembelaan terhadap Palestina, melawan algoritma yang sering tidak berpihak kepada bangsa Palestina

Pizaro, dengan pengalaman jurnalisme dan advokasinya terkait Palestina menjabarkan sejarah terjadinya Nakbah dan dampaknya hingga saat ini. Para founding father Indonesia sejak awal melakukan pembelaan yang cukup keras terhadap migrasi besar-besaran orang-orang Yahudi ke Palestina sejak era Mandat Inggris,Partition Plan PBB (1947) hingga terjadinya Nakbah (1948).

Ia pun mengingatkan jasa Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia lewat tokoh Palestina seperti saudagar kaya Muhammad Ali Tahir, Syekh Amin Al-Husaini aktif melobi negara-negara di Timur Tengah melalui Liga Arab agar mendukung dan mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua PUSPA, Sri Vira Chandra, memaparkan perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan sejak Nakba melalui seni dengan simbol warisan budaya seperti zaitun, kunci, tatreez (sulaman tradisional) dalam bentuk mural, lukisan, puisi, yang menggambarkan kehilangan, perlawanan, dan penjagaan terhadap identitas Palestina.

Vira juga membacakan salah satu puisi terkenal Mahmoud Darwis ((13 Maret 1941 – 9 August 2008)yang berjudul “Kartu Identitas” yang telah diterjemahkan dengan sangat baik oleh Saur Situmorang, salah seorang sastrawan terkemuka Indonesia. Salah satu bait “Kartu Identitas” Mahmoud Darwis menggambarkan perlawanan dan ketidaksudian terhadap perampasan tanah Palestina oleh zionis:

Catat!
Aku orang Arab
Telah kau curi kebun-kebun buah nenek moyangku
Dan tanah yang kugarap
Bersama anak-anakku
Dan tak ada lagi sisa bagi kami
Kecuali batu-batu ini…
Apa negara pun akan diambil juga
Seperti kata orang?!

Vira menegaskan bahwa sesungguhnya perjuangan membela Palestina adalah hak dan kewajiban setiap rakyat Indonesia dan bisa dilakukan dengan apa yang kita bisa, termasuk bakat dan kemampuan Seni yang merupakan anugerah dari Sang Pencipta karena seni adalah bahasa, termasuk bentuk perlawanan damai yang kuat dalam menyuarakan tuntutan keadilan dan pembelaan. [Mh/KPIPA]

Tags: Dari Nakbah ke Keffiyeh: PUSPA Telusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bacaan Basmallah Imam Tidak Terdengar saat Membaca Al Fatihah

Next Post

Bagaimana Anak-anak Memperoleh Bahasa?

Next Post
Jangan Paksa si Kidal Jadi Normal

Bagaimana Anak-anak Memperoleh Bahasa?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8424 shares
    Share 3370 Tweet 2106
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    850 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4311 shares
    Share 1724 Tweet 1078
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3797 shares
    Share 1519 Tweet 949
  • Sudah Siap Pindah dari Gas LPG ke CNG?

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2254 shares
    Share 902 Tweet 564
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2131 shares
    Share 852 Tweet 533
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11337 shares
    Share 4535 Tweet 2834
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    238 shares
    Share 95 Tweet 60
  • Perkuat Soliditas, Salimah Sulsel Gelar Rakornas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga