• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 26 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Abdullah bin Yasin Pendiri Negara Para Santri di Afrika

10/08/2025
in Kisah, Unggulan
Mengikuti Generasi Awal

(foto: pixabay)

129
SHARES
994
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ABDULLAH bin Yasin, Sang Pendiri Negara “Murabithin” atau negara para santri ini diterjemahkan oleh: K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid Lc. Ia adalah sosok penyebar dakwah di Maroko dan sekitarnya.

Pada abad 11 M, sebagian besar kabilah Maghribiyah (Maroko dan sekitarnya) murtad dari Islam secara amaliyah sehari-hari. Keislaman mereka tinggal nama saja.

Sebagian mereka menikah dengan enam istri atau lebih. Sebagian lagi sudah meninggalkan shalat dan tidak punya lagi kaitan dengan Islam kecuali nama. Sebagian yang lain murtad secara total.

Di tengah kondisi penuh kebodohan, kehinaan dan kemungkaran ini, seorang pemuda dari kabilah Amazigh bernama Abdullah bin Yasin datang ke Maghrib.

Ia mengingkari semua kemungkaran dan kebodohan yang dilakukan masyarakat. Lalu, ia berusaha mengajak mereka kembali kepada Islam lagi.

Salah satu kabilah, “Lamtunah”, merespons dakwah pemuda ini dan menerima Abdullah bin Yasin dengan baik bahkan memuliakannya.

Abdullah bin Yasin pun mulai menjelaskan berbagai ajaran Islam, terutama masalah halal dan haram dan memperingatkan mereka dari perbuatan haram, khususnya zina dan dosa-dosa besar lainnya.

Sebagaimana ia juga mengajak mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan kewajiban-kewajiban Islam lainnya.

Jiwa orang-orang yang tidak mengerti agama itu tidak bisa menerima semua ajakan tersebut, lalu menentangnya dan berbalik memusuhinya.

Akan tetapi, Abdullah Yasin tidak berhenti menasihati mereka dan terus mendakwahi mereka. Mereka terus menentangnya sampai membakar rumahnya dan mengusirnya dari kampung mereka.

Lalu, mereka hidup bersenang-senang dan tenggelam lagi dalam berbagai kemungkaran. Mereka kembali hidup seperti binatang atau kehidupan rimba. Yang kuat menindas yang lemah.

Abdullah bin Yasin merasa malu dengan semua keadaan tersebut lalu memutuskan untuk keluar dari desa yang penduduknya zalim tersebut dan berpindah ke tempat yang jauh untuk beribadah kepada Allah.

Ia keluar bersama temannya, seorang tokoh dan pemimpin Lamtunah, bernama Yahya bin Ibrahim al-Kidali. Keduanya memutuskan untuk hidup dengan Islam dan untuk Islam.

Yahya bin Ibrahim meninggalkan kekuasaan Lamtunah saat itu dan memutuskan untuk hidup menemani perjuangan kawannya, Abdullah bin Yasin.

Ia hidup jauh dari kekuasaan Lamtunah tetapi sangat dekat dengan Tuhannya.

Baca Juga: Piala Afrika Kontinental 2021 Bertabur Pemain Muslim

Abdullah bin Yasin Pendiri Negara Para Santri di Afrika

Di tepi sungai Niger, Abdullah bin Yasin tinggal bersama temannya Yahya bin Ibrahim, beribadah kepada Allah di sebuah kemah kecil.

Beberapa bulan kemudian, kemah atau pondok (ribath) yang didirikan Abdullah Yasin dan Yahya bin Ibrahim itu mulai berubah menjadi kamp besar.

Karena para pemuda Lamtunah dan Masufah mulai berdatangan kepada mereka, melarikan diri dari jahiliyah dan ingin mencintai Islam.

Para pemuda itu penasaran ingin mengetahui rahasia, kenapa Yahya bin Ibrahim meninggalkan kekuasaan Lamtunah.

Apa rahasia tersembunyi di balik kekuatan Abdullah bin Yasin yang tidak merasa takut dengan penduduk Lamtunah dan tidak bersikap lunak kepada mereka, bahkan menyampaikan kebenaran dengan kuat dan menentang kebatilan dengan lantang.

Abdullah bin Yasin mulai mengajarkan agama yang benar kepada setiap orang yang datang kepadanya. Semakin lama semakin banyak pengikutnya hingga penghuni pondok atau “ribath” mencapai 1000 orang murabithi (santri).

Sejak itu, Abdullah Yasin merasa bahwa mereka sudah mampu menyampaikan dakwah dan menunaikan kewajiban mereka terhadap Islam.

Kemudian Abdullah Yasin mulai mengirim beberapa santrinya ke kabilah-kabilah di Maroko untuk menyampaikan Islam.

Dakwah ini mendapat sambutan baik hingga sebagian mereka bergabung dengan Abdullah Yasin. Sebagian lagi menentang lalu Abdullah Yasin memerangi mereka sampai mereka tunduk kepadanya.

Dakwah Abdullah Yasin makin berkembang dan mendapat dukungan luas hingga berdirilah “Negara Murabithin” (Negara Para Santri) dan Allah menghendakinya menjadi negara Islam terbesar yang pernah dikenal Afrika sepanjang sejarahnya yang gemilang.

Allah juga berkehendak negara ini menjadi sebab pertambahan usia khilafah Andalusia hingga mampu bertahan 400 tahun lagi.

Sebuah negara besar berawal dari sebuah gubuk kecil.

Semoga pesantren-pesantren yang menjamur dan jauh lebih besar dari gubuk Abdullah Yasin mampu berbuat lebih besar untuk Islam dari apa yang dilakukan Abdullah Yasin, pendiri Negara Para Santri (Murabithin).[ind]

Sumber: Sharia Consulting Center (SCC)

Tags: abdullah bin yasinAbdullah bin Yasin Pendiri Negara Para Santri di Afrikaafrikanegara para santri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Safety Player

Next Post

Ratusan Anggota MT Ikuti Gebyar Tahun Baru Islam PP Salimah

Next Post
Ratusan Anggota MT Ikuti Gebyar Tahun Baru Islam PP Salimah

Ratusan Anggota MT Ikuti Gebyar Tahun Baru Islam PP Salimah

Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina IPC, Dilepas Tamsil Linrung

Nelayan Togeo Konvoi Perahu Bela Palestina IPC, Dilepas Tamsil Linrung

Kunjungan Wisata Alam Gunung Rinjani Kembali Dibuka Mulai 11 Agustus 2025

Kunjungan Wisata Alam Gunung Rinjani Kembali Dibuka Mulai 11 Agustus 2025

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8730 shares
    Share 3492 Tweet 2183
  • Kajian Hijabersmom Community Bekasi Ajak Muslimah Belajar Ikhlas, Sabar, dan Taat Pasca IdulAdha

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3929 shares
    Share 1572 Tweet 982
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2240 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11499 shares
    Share 4600 Tweet 2875
  • Pola Makan Pengaruhi Kesehatan Rambut

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Indonesia Tampilkan Kerukunan Antar Umat Beragama Pada Presiden Jerman

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Syarat Masuk Monas Gratis dalam Rangka HUT Jakarta 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga