• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Abu Sufyan bin Al-Harits, Sepupu Rasulullah yang Berubah Menjadi Pembela Islam

06/06/2026
in Kisah
Abu Sufyan bin Al-Harits, Sepupu Rasulullah yang Berubah Menjadi Pembela Islam

Sumber: Pixabay

70
SHARES
541
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KETIKA membahas para sahabat Rasulullah, banyak orang mengenal nama Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, atau Ali bin Abi Thalib. Namun, ada sosok sahabat yang kisah hidupnya penuh pelajaran tentang taubat dan perubahan diri, yaitu Abu Sufyan bin Al-Harits bin Abdul Muthalib.

Ia adalah sepupu sekaligus saudara sesusuan Rasulullah yang pada awalnya menjadi salah satu penentang dakwah Islam, tetapi kemudian berubah menjadi pembela agama yang setia.

Abu Sufyan bin Al-Harits berasal dari keluarga Bani Hasyim, keluarga yang sama dengan Rasulullah. Sejak kecil, ia tumbuh bersama Nabi Muhammad dan memiliki hubungan yang sangat dekat.

Namun, ketika Rasulullah diangkat menjadi nabi dan mulai menyampaikan risalah Islam, Abu Sufyan belum menerima ajaran tersebut. Bahkan, ia termasuk orang yang keras menentang dakwah Islam pada masa-masa awal.

Baca Juga: Umair bin Sa’ad, Pemimpin Amanah yang Mengutamakan Akhirat

Abu Sufyan bin Al-Harits, Sepupu Rasulullah yang Berubah Menjadi Pembela Islam

Dalam beberapa riwayat sejarah disebutkan bahwa Abu Sufyan pernah menggunakan syair-syairnya untuk mengkritik dan menyerang Rasulullah.

Pada masa itu, syair memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Arab sehingga kritik melalui puisi menjadi salah satu bentuk perlawanan terhadap dakwah Islam. Meski demikian, Rasulullah tetap bersabar menghadapi sikap sepupunya tersebut.

Seiring berjalannya waktu, hati Abu Sufyan mulai terbuka terhadap kebenaran Islam. Menjelang peristiwa Fathu Makkah atau pembebasan Kota Makkah pada tahun 8 Hijriah, ia memutuskan untuk menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya.

Keputusan ini tidak mudah karena ia harus mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya terhadap Nabi.

Ketika datang menemui Rasulullah bersama putranya, Ja’far, Abu Sufyan berharap mendapatkan ampunan. Awalnya ia merasa khawatir karena pernah menjadi musuh dakwah Islam.

Namun, Rasulullah yang dikenal penuh kasih sayang akhirnya menerima taubatnya. Peristiwa ini menunjukkan betapa luasnya pintu ampunan dalam Islam bagi siapa saja yang sungguh-sungguh ingin kembali ke jalan yang benar.

Setelah memeluk Islam, Abu Sufyan berusaha menebus masa lalunya dengan berbagai amal kebaikan dan pengorbanan. Ia menunjukkan kesungguhan iman yang luar biasa.

Salah satu bukti ketulusannya terlihat dalam Perang Hunain. Ketika sebagian pasukan Muslim sempat mengalami kepanikan akibat serangan mendadak musuh, Abu Sufyan tetap berada di dekat Rasulullah.

Dalam peperangan tersebut, ia memegang kendali bagal Rasulullah  dan tidak meninggalkan beliau meskipun situasi sangat berbahaya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kesetiaan dan keberaniannya menjadi bukti bahwa keimanannya bukan sekadar ucapan, melainkan tercermin dalam tindakan nyata. Dari seorang penentang dakwah, ia berubah menjadi pelindung Rasulullah  di medan perang.

Selain dikenal sebagai pejuang yang pemberani, Abu Sufyan juga menghabiskan sisa hidupnya dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para ulama sejarah mencatat bahwa ia sangat menyesali masa lalunya dan berusaha menggantinya dengan amal saleh sebanyak mungkin.

Kisah Abu Sufyan bin Al-Harits mengajarkan bahwa manusia dapat berubah menjadi lebih baik jika mau membuka hati terhadap kebenaran. Masa lalu yang kelam bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Dengan taubat yang tulus dan usaha memperbaiki diri, seseorang dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Karena itulah, Abu Sufyan bin Al-Harits dikenang sebagai salah satu sahabat Rasulullah  yang menunjukkan bahwa hidayah Allah dapat datang kepada siapa saja, bahkan kepada mereka yang sebelumnya pernah berada di barisan penentang Islam.

Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.

Tags: Abu Sufyan bin Al-Harits Sepupu Rasulullah yang Berubah Menjadi Pembela Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ja’far bin Abi Thalib, Sang Pembela Islam yang Mendapat Dua Sayap di Surga

Next Post

Mendidik Anak itu Bukan Kompetisi

Next Post
Mendidik Anak itu Bukan Kompetisi

Mendidik Anak itu Bukan Kompetisi

Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

3 Tips Mengatasi Rasa Kantuk saat Haid

Penerimaan, Tahap Terakhir dalam Kedukaan

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8932 shares
    Share 3573 Tweet 2233
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4029 shares
    Share 1612 Tweet 1007
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1114 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4698 shares
    Share 1879 Tweet 1175
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11611 shares
    Share 4644 Tweet 2903
  • Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

    5603 shares
    Share 2241 Tweet 1401
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga