• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Umair bin Wahb Menyadari Kemuliaan Islam

22/08/2022
in Kisah, Unggulan
Umair bin Wahb Menyadari Kemuliaan Islam

Foto: Unsplash

98
SHARES
754
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UMAIR bin Wahb duduk merenungkan ajaran Islam yang begitu pemaaf dan Rasulullah yang begitu mulia. Ia teringat sepak terjangnya di Perang Badar.

Ia juga ingat masa lalunya di Mekkah yang dengan sekuat tenaga memerangi Rasulullah dan pengikutnya. Lalu, ia datang ke Madinah membawa pedang untuk membunuh Rasulullah.

Semua kenangan pahit itu, hanya dalam sekejap terhapus dengan ucapan “La ilaha illallah, Muhammadur-Rasulullah”. Alangkah pemaafnya Islam ini.

Baca Juga: Keluarga yang Berlimpah Kemuliaan Karena Al-Quran

Umair bin Wahb Menyadari Kemuliaan Islam

Hanya dalam sekejap, Islam menghapus kesalahan-kesalahan masa lalu.

Hanya dalam sekejap, kaum muslimin melupakan semua tindakan jahat dan permusuhannya terdahulu, dan membukakan pintu untuk dirinya dengan penuh kasih sayang.

Begitukah yang terjadi, padahal pedang yang dulu menyakiti mereka berkilau di hadapan mereka?

Semua kesalahan dan kejahatan itu dilupakan. Yang ada sekarang hanyalah seorang Umair yang sudah masuk Islam dan menjadi bagian dari mereka. Memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti mereka.

Begitu mudahkan? Padahal baru saja Umar bin  Khaththab hendak membunuhnya. Dan sekarang, ia lebih disukai Umar daripada anaknya sendiri.

Jika satu detik kejujuran yaitu ketika dia mengumumkan keislamannya, mendapatkan penghargaan begitu besar dari Islam, maka Islam adalah agama yang sangat mulia.

Dalam sekejap, Umair mengetahui kewajibannya sebagai muslim. Ia harus membelanya seperti dulu ia memeranginya.

Ia harus memperjuangkannya seperti dulu ia memperjuangkan kesyirikan dan menyuguhkan kejujuran, jihad, serta ketaatan agar mendapat ridha Allah dan Rasul-Nya.

Suatu hari, ia datang menemui Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, dahulu aku berjuang untuk memadamkan cahaya Allah dan sangat jahat terhadap orang yang memeluk agama.

Allah ‘Azza wa Jalla. Karena itu, sekarang, izinkan aku pergi ke Mekah. Aku akan mengajak mereka ke jalan Allah dan Rasul-Nya, ke jalan Islam.

Semoga mereka diberi hidayah oleh Allah. Kalau tidak, aku akan menyakiti mereka karena tetap bersikeras dengan agama mereka, sebagaimana dahulu aku menyakiti kaum muslimin karena bersikeras berpegang pada Islam.”

Sumber:  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

[Ai/Ln]

Tags: Umair bin Wahb Menyadari Kemuliaan Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Empat Tingkatan Jihad Menurut Ibnu Qayyim

Next Post

Memaafkan Orang Lain

Next Post
Dilema antara Ibu dan Istri

Memaafkan Orang Lain

Rasul dari Kalangan Jin

Tiga Alasan Kenapa Tayangan Horor begitu Laku

Bacaan ayat kursi beserta artinya

Bacaan Ayat Kursi beserta Artinya

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8244 shares
    Share 3298 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11269 shares
    Share 4508 Tweet 2817
  • Pimpin Upacara Hari Kartini, Faelasufa Dorong Affordable Child Care di Batang

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga