• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 23 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Seimbang Antara Lembut dan Tegas

29/01/2026
in Khazanah, Unggulan
Seimbang Antara Lembut dan Tegas

foto:pixabay

85
SHARES
655
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEIMBANG antara lembut dan tegas. Salah satu karakter Islam adalah At Tawaazun (seimbang).

Hal apa pun jika sudah tidak seimbang, berat sebelah, akan membawa kerusakan.

Salah satu keseimbangan yang dituntut adalah seimbang antara bersikap lemah lembut (ar rifq) dan tegas (al ‘unf).

Kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mewujudkan keseimbangan antara keduanya.

Beliau mampu menahan amarah, atas tindakan buruk masyarakat Quraisy di awal-awal dakwahnya. Karena memang dakwah itu mesti lemah lembut.

Kisah Beliau menjenguk Yahudi yang sakit, kemudian berhasil diislamkan. Sebagaimana tertera dalam Shahih Bukhari.

Kisah kesabaran Beliau disakiti oleh penduduk Thaif, dari orang dewasa, anak-anak, wanita, menimpuk dan mengusirnya. Sampai dirinya berdarah-darah.

Malaikat menawarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk meniban gunung kepada mereka, tapi Rasulullah menolaknya, “Ya Allah ampunilah kaumku karena mereka tidak tahu.”

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Demikianlah, fase awal. Fase ta’sis, peletakkan batu pertama di Mekkah penuh penderitaan dan kesabaran.

Demikianlah Rasulullah mengajarkan bagaimana memulai dakwah dan perjuangan, sabar dan penuh kelembutan.

Namun, fase sejarah berlanjut sampai di Madinah. Fase wibawa dan kuat.

Fase di mana telah diizinkan berperang bagi yang diperangi dan dizalimi, sehingga terjadilah peperangan Badar sampai Tabuk.

Inilah fase di mana seorang Ka’ab bin Asyraf, tokoh Yahudi Madinah, yang hari-harinya diisi dengan menghina Rasulullah dan kaum muslimin, akhirnya dibunuh oleh Muhammad bin Maslamah Radhiyallahu ‘Anhu atas persetujuan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca juga: Menghidupkan Hati dengan Berdoa, Berikut Ini Adab Berdoa

Seimbang Antara Lembut dan Tegas

Saat Fathu Makkah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjatuhkan hukuman mati kepada Fartana, seorang budak wanita yang sangat rajin memaki-maki Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Fase ini jangan dilupakan.

Lengkapilah cakrawala sejarah kita dengan membaca sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap musuh-musuhnya secara utuh dan lengkap.

Agar kita paham bahwa lemah lembut dan tegas itu mesti seimbang.

Kapan mesti lembut, kapan mesti tegas. Keduanya mendapat porsi yang benar, seimbang, dan pantas.

Begitulah seharusnya seorang muslim dalam menyikapi apa yang dialami Islam dan kaum muslimin dari pihak yang memusuhi mereka.

Lembut tidak pada tempat dan waktunya adalah zalim.

Keras tidak pada tempat dan waktunya adalah zalim.

Dan zalim itu bukan akhlak seorang muslim. Sebab, khairul umur awsathuha, sebaik baiknya perkara adalah yang pertengahan.

Sumber: Madrasatuna

[Sdz]

 

Tags: Seimbang Antara Lembut dan Tegas
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak Kecil dengan Potensi Besar

Next Post

Bahaya Figuritas dalam Surat Ali Imran Ayat 144

Next Post
(foto: voxpop)

Bahaya Figuritas dalam Surat Ali Imran Ayat 144

Melindungi Bukan Beban Tapi Karunia dan Kemuliaan

Melindungi Bukan Beban Tapi Karunia dan Kemuliaan

Cara Mendisiplinkan Jam Tidur Anak

Mengenal Atresia Esofagus, Kelainan Kerongkongan pada Bayi

  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9389 shares
    Share 3756 Tweet 2347
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4823 shares
    Share 1929 Tweet 1206
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4248 shares
    Share 1699 Tweet 1062
  • Ular dan Penampakan Jin

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1303 shares
    Share 521 Tweet 326
  • Lima Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh, Dapat Mencegah Kanker

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11784 shares
    Share 4714 Tweet 2946
  • 5 Wisata Kuliner Dekat Stasiun Serpong yang Bisa Dicoba

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2378 shares
    Share 951 Tweet 595
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga