ISRAEL selama ini mencitrakan dirinya sebagai negara yang paling canggih militernya, cerdas-cerdas warganya, tinggi teknologinya, dan seterusnya. Padahal, semua itu pembodohan sistematis terhadap dunia.
Al-Qur’an menjelaskan tentang siapa Yahudi sebenarnya. Mereka adalah kaum yang susah diatur, gemar membuat kerusakan, sangat penakut, berpecah belah, dan selalu membangkang ajaran Allah subhanahu wata’ala melalui permusuhan terhadap para Nabi dan Rasul.
Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, penaklukan terhadap kaum Yahudi selalu melalui pengepungan terhadap benteng-benteng mereka, bukan peperangan langsung.
Pertanyaannya, kenapa justru yang dipahami warga dunia termasuk umat Islam menjadi sebaliknya?
Satu, Tipuan Melalui Film
Satu hal yang begitu efektif membodohi umat dunia yang dilakukan oleh Yahudi adalah dengan manipulasi film. Bisa dibilang, di dunia ini, yang paling menguasai teknik film adalah Yahudi.
Silakan teliti orang-orang di balik film top di dunia. Mulai dari artisnya, sutradaranya, bahkan produsernya; semua dikuasai Yahudi.
Dan, warga dunia termasuk umat Islam begitu menikmati pembodohan ini. Bahkan, umat Islam mau membayar mahal untuk dibodohi melalui film.
Perhatikanlah sejarah Holocaust di Jerman. Begitu banyak film produk barat yang menampilkan tentang halusinasi Yahudi ini. Seolah-olah itu nyata. Dan ujung-ujungnya, dunia memberikan pemakluman jika hal itu juga dilakukan Yahudi di Palestina.
Intelijen dan Militer Paling Hebat
Melalui para ‘pakar’, digambarkan bahwa intelijen dan militer paling hebat di dunia adalah Israel. Mereka mengatakan, jangankan pesawat musuh, burung saja terdeteksi melewati wilayah Israel.
Dan melalui perang Iran dan Israel ini, semua itu ternyata halusinasi, dongeng, dan cerita fiktif. Terbukti, Mossad dan Cia gagal menghancurkan Iran dari dalam. Dan terbukti pula, pertahanan udara Israel tidak secanggih yang dibayangkan.
Dari perang Iran itu pula, terlihat jelas betapa IDF atau tentara Israel begitu penakut, cengeng, dan gampang stres atau gila.
Buku-buku yang Menipu
Sepanjang satu abad ini, literatur ilmiah kerap diisi oleh takhayul-takhayul tentang kehebatan Yahudi, termasuk rezim Israel. Mulai dari buku rujukan militer, intelijen, dan lainnya.
Hal ini wajar, karena hampir semua sumber atau ‘pakar’ di balik buku-buku itu adalah tokoh-tokoh Yahudi. Sayangnya, mereka justru menjadi rujukan di banyak kampus ternama di Barat.
Salah Tafsir tentang Siapa Yahudi
Tanpa sadar, sebagian tokoh-tokoh Islam juga ikut membesarkan kaum Yahudi. Padahal, ini merupakan rekayasa sistematis yang mereka lakukan melalui buku-buku rujukan Islam, yang tentu dalam wilayah ‘olahan’ mereka.
Contoh, ayat Al-Qur’an yang seolah menunjukkan bahwa Bani Israel itu kaum pilihan Tuhan. Seolah pula, mereka patut ditafsirkan sebagai kaum yang pintar, hebat, dan julukan keren lainnya.
Padahal, begitu banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kejahatan kaum Yahudi. Bahkan di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kaum Yahudi digiring ke pinggiran Kota Madinah karena pengkhianatan mereka.
Puncaknya, di masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, kaum Yahudi dikeluarkan dari seluruh Madinah. Mereka ditempatkan di wilayah Suriah yang sudah dikuasai umat Islam.
Perang Iran AS plus Israel ini akhirnya memberikan hikmah buat umat Islam dunia, termasuk warga dunia. Bahwa, cerita fiktif tentang Israel dan Yahudi harus diakhiri saat ini juga. Semua itu hanya kebohongan dan pembodohan yang lakukan terhadap dunia, termasuk warga AS. [Mh]





