• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 3 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

03/09/2026
in Kisah
Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

Sumber: Pixabay

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM sejarah Islam, banyak shahabiyah yang dikenal karena keberanian, ilmu, dan ketakwaannya. Salah satunya adalah Dhuba’ah binti Amir, yang lebih dikenal dalam kitab-kitab hadis sebagai Dhuba’ah binti Az-Zubair bin Abdul Muththalib, sepupu Rasulullah. Kisahnya tidak banyak diceritakan seperti Khadijah atau Aisyah, tetapi satu peristiwa hidupnya menjadi pelajaran besar bagi kaum muslimin, khususnya bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.

Dhuba’ah adalah seorang wanita mulia dari Bani Hasyim. Ia menikah dengan sahabat besar, Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, salah seorang pejuang yang ikut dalam Perang Badar. Dari keluarga inilah lahir generasi yang tumbuh dalam naungan iman dan kecintaan kepada Rasulullah.

Baca Juga: Asy Syifa Binti Abdullah Perempuan Cerdas yang Mengajarkan Ilmu kepada Muslimah

Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

Keinginan Berhaji di tengah Kondisi Sakit

Suatu hari Dhuba’ah datang menemui Rasulullah dengan membawa kegelisahan. Ia memiliki keinginan yang sangat besar untuk menunaikan ibadah haji, tetapi tubuhnya sedang lemah dan sakit. Ia khawatir tidak mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah apabila kondisi kesehatannya semakin memburuk di perjalanan.

Dengan penuh adab ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku ingin berhaji. Bolehkah aku membuat syarat ketika ihram?” Pertanyaan sederhana itu kemudian melahirkan salah satu sunnah yang sangat penting dalam fikih haji.

Rasulullah Mengajarkan Doa yang Penuh Tawakal

Rasulullah menjawab, “Ya, berhajilah dan buatlah syarat.” Beliau kemudian mengajarkan Dhuba’ah membaca talbiyah dengan tambahan doa:

“Allahumma mahilli haitsu habastani.”

Artinya, “Ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku.” Maksudnya, apabila ia benar-benar terhalang karena sakit atau uzur syar’i, maka ia diperbolehkan bertahallul tanpa terkena kewajiban dam sebagaimana orang yang meninggalkan manasik tanpa uzur. Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadis lainnya.

Pelajaran tentang Ikhtiar dan Tawakal

Yang membuat kisah Dhuba’ah begitu istimewa bukan hanya doa tersebut, tetapi sikap hatinya. Ia tidak membatalkan niat berhaji hanya karena sakit. Sebaliknya, ia tetap berikhtiar menjalankan ibadah sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam: berusaha semaksimal mungkin, namun tetap menyadari bahwa segala kemampuan berada di bawah kehendak Allah.

Dari Dhuba’ah kita belajar bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti mendekat kepada Allah. Justru dalam kelemahan itulah seorang hamba menunjukkan ketergantungannya kepada Rabb semesta alam.

Teladan bagi Muslimah Sepanjang Zaman

Kisah Dhuba’ah juga mengajarkan pentingnya mencari ilmu sebelum beribadah. Ia tidak berasumsi sendiri tentang hukum haji ketika sakit, tetapi datang bertanya kepada Rasulullah. Sikap rendah hati untuk belajar inilah yang menjadikan ibadah lebih benar dan lebih menenangkan hati.

Bagi calon jamaah haji maupun umrah, sunnah isytirath (membuat syarat ketika ihram) masih diamalkan hingga hari ini bagi mereka yang memiliki kekhawatiran karena sakit, usia lanjut, atau kondisi tertentu. Semua berawal dari keteladanan seorang shahabiyah yang jujur mengakui kelemahannya di hadapan Nabi.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Semoga Allah menanamkan dalam hati kita semangat Dhuba’ah: tidak menyerah karena keterbatasan, selalu bertanya kepada ahlinya ketika belum memahami agama, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap langkah ibadah. [DW]

Tags: Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LPPOM Ungkap Cara Mudah Pelaku UMK Urus Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Next Post

Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Next Post
Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Belajar Menangkap Pesan

Dakwah itu Berhadapan dengan Kekuasaan

Cara Menyelesaikan Masalah dari Sudut Pandang Islam

Cara Menyelesaikan Masalah dari Sudut Pandang Islam

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1064 shares
    Share 426 Tweet 266
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9237 shares
    Share 3695 Tweet 2309
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • El Nino Kuat Mengintai Indonesia Saatnya Bersiap dari Sekarang

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4183 shares
    Share 1673 Tweet 1046
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    770 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2453 shares
    Share 981 Tweet 613
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2345 shares
    Share 938 Tweet 586
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga