• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

03/09/2026
in Kisah
Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

Sumber: Pixabay

70
SHARES
537
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM sejarah Islam, banyak shahabiyah yang dikenal karena keberanian, ilmu, dan ketakwaannya. Salah satunya adalah Dhuba’ah binti Amir, yang lebih dikenal dalam kitab-kitab hadis sebagai Dhuba’ah binti Az-Zubair bin Abdul Muththalib, sepupu Rasulullah. Kisahnya tidak banyak diceritakan seperti Khadijah atau Aisyah, tetapi satu peristiwa hidupnya menjadi pelajaran besar bagi kaum muslimin, khususnya bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.

Dhuba’ah adalah seorang wanita mulia dari Bani Hasyim. Ia menikah dengan sahabat besar, Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, salah seorang pejuang yang ikut dalam Perang Badar. Dari keluarga inilah lahir generasi yang tumbuh dalam naungan iman dan kecintaan kepada Rasulullah.

Baca Juga: Asy Syifa Binti Abdullah Perempuan Cerdas yang Mengajarkan Ilmu kepada Muslimah

Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah

Keinginan Berhaji di tengah Kondisi Sakit

Suatu hari Dhuba’ah datang menemui Rasulullah dengan membawa kegelisahan. Ia memiliki keinginan yang sangat besar untuk menunaikan ibadah haji, tetapi tubuhnya sedang lemah dan sakit. Ia khawatir tidak mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah apabila kondisi kesehatannya semakin memburuk di perjalanan.

Dengan penuh adab ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku ingin berhaji. Bolehkah aku membuat syarat ketika ihram?” Pertanyaan sederhana itu kemudian melahirkan salah satu sunnah yang sangat penting dalam fikih haji.

Rasulullah Mengajarkan Doa yang Penuh Tawakal

Rasulullah menjawab, “Ya, berhajilah dan buatlah syarat.” Beliau kemudian mengajarkan Dhuba’ah membaca talbiyah dengan tambahan doa:

“Allahumma mahilli haitsu habastani.”

Artinya, “Ya Allah, tempat tahallulku adalah di mana saja Engkau menahanku.” Maksudnya, apabila ia benar-benar terhalang karena sakit atau uzur syar’i, maka ia diperbolehkan bertahallul tanpa terkena kewajiban dam sebagaimana orang yang meninggalkan manasik tanpa uzur. Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadis lainnya.

Pelajaran tentang Ikhtiar dan Tawakal

Yang membuat kisah Dhuba’ah begitu istimewa bukan hanya doa tersebut, tetapi sikap hatinya. Ia tidak membatalkan niat berhaji hanya karena sakit. Sebaliknya, ia tetap berikhtiar menjalankan ibadah sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam: berusaha semaksimal mungkin, namun tetap menyadari bahwa segala kemampuan berada di bawah kehendak Allah.

Dari Dhuba’ah kita belajar bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti mendekat kepada Allah. Justru dalam kelemahan itulah seorang hamba menunjukkan ketergantungannya kepada Rabb semesta alam.

Teladan bagi Muslimah Sepanjang Zaman

Kisah Dhuba’ah juga mengajarkan pentingnya mencari ilmu sebelum beribadah. Ia tidak berasumsi sendiri tentang hukum haji ketika sakit, tetapi datang bertanya kepada Rasulullah. Sikap rendah hati untuk belajar inilah yang menjadikan ibadah lebih benar dan lebih menenangkan hati.

Bagi calon jamaah haji maupun umrah, sunnah isytirath (membuat syarat ketika ihram) masih diamalkan hingga hari ini bagi mereka yang memiliki kekhawatiran karena sakit, usia lanjut, atau kondisi tertentu. Semua berawal dari keteladanan seorang shahabiyah yang jujur mengakui kelemahannya di hadapan Nabi.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Semoga Allah menanamkan dalam hati kita semangat Dhuba’ah: tidak menyerah karena keterbatasan, selalu bertanya kepada ahlinya ketika belum memahami agama, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap langkah ibadah. [DW]

Tags: Keteladanan Dhubaah Binti Amir dalam Menyerahkan Urusan kepada Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LPPOM Ungkap Cara Mudah Pelaku UMK Urus Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Next Post

Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Next Post
Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Hal yang Harus Diperhatikan Para Muslimah Sebelum Olahraga ke Gym

Hukum Belajar Agama karena Mau Jadi Ustaz

Hukum Belajar Agama karena Mau Jadi Ustaz

Bahan Skincare yang Bisa Mengecilkan Pori-Pori

Bahan Skincare yang Bisa Mengecilkan Pori-Pori

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9577 shares
    Share 3831 Tweet 2394
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    300 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Baterai HP Lebih Tahan Lama dengan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11859 shares
    Share 4744 Tweet 2965
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga