• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Seimbang Antara Lembut dan Tegas

29/01/2026
in Khazanah, Unggulan
Seimbang Antara Lembut dan Tegas

foto:pixabay

86
SHARES
664
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEIMBANG antara lembut dan tegas. Salah satu karakter Islam adalah At Tawaazun (seimbang).

Hal apa pun jika sudah tidak seimbang, berat sebelah, akan membawa kerusakan.

Salah satu keseimbangan yang dituntut adalah seimbang antara bersikap lemah lembut (ar rifq) dan tegas (al ‘unf).

Kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mewujudkan keseimbangan antara keduanya.

Beliau mampu menahan amarah, atas tindakan buruk masyarakat Quraisy di awal-awal dakwahnya. Karena memang dakwah itu mesti lemah lembut.

Kisah Beliau menjenguk Yahudi yang sakit, kemudian berhasil diislamkan. Sebagaimana tertera dalam Shahih Bukhari.

Kisah kesabaran Beliau disakiti oleh penduduk Thaif, dari orang dewasa, anak-anak, wanita, menimpuk dan mengusirnya. Sampai dirinya berdarah-darah.

Malaikat menawarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk meniban gunung kepada mereka, tapi Rasulullah menolaknya, “Ya Allah ampunilah kaumku karena mereka tidak tahu.”

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Demikianlah, fase awal. Fase ta’sis, peletakkan batu pertama di Mekkah penuh penderitaan dan kesabaran.

Demikianlah Rasulullah mengajarkan bagaimana memulai dakwah dan perjuangan, sabar dan penuh kelembutan.

Namun, fase sejarah berlanjut sampai di Madinah. Fase wibawa dan kuat.

Fase di mana telah diizinkan berperang bagi yang diperangi dan dizalimi, sehingga terjadilah peperangan Badar sampai Tabuk.

Inilah fase di mana seorang Ka’ab bin Asyraf, tokoh Yahudi Madinah, yang hari-harinya diisi dengan menghina Rasulullah dan kaum muslimin, akhirnya dibunuh oleh Muhammad bin Maslamah Radhiyallahu ‘Anhu atas persetujuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca juga: Menghidupkan Hati dengan Berdoa, Berikut Ini Adab Berdoa

Seimbang Antara Lembut dan Tegas

Saat Fathu Makkah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjatuhkan hukuman mati kepada Fartana, seorang budak wanita yang sangat rajin memaki-maki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Fase ini jangan dilupakan.

Lengkapilah cakrawala sejarah kita dengan membaca sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap musuh-musuhnya secara utuh dan lengkap.

Agar kita paham bahwa lemah lembut dan tegas itu mesti seimbang.

Kapan mesti lembut, kapan mesti tegas. Keduanya mendapat porsi yang benar, seimbang, dan pantas.

Begitulah seharusnya seorang muslim dalam menyikapi apa yang dialami Islam dan kaum muslimin dari pihak yang memusuhi mereka.

Lembut tidak pada tempat dan waktunya adalah zalim.

Keras tidak pada tempat dan waktunya adalah zalim.

Dan zalim itu bukan akhlak seorang muslim. Sebab, khairul umur awsathuha, sebaik baiknya perkara adalah yang pertengahan.

Sumber: Madrasatuna

[Sdz]

 

Tags: Seimbang Antara Lembut dan Tegas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak Kecil dengan Potensi Besar

Next Post

Bahaya Figuritas dalam Surat Ali Imran Ayat 144

Next Post
(foto: voxpop)

Bahaya Figuritas dalam Surat Ali Imran Ayat 144

Melindungi Bukan Beban Tapi Karunia dan Kemuliaan

Melindungi Bukan Beban Tapi Karunia dan Kemuliaan

Cara Mendisiplinkan Jam Tidur Anak

Mengenal Atresia Esofagus, Kelainan Kerongkongan pada Bayi

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9706 shares
    Share 3882 Tweet 2427
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1485 shares
    Share 594 Tweet 371
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2624 shares
    Share 1050 Tweet 656
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2542 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11899 shares
    Share 4760 Tweet 2975
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4391 shares
    Share 1756 Tweet 1098
  • Wisata Satwa: Hiburan Manusia atau Bentuk Eksploitasi Hewan?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hobi Berbagi Gunting Kuku dengan Keluarga? Dokter Kulit Ungkap Risiko di Baliknya!

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Produk Skincare Kedaluwarsa Sebelum Habis, Apakah Masih Aman Digunakan?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Sulit Memaafkan Kesalahan Orang Lain? Berikut 5 Cara Berdamai dengan Rasa Kecewa

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga