• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 25 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Semut dan Satu Sendok Sirup

12/01/2026
in Kisah, Unggulan
Kisah Semut dan Satu Sendok Sirup

foto: pixabay

111
SHARES
857
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH semut dan satu sendok sirup ini merefleksikan bagaimana karakter manusia bisa saja seperti apa yang dilakukan semut kecil ketika bertemu dengan harta dunia.

Sore hari memang sedang sibuk-sibuknya bagi seorang ibu untuk menyiapkan hidangan buka puasa bagi keluarganya. Tidak terkecuali ibu yang satu ini, ia sedang membuat sirup dingin nan segar.

Tanpa sengaja, ada sedikit sirup yang terjatuh ke lantai. Memang tidak banyak, kurang dari satu sendok. Tetapi kalau tidak segera dibersihkan tetap saja akan lengket. Apalagi itu jenis sirup yang kental seperti madu.

Segera saja si ibu hendak membersihkan gumpalan kecil itu di lantai. Tetapi belum lagi ia melakukannya, seekor semut datang mendekat, kemudian mencicipi sirup manis tersebut.

Semut hitam itu lantas pergi menjauh, tetapi tidak lama kemudian ia kembali dan mencicip lagi. Mungkin ia belum kenyang. Sampai akhirnya sang semut merasa sudah puas dengan nikmatnya sirup itu, ia lalu pergi.

Tanpa diduga, semut itu lagi-lagi kembali mendekati sirupnya! Apa yang terjadi? Mengapa ia terlihat mondar-mandir sejak tadi?

Si ibu terdiam memperhatikan tingkah polah semut hitam itu. Ia juga penasaran apa yang hendak dilakukan sang semut.

Terjawab sudah apa yang diinginkan semut itu sebenarnya. Rupanya ia ingin menikmati lebih jauh lagi, dan menguasai sirup itu sebanyak-banyaknya.

Tanpa pikir panjang, sang semut nekat menerobos masuk ke dalam gumpalan sirup! Mungkin ia berpikir betapa beruntungnya jika berada di tengah-tengah makanan nikmat itu.

Apa daya, sirup pekat itu melengket dengan seluruh tubuhnya dan akhirnya ia mati di tengah-tengah gumpalan makanannya sendiri.

Si ibu yang masih memperhatikan kejadian itu geleng kepala. Sebab biasanya semut itu suka berbagi. Ia bergumam.

“Bukankah semut itu sudah cukup puas mencicipi sirup tersebut berulang-ulang? Rupanya ia tamak dan menuruti nafsunya. Maka jadilah ia tenggelam dalam kerakusannya sendiri.”

Baca Juga: Amal Semut Bisa Senilai Gajah

Kisah Semut dan Satu Sendok Sirup

Begitulah dunia. Hanya bagaikan satu sendok sirup saja. Bahkan Rasulullah mengumpamakan dunia lebih rendah nilainya daripada sayap nyamuk.

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.”

(Hadist Riwayat Tirmidzi)

Oleh karena itu, seorang muslim sepantasnya belajar dari kisah semut hitam itu agar menjauhi sifat tamak. Karena sifat ini hanya akan menjerumuskan diri kita sendiri.

Salam Hijrah.[ind]

Sumber: https://t.me/semangatsubuh

 

Tags: kisah semutsatu sendok sirupsemutSifat manusia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengembangkan Rasa Tanggung Jawab Anak melalui Pengasuhan Hewan Peliharaan

Next Post

Kenali Tren Makeup Tahun 2026 yang akan Mendominasi

Next Post
Kenali Tren Makeup Tahun 2026 yang akan Mendominasi

Kenali Tren Makeup Tahun 2026 yang akan Mendominasi

Manusia Makhluk yang Pandai Menunda

Nasihat untuk Anak yang Belum Mandiri dan Sifatnya Belum Stabil

Alasan Kawasan Adat Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Mulai 20 Januari 2026

Alasan Kawasan Adat Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Mulai 20 Januari 2026

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8723 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Kajian Hijabersmom Community Bekasi Ajak Muslimah Belajar Ikhlas, Sabar, dan Taat Pasca IdulAdha

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11497 shares
    Share 4599 Tweet 2874
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • BJ Habibie, Alquran, dan Dua Mahasiswa Yahudi

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • MUI Soroti Kasus Penganiayaan Berat yang Menimpa YTR di Bandung

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga