• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memaafkan Orang Lain

25/12/2022
in Nasihat, Unggulan
Dilema antara Ibu dan Istri

Ilustrasi, foto: Pinterest

89
SHARES
684
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MINTA maaf merupakan hal yang berat dilakukan. Dan lebih berat lagi memaafkan kesalahan orang lain.

Secara jujur, jika kita mampu membalas keburukan yang dilakukan orang lain, maukah kita memaafkannya?

Rasanya tidak. Lain halnya jika kita tidak mampu membalas, mungkin memaafkan menjadi pilihan yang terpaksa dilakukan.

Memaafkan bisa dibilang berada di atas kerelaan untuk minta maaf. Meskipun minta maaf atas kesalahan yang dilakukan juga bukan perkara ringan.

Biasanya, orang akan gengsi untuk minta maaf. Terlebih lagi terhadap orang yang ‘posisi’nya berada di bawah kita. Seperti, adik, anak, bawahan, dan lainnya.

Tidak heran jika Allah subhanahu wata’ala mengabarkan bahwa salah satu ciri para penghuni surga adalah mereka yang mampu menahan marah dan mudah memaafkan.

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain…” (QS. 3: 134)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencontohkan ini. Ketika Mekah ditaklukan umat Islam, warganya pasrah apa yang akan dilakukan Rasulullah dan pasukannya.

Hal ini karena mereka mengakui kejahatan yang luar biasa terhadap Rasul dan para sahabatnya. Mereka telah menyiksa, membunuh, mengusir, dan terakhir memerangi.

Mereka pasrah ketika Rasulullah dan para sahabatnya kini menguasai nasib mereka. Sepertinya, mereka membayangkan nasib buruk yang akan terjadi.

Namun, apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Mereka dimaafkan Nabi. Mereka pun diberikan kehormatan untuk memilih: masuk Islam atau tetap kafir tapi terikat dalam kesepakatan.

Namun, sebagian besar mereka lebih memilih masuk Islam. Mereka begitu jatuh cinta dengan akhlak mulia yang diajarkan Islam dan dicontohkan Nabinya.

Kelak, dari merekalah akan lahir pejuang-pejuang dan para ulama di masa depan. Dan itulah wajah Mekah saat ini.

Ada sisi lain yang bisa menjadi pelajaran dari sifat memaafkan. Yaitu, mereka yang berbuat salah baru menyadari kesalahannya ketika mereka dimaafkan. Meskipun awalnya mereka tidak minta maaf.

Kesadaran yang sempurna tidak pernah datang dari keterpaksaan. Tidak juga dari ketakutan. Tapi dari kearifan untuk memaafkan.

Bukan itu saja. Dengan kearifan untuk memaafkan ini, orang yang dulu selalu menargetkan keburukan untuk kita, akan berbalik total. Mereka berubah menjadi sahabat yang setia.

Inilah tangga-tangga akhlak seorang muslim. Meminta maaf memang bukan perkara gampang, karena ada gengsi di situ.

Dan lebih berat lagi kerelaan untuk memaafkan, dengan permintaan maaf dari mereka atau tidak. Allah subhanahu wata’ala Maha Pemaaf dan mencintai orang yang suka memaafkan. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Memaafkan Orang Lain
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Umair bin Wahb Menyadari Kemuliaan Islam

Next Post

Tiga Alasan Kenapa Tayangan Horor begitu Laku

Next Post
Rasul dari Kalangan Jin

Tiga Alasan Kenapa Tayangan Horor begitu Laku

Bacaan ayat kursi beserta artinya

Bacaan Ayat Kursi beserta Artinya

Kelompok mukmin yang dapat naungan Allah

Kelompok Mukmin yang Dapat Naungan Allah di Hari Kiamat

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8703 shares
    Share 3481 Tweet 2176
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11487 shares
    Share 4595 Tweet 2872
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3919 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2234 shares
    Share 894 Tweet 559
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga