• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

25/05/2022
in Kisah
Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

Foto: Unsplash/Muhammad Daudy

89
SHARES
682
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Sahabat Muslim, adakah yang masih menganggap bahwa bekerja demi mendapat balasan Allah itu berarti kita menolak upah hasil kerja kita? Ada sebuah kisah pada masa Umar bin Khattab yang menjelaskan tentang hal tersebut. Ternyata, Rasulullah pernah berkata kepada Umar bahwa apabila diberikan upah, maka terimalah.

Baca Juga: Salimah Gayo lues Bekerja sama dengan IKADI Gelar Kajian Dhuha

Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

Pada masa kekhalifahan Umar, beliau mempercayakan pengelolaan harta sedekah kepada seorang sahabat bernama Abdullah bin As-Sa`adi.

Setiap kali Abdullah bin As-Sa`adi telah menyelesaikan tugasnya, Umar langsung memberikan upah yang sudah menjadi hak Abdullah. Namun, Abdullah sempat menolak upah tersebut dan berkata, “Sesungguhnya, aku bekerja demi mendapat balasan dari Allah.”

Mendengar alasan itu, Umar menjelaskan, “Ambillah pemberian ini. Sewaktu aku bekerja di masa Rasulullah, beliau memberikan upah atas hasil pekerjaanku. Namun, persis sepertimu, aku juga mengutarakan apa yang kamu utarakan. Rasulullah berkata kepadaku, ‘Manakala engkau diberi sesuatu tanpa meminta, maka terimalah, dan bersedekahlah (dengannya).” (HR. Muslim)

Dari kisah di atas, kita tahu bahwa upah bukan merupakan sesuatu yang terlarang untuk kita terima. Akan tetapi, dijelaskan oleh Umar, ketika kita mendapatkan sesuatu tanpa meminta. Jadi, jangan sampai kita mengada-ada dengan justru memaksa setiap pekerjaan yang kita lakukan haruslah diberi upah, padahal dalam perjanjian awal memang sudah dijelaskan tidak ada pemberian upah.

Selain itu, jangan sampai hal ini membuat kita menjadi enggan untuk berdakwah. Seperti diketahui, ketika kita berdakwah, kita merasakan lelahnya seperti orang bekerja.

Namun, bukan seperti bekerja, saat berdakwah, kita tidak jarang tidak mendapatkan upah. Oleh sebab itu, kita pun harus berhati-hati dengan hasrat kita terhadap uang.

Upah itu tidak ada kaitannya dengan ikhlas atau tidak ikhlas yang sejatinya termasuk amalan hati. Keikhlasan itu berada di tempat yang jauh lebih tinggi daripada aktivitas fisik yang diupahi secara manusiawi.

Dijelaskan dalam buku “Muslimpreneur: Rahasia Pengusaha Muslim Sukses Ala Sahabat Nabi” yang ditulis oleh Ustaz Nurdin Apud Sarbini Lc., M.Pd., upah itu hanya sebatas penghargaan dari sesama manusia dan hanya bonus dunia. Oleh sebab itu, bekerja bagi seorang Muslim tidaklah hanya berdimensi duniawi, melainkan juga berdimensi ukhrawi,

Bagi orang Muslim, bekerja tidak hanya berdampak pada bertambahnya gaji dan penghasilannya, melainkan juga memiliki pengaruh pada kedudukannya di hadapan Allah.

Bekerja juga tidak untuk kepentingan diri sendiri saja. Namun, sebagai sarana untuk menaikkan derajat di hadapan Allah. [Cms]

Tags: Bekerja bukan menolak upah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Optimalisasi Fungsi Saung Ilmu

Next Post

Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Next Post
Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Qanaah Kunci Bahagia

Kirim Al Fatihah untuk Rasulullah Bukan Warisan dari Budaya Jawa

Kirim Al Fatihah untuk Rasulullah Bukan Warisan dari Budaya Jawa

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Wardah Hadirkan Soft Glam Arabian untuk Amna Al Qubaisi di TIME100 Sports Gala Lewat Kolaborasi Beauty Talent Internasional

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8936 shares
    Share 3574 Tweet 2234
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4033 shares
    Share 1613 Tweet 1008
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1116 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4699 shares
    Share 1880 Tweet 1175
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11612 shares
    Share 4645 Tweet 2903
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3493 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2294 shares
    Share 918 Tweet 574
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga