• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kebesaran tanpa Kemegahan

07/12/2025
in Kisah, Unggulan
Kebesaran tanpa Kemegahan

Kebesaran tanpa Kemegahan (foto: pixabay)

85
SHARES
657
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kebesaran tanpa kemegahan ini disadur dari tulisan Muhammad Fauzil Adhim yang ditulis pada tahun 2011. Bermula dari kisah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.

Inilah kesaksian Umar bin Khaththab tentang kekasihnya, Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Ketika ia memasuki Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ia dapati Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di tempat minumnya.

Tampaklah guratan-guratan tikar membekas di punggung Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam dan hanya gantangan gandum yang tergantung di rumahnya.

Tak terasa, air mata menetes di pelupuk mata Umar bin Khaththab.

Ia tak kuat menahan haru. Di hadapannya seorang manusia besar yang amat berpengaruh, tetapi tak ada yang ia miliki di rumah.

Umar bin Khaththab kemudian berkata, “Wahai Rasul Allah, engkau telah mengetahui gaya hidup Kisra dan Kaisar.”

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. menjawab, “Wahai putra al-Khaththab, relakah engkau jika akhirat menjadi milik kita dan dunia menjadi milik mereka?”

Baca Juga: Kemegahan Masjid Biru Turki, Kebanggaan Umat Muslim Dunia

Kebesaran tanpa Kemegahan

Inilah jawaban Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, memimpin yang sering menghabiskan waktunya untuk menahan lapar dan menangisi ummatnya.

Ia sangat murah hati kepada setiap yang membutuhkan. Kedermawanannya telah menghapus air mata orang-orang papa dan menumbuhkan kebahagiaan orang-orang yang tak berpunya.

Tetapi terhadap dirinya sendiri, ia kadang bahkan harus menyelipkan beberapa buah batu agar lapar yang melilit itu tak terlalu terasa.

Inilah Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, pemimpin yang kasih-sayangnya mendahului kemarahannya. Ia lebih mudah luluh, hatinya mudah tersentuh, bahkan terhadap mereka yang tidak mau beriman Allah dan rasul-Nya.

Amat pedih dirasakan olehnya penderitaan ummat manusia, dan amat besar keinginannya untuk membawa manusia pada keselamatan.

Begitu besarnya keinginan untuk mengantarkan hidayah, sampai-sampai tak dirasakan olehnya hidup yang berat bagi dirinya.

Tetapi kalau ia menyaksikan orang lain sedang ditimpa kesusahan, ia lebih dulu mengulurkan bantuannya daripada orang lain.

Baca Juga: Ini Potret Kemegahan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta

Inilah Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, pemimpin sejati yang selalu memikirkan umat bahkan hingga detik-detik ketika malaikat maut menjemput untuk mencabut ruhnya yang suci.

Kepada kita, Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tentang betapa kecil dunia dibandingkan kebahagiaan akhirat.

Nikmat yang kita rasakan hari ini, tak sebanding bahkan dibanding satu tarikan nafas karunia Allah ’Azza wa Jalla di surga.

Ini bukan berarti perintah agar kita meninggalkan kehidupan dunia, tetapi agar kita menggunakan dunia sebagai kendaraan untuk menuju kerajaan Allah Yang Tertinggi, yakni surga-Nya yang disediakan untuk para nabi, syuhada, mukhlishin dan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.

Baca Juga: Batik dan Lurik Jadi Bentuk Kemegahan Borobudur di Panggung IFW 2018

Hari ini, ketika beribu-ribu saudara kita ditimpa kesusahan karena kebutuhan hidup yang semakin tak teraih, rasanya amat besar kerinduan kita terhadap pemimpin-pemimpin sejati seperti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabat yang mulia.

Kita menanti, kapankah datangnya seorang pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz; seorang khalifah yang sering tidak mendapati makanan yang layak.

Padahal, ia telah mengantarkan rakyatnya pada kemakmuran yang luar biasa. Ia menahan diri dari yang halal, kecuali sangat sedikit, hanya karena takut terjatuh pada perbuatan zalim.

Ia membangun kebesaran tanpa kemegahan dengan kekuatan jiwa dan ruhiyahnya. Sementara di negeri ini, kita mendapati kemegahan tanpa kebesaran.

Kita memiliki gedung-gedung megah, tetapi harga diri sudah tak ada lagi. Bahkan, mereka yang disebut ustadz pun tak sedikit yang minder jika tidak kekayaan bertumpuk.

Mereka lebih memuliakan orang kaya daripada pejuang yang bertakwa.

Akibatnya, dakwah mereka kering dan wibawa mereka nyaris tak ada. Inginnya menjaga muru’ah, tapi justru kehilangan ‘izzah dakwah.

Semoga Allah menolong kita.[ind]

Tags: Kebesaran tanpa Kemegahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jus Nanas dan Belimbing Baik untuk Batuk Berdahak Maupun Tidak

Next Post

Ketahui, Manfaat Talas untuk Kesehatan Kulit

Next Post
Ketahui, Manfaat Talas untuk Kesehatan Kulit

Ketahui, Manfaat Talas untuk Kesehatan Kulit

Cut Meyriska Jadi Wajah Koleksi Family Set Terbaru Nobby, Linara dan Cendara

Cut Meyriska Jadi Wajah Koleksi Family Set Terbaru Nobby, Linara dan Cendara

Memahami Bahasa Non Verbal Suami

Memahami Bahasa Non Verbal Suami

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7916 shares
    Share 3166 Tweet 1979
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3448 shares
    Share 1379 Tweet 862
  • Salimah Kota Tangerang Siap Terjun ke Masyarakat Usai Dilantik

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Bolehkah Puasa Daud dan Puasa Ayamul Bidh Digabung

    636 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2120 shares
    Share 848 Tweet 530
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Sejumlah Tokoh Luncurkan Petisi Serukan Indonesia Tarik Diri dari Dewan Perdamaian BOP

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga