• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 1 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam

18/05/2022
in Kisah
Kisah Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam
150
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Kisah Salman Al-Farisi bisa menjadi inspirasi untuk kita agar gigih dalam kebenaran. Salman adalah seorang sahabat yang dahulunya menganut agama Majusi (menyembah api). Namun, dari Majusi, Salman tidak serta-merta langsung masuk Islam. Dia terlebih dahulu masuk ke agama Nasrani karena melihat betapa hebatnya Nasrani dibanding Majusi.

Baca Juga: Salman, Seorang Zuhud Putera Persi (3)

Salman Al-Farisi, Dari Penyembah Api dan Nasrani sampai jadi Islam

Diceritakan oleh Pegiat Sejarah Islam, Ustaz Agung Waspodo, Salman adalah seseorang yang berasal dari Persia dan merupakan penyembah api.

Namun, suatu ketika, Salman diperintahkan oleh ayahnya untuk pergi ke ladang melakukan pekerjaan. Saat di perjalanan, Salman melihat sebuah gereja. Saat itu, di daerah Persia, gereja sangatlah jarang sekali.

Setelah melihat bangunan gereja itu, Salman berkata, “Demi Allah (Nasrani) lebih baik daripada agama yang kami (Majusi) anut.”

Alasannya adalah karena Nasrani mempunyai kitab yang jelas dan adanya keteraturan di gereja itu sendiri.

Dalam pandangan Salman saat itu, gereja lebih terstruktur, jelas yang disembah, dan ada poin-poin yang lebih baik daripada agama Majusi.

Hal yang perlu kita ingat adalah saat itu, Nasrani pegangannya masih berupa injil yang terjaga sehingga masih ada poin-poin tentang meyakini kedatangan seorang Nabi bernama Ahmad atau Muhammad yang akan menjadi nabi terakhir dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.

Setelah takjub terhadap gereja Nasrani, Salman berkata kepada rombongan Nasrani tersebut.

“Jika kalian telah selesai dengan urusan dan hendak kembali ke negara kalian, izinkanlah aku untuk ikut.”

Di sini terlihat adanya keinginan Salman untuk mencari sebuah kebenaran. Sayangnya, kepergian Salman untuk berjalan di jalan kebenaran tidaklah mudah.

Setelah diketahui ayahnya bahwa Salman tertarik dengan Nasrani, sang ayah yang tidak dialogis itu mengurung Salman dan bahkan ada riwayat yang mengatakan ia dipasung.

Akan tetapi, Salman berhasil meloloskan diri dan mengikuti rombongan Nasrani tersebut. Setelah berangkat, saat belajar dengan pendeta-pendeta Nasrani, Salman ternyata harus berpindah-pindah tempat karena banyak pendeta yang meninggal dunia.

Baca Juga: Raja Salman Hibahkan 50 ribu Lebih Alquran untuk Thailand

Melewati Empat Negeri

Dia bahkan melewati 4 negeri yang terpaut ratusan kilometer. Sampai akhirnya, Salman sampai ke Amuriyyah. Dia pun bertanya kepada pendetanya tentang ke mana lagi ia harus pergi.

Pendeta Amuriyah berkata, “Wahai, Anakku. Demi Allah aku tidak tahu apakah pagi ini (masih) ada seorang seperti kita di antara manusia.”

Namun, karena saat itu injil masih terjaga, sang pendeta pun memerintahkan Salman untuk pergi ke negeri Arab karena di sanalah tempat nabi terakhir akan berada.

“Aku perintahkan engkau untuk menemuinya, tetapi sudah tiba masa (kedatangan) seorang nabi yang diutus dengan (meneruskan) agama Ibrahim, ia akan lahir di negeri Arab.”

Berdasarkan pembacaan injil yang masih terjaga menujukkan bahwa akan turunnya seorang Nabi yang menjadi Nabi akhir zaman yang bernama Ahmad atau Muhammad yang Allah sucikan.

Akhirnya, berangkatlah Salman menuju Arab. Akan tetapi, saat itu Salman tidak mengetahui tentang rute perjalanannya.

Dia pun mengambil risiko untuk ikut dengan rombongan Arab yang tidak dikenal oleh
Salman.

Salman berkata, “Sertakan aku menuju negeri Arab, aku berikan lembu dan kambingku.”

Salman pun disertai dalam perjalanan tersebut. Namun, saat sampai di Wadi Al-Qura (Dekat Madinah), Salman dizalimi oleh rombongan tersebut dengan. Salman pun dijual untuk menjadi budak kepada seorang Yahudi.

Akhirnya, kehidupan Salman sebagai budak pun dimulai. Saat itu, Salman menjadi budak di Madinah sampai akhirnya Rasulullah dan rombongan hijrah ke Madinah.

Mendengar kedatangan seseorang yang ciri-cirinya disebutkan oleh pendeta Amurriyah membuat Salman mendatangi Rasulullah.

Salman pun mengetes apakah dia sungguhan seseorang yang diceritakan oleh pendeta. Ciri-cirinya adalah nabi tidak akan menerima sedekah, tetapi menerima hadiah dan ada tanda kenabian di punggungnya.

Benar adanya. Semua tanda-tanda tersebut ada di diri Rasulullah. Salman Al-Farisi pun masuk Islam dan statusnya dibebaskan dari budak.

Setelah menjadi seseorang yang merdeka kembali, Salman punmenjadi pribadi yang sangat gigih dalam berjuang di jalan Allah. Dia bahkan menjadi inisiator tentang penggalian parit sebagai perlindungan di perang Khandaq yang sangat bermanfaat untuk umat Islam. [Cms]

Tags: perang khandaqPersiaSalman al farisi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perbedaan Shalat Jamak dan Qasar

Next Post

Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Next Post
Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Pada Ajang Global Good Governance 2022, BAZNAS Raih Dua Penghargaan Internasional

Ibadah Haji Pasca Pandemi

Ibadah Haji Pasca Pandemi

Mengenal Definisi Kasus Hepatitis

Mengenal Definisi Kasus Hepatitis

  • Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3736 shares
    Share 1494 Tweet 934
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8301 shares
    Share 3320 Tweet 2075
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2092 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11299 shares
    Share 4520 Tweet 2825
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4256 shares
    Share 1702 Tweet 1064
  • Khutbah Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3328 shares
    Share 1331 Tweet 832
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga