• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Penembakan di Kantor MUI Bukti Islamofobia itu Nyata

04/05/2023
in Khazanah, Unggulan
Penembakan di Kantor MUI Bukti Islamofobia itu Nyata

foto: jabarnews

89
SHARES
683
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

POLDA Metro Jaya menelusuri profil pelaku penembakan di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta. Diketahui pelaku penembakan bernama Mustofa NR ini berdomisili di Lampung.

Mustofa ingin mendapatkan pengakuan atas apa yang diyakininya, ia diduga mengaku sebagai wakil nabi.

Entah benar atau tidak motif pelaku penembakan itu, karena yang bersangkutan telah tewas, sehingga tak bisa ditelusuri lebih jauh lagi.

Namun, menurut mantan ketua umum MUI Prof DR Din Syamsuddin, tindakan tersebut merupakan bentuk kebencian terhadap Islam atau MUI. “Maka jelas Islamofobia itu ada dan nyata,” tegasnya.

Din menduga tindakan berupa penyerangan atau perusakan terhadap masjid/mushala atau tokoh Islam seperti yang terjadi di beberapa tempat terakhir sebagai tindakan sistematis dan tendensius.

Menurut Din, kejadian tersebut mengingatkan pada peristiwa tahun 1965. Saat itu, sering terjadi perusakan masjid dan mushala serta penyerangan terhadap ulama dan zuama.

Baca Juga: Kontroversi Shaf Shalat di Al Zaytun, Waketum MUI Angkat Bicara

Penembakan di Kantor MUI Bukti Islamofobia itu Nyata

Penulis buku Journey to the Light Uttiek M. Panji Astuti dalam artikel berjudul “Kebencian itu Nyata”, (3/5/2023) menulis, ia teringat saat melakukan perjalanan ke salah satu museum di Uzbekistan.

Terdapat diorama bagaimana Islam coba dilenyapkan dari negeri itu kala komunis Soviet menginvasi.

Ada diorama yang menggambarkan seorang ulama yang didudukkan di sebuah kursi dengan tangan terikat ke belakang dan sedang dipersekusi aparat.

Segala yang berbau syariat dilarang. Shalat, puasa, zakat, haji, tak ada lagi sama sekali. Masjid-masjid ditutup, dialihfungsikan sebagai klab malam, tempat bilyar, hingga kandang babi.

Bayi-bayi lahir tak boleh lagi menggunakan nama-nama Islam. Sebagai gantinya harus menggunakan nama-nama Rusia.

Hingga perlahan tapi pasti, Islam yang pernah menyinari negeri di mana Imam Bukhari, Al Khawarizmi, Ulugh Beg, hingga Imam Tirmidzi dilahirkan, lenyap seakan tak berbekas.

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Islamphobia bukanlah hal baru. Ketakutan akan agama yang hanif ini telah muncul sejak awal risalah dibawa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Apa yang dilakukan orang-orang Quraish adalah bentuk Islamphobia. Mereka takut datanganya agama baru ini akan menggusur semua privilege yang mereka miliki. Hilangnya kuasa hingga harta.

Zaman berganti, namun Islamphobia tak pernah berhenti. Bentuknya pun serupa, seakan de javu yang tiada akhirnya. Intimidasi, persekusi, hingga penyerangan secara fisik maupun verbal.

Bisa jadi komunisme sudah menjadi ide usang bagi generasi sosial media. Boleh jadi mereka telah bersalin rupa. Namun kebencian pada Islam itu nyata.[ind]

 

Tags: Penembakan di Kantor MUI Bukti Islamofobia itu Nyata
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mitos: Memiliki Hewan Peliharaan Saat Kecil Berisiko Terkena Asma

Next Post

Kisah Pemuda TKI yang Berjodoh dengan Gadis Turki

Next Post
Inilah Saatnya Berlibur ke Turki

Kisah Pemuda TKI yang Berjodoh dengan Gadis Turki

Pantau Konsentrasi Siswa dengan Ikat Kepala, Cina Bereksperimen Gunakan Teknologi AI di Sekolah

Pantau Konsentrasi Siswa dengan Ikat Kepala, Cina Bereksperimen Gunakan Teknologi AI di Sekolah

Silaturahmi Itu Lucu

Karena Allah Tak Pernah Pergi

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4223 shares
    Share 1689 Tweet 1056
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8235 shares
    Share 3294 Tweet 2059
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11264 shares
    Share 4506 Tweet 2816
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3299 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2058 shares
    Share 823 Tweet 515
  • Menghina Allah dalam Hati

    449 shares
    Share 180 Tweet 112
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4545 shares
    Share 1818 Tweet 1136
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga