• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 13 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Belajar Rida dari Lukman dan Anaknya

04/01/2023
in Kisah
Mengetahui segala hal yang ada

Foto: Pexels/Pixabay

91
SHARES
698
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BELAJAR rida dari Lukman dan anaknya. Terkadang, Ayah Bunda mendapati ananda tengah bersedih hati karena ada sesuatu yang dia inginkan tapi tidak dapat ia raih.

Kisah Lukman dan anaknya bisa menjadi sumber inspirasi dan pemahaman bahwa apa yng terjadi pada diri kita atau yang sering kita sebut sebagai takdir Allah adalah untuk kebaikan kita.

Sa’id bin Musayyab berkata, “Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, jika ada sesuatu yang menimpamu, entah engkau sukai atau engkau benci, maka katakanlah di dalam hatimu bahwa itu adalah yang terbaik bagimu.”

Baca Juga: Merias Diri untuk Suami dan Menggapai Rida Allah

Belajar Rida dari Lukman dan Anaknya

“Yang seperti ini belum bisa aku cerna sebelum aku mengetahui apa yang ayah katakana memang benar seperti itu,” ujar anak Lukman

“Sesungguhnya Allah telah mengutus seorang Nabi. Mari kita menemuinya karena dia akan menjelaskan apa yang kukatakan kepadamu.”

Lukman dan anaknya pun menempuh perjalanan yang jauh hingga berhari-hari. Mereka mengarungi padang pasir yang luas membentang.

Ketika perbekalan sudah habis dan keledai mereka sudah sangat lelah, di tengah terik matahari yang membakar ubun-ubun mereka, Lukman melihat bayang-bayang hitam dan asap mengepul di hadapannya.

“Bayang-bayang hitam adalah pepohonan dan asap mengepul adalah ddaerah perkampungan,” bisik Lukman pada dirinya sendiri. Dia tidak ingin berfikir buruk terhadap apa yang dia lihat.

Dalam keadaan lapar dan letih tiba-tiba anak Lukman menginjak sepotong tulang. Tulang itu menembus kakinya. Seketika itu ia tersungkur dan pingsan. Lukman langsung memeluk anaknya.

Ia mencabut tulang dari kaki anaknya dan membalut luka dengan sorbannya. Dia memandangi wajah anaknya dan menangis.

Lalu anaknya pun siuman dan berkata, “Ayah, engkau menangis padahal engkau berkata, yang demikian inilah yang terbaik bagiku.’

“Tentang tangisku ini, Nak. Aku ingin menebusmu dengan seluruh bagianku di dunia ini. Bagaimanapun aku seorang ayah yang memiliki rasa sayang sebagai ayah.

Tentang perkataanmu, boleh jadi yang dipalingkan darimu lebih besar dari musibah yang menimpamu saat ini. Boleh jadi apa yang menimpamu lebih ringan dari apa yang dipalingkan darimu.”

Ketika sedang berbincang, bayangan hitam dan asap mengepul nampak lagi di hadapan mereka. “Aku tidak melihat sesuatu pun. Boleh jadi Allahlah yang telah menciptakan apa yang telah kulihat tadi.”

Tiba-tiba datanglah seseorang yang menunggang kuda, mengenakan pakaian serba putih dan begitu gagahnya, “Bukankah engkau Lukman?” tanyanya.

“Benar. Siapakah engkau wahai hamba Allah?”

“Aku adalah jibril. Tidak ada yang bisa melihatku kecuali malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah atau nabi yang diutus.

Sekalipun begitu, engkau masih bisa melihatku. Lalu apa yang dikatakan anakmu yang bodoh itu?”

“Apa engkau tidak mengetahuinya?”

“Aku tidak tahu sedikit pun urusan kalian berdua. Hanya saja aku akan melindungi kalian berdua. Rabb-ku telah memerintahkan kepadaku untuk menjungkirbalikkan kota itu dan seisinya.

Sementara orang-orang mengabarkan kepadaku jika kalian hendak datang ke kota itu. Lalu aku berdoa kepada Rabb-ku untuk menahan kalian menurut kehendak-Nya agar aku dapat menyusul kalian.

Maka Dia menahan kalian dengan musibah yang menimpa anakmu sehingga aku dapat menyusul ke sini. Jika bukan karena musibah itu, tentu kalian sudah lumat bersama lumatnya kota yang kalian tuju.”

Jibril mengusap kaki anak Lukman dan luka di kakinya itu langsung sembuh. Anak lukman pun langsung bisa berdiri tegak. Jibril mengusap kantung makanan dan air mereka.

Seketika kantung-kantung itu terisi penuh. Begitu juga dengan keledai mereka, dengan satu usapan tangan Jibril, keledai-keledai itu kembali segar dan kuat. Mereka melesat cepat mengantarkan Lukman dan anaknya kembali ke rumah. [Maya Agustiana/Cms]

*Sumber : Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah.

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Membersihkan Marah dari Pribadi Suami Istri

Next Post

Nurlaila Raih Peningkatan Omzet Usaha Setelah Mendapat Bantuan Modal dan Pelatihan dari BAZNAS

Next Post
Nurlaila Raih Peningkatan Omzet Usaha Setelah Mendapat Bantuan Modal dan Pelatihan dari BAZNAS

Nurlaila Raih Peningkatan Omzet Usaha Setelah Mendapat Bantuan Modal dan Pelatihan dari BAZNAS

Tips Miliki Tubuh Idaman Seperti Cewek Korea

Tips Miliki Tubuh Idaman Seperti Cewek Korea

Sesaat Kau Hadir

Dilema Orang tua yang Mau Membuat Acara sama Anak Buahnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8384 shares
    Share 3354 Tweet 2096
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4299 shares
    Share 1720 Tweet 1075
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3783 shares
    Share 1513 Tweet 946
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • BGN Wajibkan Seluruh SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11326 shares
    Share 4530 Tweet 2832
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Istana Nurul Iman Brunei Tercatat Terbesar di Dunia, Luasnya hingga 200.000 Meter Persegi

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Pemuda Indonesia Hadir di Pembukaan OIC Youth Capital Konya 2026, Kota Kelahiran Rumi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga