SELAIN harus mengetahui tanda hati yang keras atau kotor, kita juga perlu mengetahui tanda-tanda hati yang bersih. Hal ini juga bisa menjadi bahan perenungan apakah kita sudah memilikinya atau belum.
Baca Juga:ย Segera Obati, ini 10 Tanda Hati yang Keras
Tanda-Tanda Hati yang Bersih
1. Mentauhidkan & Mencintai Allah
“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (QS. 2 : 165)
Apabila hati dalam keadaan suci, maka di dalamnya hanya ada cinta kepada Allah dan cinta kepada semua yang dicintai Allah, benci kepada semua yang dibenci Allah, dan takut, harap & tawakkal hanya kepada Allah.
2. Mengikuti Rasul dan Sahabat dalam Beragama dan Menjauhi Bid’ah
Imam Ibnul Qayyim ุฑุญู ู ุงููู berkata :
ููููุง ุชูุชูู ูู ูููู ุณูููุงู ูุชููู ู ูุทูููููุง ุญูุชููู ููุณูููู ู ู ููู ุฎูู ูุณูุฉู ุฃูุดูููุงุกู: ู ููู ุดูุฑููู ููููุงููุถู ุงูุชููููุญููุฏูุ ููุจูุฏูุนูุฉู ุชูุฎูุงูููู ุงูุณูููููุฉูุ ููุดูููููุฉู ุชูุฎูุงูููู ุงููุฃูู ูุฑูุ ููุบูููููุฉู ุชูููุงููุถู ุงูุฐููููุฑูุ ููููููู ููููุงููุถู ุงูุชููุฌูุฑููุฏู ููุงููุฅูุฎูููุงุตู. ููููุฐููู ุงููุฎูู ูุณูุฉู ุญูุฌูุจู ุนููู ุงูููู
“Dan tidaklah sempurna kesucian pada hati kecuali jika selamat dari 5 perkara : kesyirikan yang membatalkan tauhid, bidโah yang menyelisihi sunnah, dan syahwat yang menyelisihi perintah (syariโat), kelalaian yang bertentangan dengan dzikir (ingat kepada Allah), serta hawa nafsu yang menyelisihi loyalitas (ittibaโ kepada Nabi) dan keikhlasan.
Kelima perkara ini merupakan penghalang dari Allah.” (Al-Jawaabul Kaafi hal 122)
3. Benci Kepada Dosaย Dan Maksiat
Hati yang bersih akan merasakan sakit & tersiksa jika melakukan dosa & maksiat
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, & menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta telah menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan juga kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. 49 : 7)
4. Sedih jikaย Luput dari Amal Shalih
Dia akan menyesal apabila ketinggalan atau tidak sempat melaksanakan ibadah
“Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka itu datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan (untuk bisa berangkat berjihad), lalu kamu berkata : “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.”
Lalu mereka kembali, sedang mata mereka telah bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS.ย At-Taubah [9]:ย 92)
5. Semakin Zuhud terhadap Dunia dan Mendekatkan Diri kepada Akhirat
Imam Ibnu Rajab ุฑุญู ู ุงููู berkata :
ููู ููู ุฃูุซุฑ ุชุทูุน ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฎูุงุต ุฃุตุญุงุจู ุจูุซุฑุฉ ุงูุตูู ูุงูุตูุงุฉ ุจู ุจุจุฑ ุงููููุจ ูุทูุงุฑุชูุง ูุณูุงู ุชูุง ูููุฉ ุชุนูููุง ุจุงููู ุฎุดูุฉ ูู ูู ุญุจุฉ ูุฅุฌูุงูุง ูุชุนุธูู ุง ูุฑุบุจุฉ ููู ุง ุนูุฏู ูุฒูุฏุง ููู ุง ูููู
“Amalan sunnah yang paling sering dilakukan oleh Nabi ๏ทบ dan para sahabat dekatnya itu bukanlah dengan banyak berpuasa & shalat.
Akan tetapi, dengan membersihkan hati dan juga menggantungkan hati kepada Allah dengan rasa takut, cinta, pengagungan serta berharap pahalanya dan zuhud akan apa-apa yang akan sirna (dunia).” (Lathaa-iful Ma’aarif hal 448)
6. Memiliki Akhlak yang Mulia
Dari Abdullah bin ‘Amru ุฑุถู ุงููู ุนูู, telah ditanyakan ke Rasul ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู :
ุฃูููู ุงููููุงุณู ุฃูููุถููู ููุงูู ููููู ู ูุฎูู ููู ู ุงููููููุจู ุตูุฏูููู ุงููููุณูุงูู ููุงูููุง ุตูุฏูููู ุงููููุณูุงูู ููุนูุฑููููู ููู ูุง ู ูุฎูู ููู ู ุงููููููุจู ููุงูู ูููู ุงูุชููููููู ุงููููููููู ููุง ุฅูุซูู ู ููููู ููููุง ุจูุบููู ููููุง ุบูููู ููููุง ุญูุณูุฏู
“Manusia yang bagaimanakah yang paling utama?”
Beliau menjawab : “Setiap (orang) yang hatinya makhmum & lisan (ucapannya) benar.”
Mereka pun berkata : “Perkataannya yang benar telah kami ketahui, lalu apakah maksud dari hati yang makhmum?”
Beliau bersabda : “Hati yang bertakwa dan bersih, tidak ada dosa & kezaliman padanya, serta kedengkian dan hasad.” (HR. Ibnu Majah no. 4216, Silsilah ash-Shahiihah no. 948)
7. Banyak Beribadahย kepada Allah, & selalu Rindu Beribadah kepada-Nyaย
“Dan orang-orang yang telah menghabiskan waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud & berdiri.” (QS. Al-Furqan [25]: 64)
Utsman bin ‘Affan ุฑุถู ุงููู ุนูู berkata :
“Sekiranya hati kita ini bersih, maka ia tidak akan bosan membaca Al-Qur’an.” (Ighaasatu al-Lahfan min Mashaa-id asy-Syaithan I/64)
[Cms]
Ustaz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar





