• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam

18/05/2022
in Kisah
Kisah Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam
144
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Kisah Salman Al-Farisi bisa menjadi inspirasi untuk kita agar gigih dalam kebenaran. Salman adalah seorang sahabat yang dahulunya menganut agama Majusi (menyembah api). Namun, dari Majusi, Salman tidak serta-merta langsung masuk Islam. Dia terlebih dahulu masuk ke agama Nasrani karena melihat betapa hebatnya Nasrani dibanding Majusi.

Baca Juga: Salman, Seorang Zuhud Putera Persi (3)

Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam

Diceritakan oleh Pegiat Sejarah Islam, Ustaz Agung Waspodo, Salman adalah seseorang yang berasal dari Persia dan merupakan penyembah api.

Namun, suatu ketika, Salman diperintahkan oleh ayahnya untuk pergi ke ladang melakukan pekerjaan. Saat di perjalanan, Salman melihat sebuah gereja. Saat itu, di daerah Persia, gereja sangatlah jarang sekali.

Setelah melihat bangunan gereja itu, Salman berkata, “Demi Allah (Nasrani) lebih baik daripada agama yang kami (Majusi) anut.”

Alasannya adalah karena Nasrani mempunyai kitab yang jelas dan adanya keteraturan di gereja itu sendiri.

Dalam pandangan Salman saat itu, gereja lebih terstruktur, jelas yang disembah, dan ada poin-poin yang lebih baik daripada agama Majusi.

Hal yang perlu kita ingat adalah saat itu, Nasrani pegangannya masih berupa injil yang terjaga sehingga masih ada poin-poin tentang meyakini kedatangan seorang Nabi bernama Ahmad atau Muhammad yang akan menjadi nabi terakhir dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.

Setelah takjub terhadap gereja Nasrani, Salman berkata kepada rombongan Nasrani tersebut.

“Jika kalian telah selesai dengan urusan dan hendak kembali ke negara kalian, izinkanlah aku untuk ikut.”

Di sini terlihat adanya keinginan Salman untuk mencari sebuah kebenaran. Sayangnya, kepergian Salman untuk berjalan di jalan kebenaran tidaklah mudah.

Setelah diketahui ayahnya bahwa Salman tertarik dengan Nasrani, sang ayah yang tidak dialogis itu mengurung Salman dan bahkan ada riwayat yang mengatakan ia dipasung.

Akan tetapi, Salman berhasil meloloskan diri dan mengikuti rombongan Nasrani tersebut. Setelah berangkat, saat belajar dengan pendeta-pendeta Nasrani, Salman ternyata harus berpindah-pindah tempat karena banyak pendeta yang meninggal dunia.

Baca Juga: Raja Salman Hibahkan 50 ribu Lebih Alquran untuk Thailand

Melewati Empat Negeri

Dia bahkan melewati 4 negeri yang terpaut ratusan kilometer. Sampai akhirnya, Salman sampai ke Amuriyyah. Dia pun bertanya kepada pendetanya tentang ke mana lagi ia harus pergi.

Pendeta Amuriyah berkata, “Wahai, Anakku. Demi Allah aku tidak tahu apakah pagi ini (masih) ada seorang seperti kita di antara manusia.”

Namun, karena saat itu injil masih terjaga, sang pendeta pun memerintahkan Salman untuk pergi ke negeri Arab karena di sanalah tempat nabi terakhir akan berada.

“Aku perintahkan engkau untuk menemuinya, tetapi sudah tiba masa (kedatangan) seorang nabi yang diutus dengan (meneruskan) agama Ibrahim, ia akan lahir di negeri Arab.”

Berdasarkan pembacaan injil yang masih terjaga menujukkan bahwa akan turunnya seorang Nabi yang menjadi Nabi akhir zaman yang bernama Ahmad atau Muhammad yang Allah sucikan.

Akhirnya, berangkatlah Salman menuju Arab. Akan tetapi, saat itu Salman tidak mengetahui tentang rute perjalanannya.

Dia pun mengambil risiko untuk ikut dengan rombongan Arab yang tidak dikenal oleh
Salman.

Salman berkata, “Sertakan aku menuju negeri Arab, aku berikan lembu dan kambingku.”

Salman pun disertai dalam perjalanan tersebut. Namun, saat sampai di Wadi Al-Qura (Dekat Madinah), Salman dizalimi oleh rombongan tersebut dengan. Salman pun dijual untuk menjadi budak kepada seorang Yahudi.

Akhirnya, kehidupan Salman sebagai budak pun dimulai. Saat itu, Salman menjadi budak di Madinah sampai akhirnya Rasulullah dan rombongan hijrah ke Madinah.

Mendengar kedatangan seseorang yang ciri-cirinya disebutkan oleh pendeta Amurriyah membuat Salman mendatangi Rasulullah.

Salman pun mengetes apakah dia sungguhan seseorang yang diceritakan oleh pendeta. Ciri-cirinya adalah nabi tidak akan menerima sedekah, tetapi menerima hadiah dan ada tanda kenabian di punggungnya.

Benar adanya. Semua tanda-tanda tersebut ada di diri Rasulullah. Salman Al-Farisi pun masuk Islam dan statusnya dibebaskan dari budak.

Setelah menjadi seseorang yang merdeka kembali, Salman punmenjadi pribadi yang sangat gigih dalam berjuang di jalan Allah. Dia bahkan menjadi inisiator tentang penggalian parit sebagai perlindungan di perang Khandaq yang sangat bermanfaat untuk umat Islam. [Cms]

Tags: perang khandaqPersiaSalman al farisi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perbedaan Shalat Jamak dan Qasar

Next Post

Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Next Post
Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Ibadah Haji Pasca Pandemi

Ibadah Haji Pasca Pandemi

Mengenal Definisi Kasus Hepatitis

Mengenal Definisi Kasus Hepatitis

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3438 shares
    Share 1375 Tweet 860
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6707 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4099 shares
    Share 1640 Tweet 1025
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5270 shares
    Share 2108 Tweet 1318
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga