• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 18 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

25/05/2022
in Kisah
Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

Foto: Unsplash/Muhammad Daudy

90
SHARES
690
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Sahabat Muslim, adakah yang masih menganggap bahwa bekerja demi mendapat balasan Allah itu berarti kita menolak upah hasil kerja kita? Ada sebuah kisah pada masa Umar bin Khattab yang menjelaskan tentang hal tersebut. Ternyata, Rasulullah pernah berkata kepada Umar bahwa apabila diberikan upah, maka terimalah.

Baca Juga: Salimah Gayo lues Bekerja sama dengan IKADI Gelar Kajian Dhuha

Bekerja Demi Mendapat Balasan Allah bukan berarti Menolak Upah

Pada masa kekhalifahan Umar, beliau mempercayakan pengelolaan harta sedekah kepada seorang sahabat bernama Abdullah bin As-Sa`adi.

Setiap kali Abdullah bin As-Sa`adi telah menyelesaikan tugasnya, Umar langsung memberikan upah yang sudah menjadi hak Abdullah. Namun, Abdullah sempat menolak upah tersebut dan berkata, “Sesungguhnya, aku bekerja demi mendapat balasan dari Allah.”

Mendengar alasan itu, Umar menjelaskan, “Ambillah pemberian ini. Sewaktu aku bekerja di masa Rasulullah, beliau memberikan upah atas hasil pekerjaanku. Namun, persis sepertimu, aku juga mengutarakan apa yang kamu utarakan. Rasulullah berkata kepadaku, ‘Manakala engkau diberi sesuatu tanpa meminta, maka terimalah, dan bersedekahlah (dengannya).” (HR. Muslim)

Dari kisah di atas, kita tahu bahwa upah bukan merupakan sesuatu yang terlarang untuk kita terima. Akan tetapi, dijelaskan oleh Umar, ketika kita mendapatkan sesuatu tanpa meminta. Jadi, jangan sampai kita mengada-ada dengan justru memaksa setiap pekerjaan yang kita lakukan haruslah diberi upah, padahal dalam perjanjian awal memang sudah dijelaskan tidak ada pemberian upah.

Selain itu, jangan sampai hal ini membuat kita menjadi enggan untuk berdakwah. Seperti diketahui, ketika kita berdakwah, kita merasakan lelahnya seperti orang bekerja.

Namun, bukan seperti bekerja, saat berdakwah, kita tidak jarang tidak mendapatkan upah. Oleh sebab itu, kita pun harus berhati-hati dengan hasrat kita terhadap uang.

Upah itu tidak ada kaitannya dengan ikhlas atau tidak ikhlas yang sejatinya termasuk amalan hati. Keikhlasan itu berada di tempat yang jauh lebih tinggi daripada aktivitas fisik yang diupahi secara manusiawi.

Dijelaskan dalam buku “Muslimpreneur: Rahasia Pengusaha Muslim Sukses Ala Sahabat Nabi” yang ditulis oleh Ustaz Nurdin Apud Sarbini Lc., M.Pd., upah itu hanya sebatas penghargaan dari sesama manusia dan hanya bonus dunia. Oleh sebab itu, bekerja bagi seorang Muslim tidaklah hanya berdimensi duniawi, melainkan juga berdimensi ukhrawi,

Bagi orang Muslim, bekerja tidak hanya berdampak pada bertambahnya gaji dan penghasilannya, melainkan juga memiliki pengaruh pada kedudukannya di hadapan Allah.

Bekerja juga tidak untuk kepentingan diri sendiri saja. Namun, sebagai sarana untuk menaikkan derajat di hadapan Allah. [Cms]

Tags: Bekerja bukan menolak upah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Optimalisasi Fungsi Saung Ilmu

Next Post

Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Next Post
Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Ketika Eropa Tampak Tak Berdaya

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Qanaah Kunci Bahagia

Kirim Al Fatihah untuk Rasulullah Bukan Warisan dari Budaya Jawa

Kirim Al Fatihah untuk Rasulullah Bukan Warisan dari Budaya Jawa

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9555 shares
    Share 3822 Tweet 2389
  • Mazhab: Jalan Menuju Cahaya, Bukan Tembok Pemisah

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1371 shares
    Share 548 Tweet 343
  • Kelompok Islam Inggris Boikot Program ‘Pencegahan’

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Tangis Para Sahabat Nabi

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Pemerintahan Biden akan Mengatur Ulang Hubungan dengan Palestina

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Positif Covid, Aa Gym: Alhamdulillah ala kulli hal

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Keajaiban Doa

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Model Halima Aden Berhenti dari Peragaan Busana karena Keyakinan Agama

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga