• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Orang Mesir yang Tewas di Tangan Musa

07/03/2022
in Kisah, Unggulan
Orang Mesir yang Tewas di Tangan Musa

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

85
SHARES
657
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kisah mengenai orang Mesir yang tewas di tangan Musa ini terajadi ketika Musa telah mencapai usia dewasa yakni sekitar usia 40 tahun, ia telah mencapai kesempurnaan tubuh dan akalnya.

Pada usia ini Allah memberikan kepada Musa ilmu hikmah dan pengetahuan berupa kenabian.

Saat Musa memasuki kota Memphis pada tengah hari, ketika penduduknya sedang tertidur, ia melihat ada dua orang laki-laki sedang berkelahi. Mereka berdua saling bersitegang dan saling pukul memukul.

Seorang dari keduanya berasal dari golongan Bani Israil dan seorang yang lainnya berasal dari kaum Fir’aun yaitu orang Mesir.

Baca Juga: Kembalinya Bayi Musa Ke Pangkuan Ibunya

Orang Mesir yang Tewas di Tangan Musa

Orang dari golongan Bani Israil meminta bantun Musa untuk membelanya melawan orang Mesir itu. Ia mengakui bahwa Musa memiliki kedudukan yang tinggi di keluarga kerajaan serta dibesarkan di sana.

Lalu Musapun menolong orang dari Bani Israil itu dengan memukul menggunakan kepalan tangannya hingga orang Mesir tersebut terkapar dan tewas. Musa sebenarnya tidak berniat ntuk membunuhnya, ia hanya ingin menakut-nakut dan membuatnya jera.

Dalam surah Al-Qoshosh ayat 15, Musa menyadari kesalahannya,

“…Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).

Dan pada ayat 16 dan 17,

“Musa mendoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa”.

Musa takut berada di negeri Mesir, ia khawatir Fir’aun dan pasukannya mengetahui bahwa dirinya telah membunuh seorang Mesir demi membela Bani Israil. Ia juga takut jika identitas dirinya terkuak karena berasal dari golongan Bani Israil.

Keesokan harinya, ia berjalan menyusuri pinggiran kota untuk melihat-lihat dan mengamati keadaan. Tiba-tiba orang dari Bani Israil yang kemarin ia tolong datang menghampirinya.

Ia berteriak meminta tolong kepada Musa untuk melawan orang Mesir lainnya. Musa langsung menyalahkan orang tersebut karena telah menyebabkan kerusuhan. Musa berkata kepadanya, “engaku, sungguh orang yang nyata-nyata sesat.”

Namun, walaupun demikian Musa tetap ingin membantu orang dari Bani Israil itu. Ketika ia hendak memukul orang Mesir yang menjadi musuhnya itu, orang Mesir tersebut berkata sebagaimana dalam surah al-Qoshosh ayat 19:

“Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”.

Kata-kata ini terucap dari lisan orang Mesir tersebut berdasarkan firasat atau dugaan bahwa Musalah yang membunuh orang Mesir kemarin. Menurut Ibnu Katsir, ha ini berdasarkan kesimpulan setelah melihat orang Bani Israil berteriak meminta tolong kepada Musa.

Berita tentang tewasnya orang Mesir sebelumnya telah sampai ke telinga Fir’aun. Ia juga telah mengetahui bahwa Musalah yang membunuh orang Mesir tersebut.

Kemudian Fir’aun mengutus untuk menjemput Musa dan menangkapnya. Namun, Musa sudah terlanjur diberi tahu oleh seorang laki-laki yang datang kepadanya dan memberitahu kabar tentang rencana Fir’aun dan tentaranya untuk menangkapnya.

Laki-laki itu berkata, “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu” (Al-Qoshosh: 20)

Musapun pergi dengan tergesa-gesa keluar dari negeri Mesir, tanpa mengenali dan mengetahui jalan yang harus dilaluinya. Ia kemudian berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu” (Al-Qoshosh: 21) [Ln]

 

Tags: Orang Mesir yang Tewas di Tangan Musa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ramadan Momentum Kolaborasi dengan DKM

Next Post

Resep dan Cara Membuat Bolen Pisang Lilit yang Legit

Next Post
Resep dan Cara Membuat Bolen Pisang Lilit yang Legit

Resep dan Cara Membuat Bolen Pisang Lilit yang Legit

Salimah Serukan Budaya Hidup Halal dalam Keluarga Muslim

Salimah Serukan Budaya Hidup Halal dalam Keluarga Muslim

4 Cara Makeup Praktis Hanya 15 Menit Saja

4 Cara Makeup Praktis Hanya 15 Menit Saja

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    491 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7902 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3435 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6705 shares
    Share 2682 Tweet 1676
  • Peringatan Isra Mi’raj: Ayo Less Waste Lakukan Aksi Waste Management di Event Maqdisy Talent Fest 1447 H

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga