KAJIAN Ahad Pagi PCM At-Tanwir Batang yang digelar di Masjid Al-Haadi, Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ahad (26/7/2026), mengangkat tema seputar sejarah penanggalan Hijriah, mitos bulan Safar, hingga pentingnya wakaf produktif dalam Islam. Kajian disampaikan oleh Ustaz Very Setiawan, Dai Ambassador Dompet Dhuafa.
Dalam kajiannya, Ustaz Very menjelaskan bahwa Kalender Hijriah bermula pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, sebuah surat dari Gubernur Abu Musa Al-Asy’ari hanya mencantumkan tanggal dan bulan tanpa tahun sehingga menimbulkan kebingungan. Para sahabat kemudian bermusyawarah untuk menetapkan sistem penanggalan Islam.
“Atas usulan Ali bin Abi Thalib, para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dari Makkah ke Madinah sebagai awal Tahun Hijriah. Adapun Muharram dipilih sebagai bulan pertama dalam kalender Islam,” jelasnya.
Ustaz Very juga meluruskan anggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan sial. Menurutnya, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam dan lebih banyak dipengaruhi mitos yang berkembang di masyarakat, termasuk kisah “khurafat” yang hanya berupa cerita fiksi.
Baca juga: Kajian Ahad Pagi At-Tanwir PCM Batang Dihadiri Ratusan Jemaah, Kaji Perjuangan Muhammadiyah
Kajian Ahad Pagi PCM At-Tanwir Batang: Sejarah Kalender Hijriah hingga Makna Wakaf Produktif
Ia mengutip pesan ulama besar, Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, bahwa manusia hendaknya selalu berbaik sangka kepada Allah dalam setiap takdir yang ditetapkan-Nya.
Selain itu, pemateri menepis anggapan bahwa hari Rabu merupakan hari nahas. Sebaliknya, terdapat riwayat yang menyebut adanya waktu mustajab untuk berdoa pada hari Rabu antara Zuhur hingga Ashar.
Menutup kajian, Ustaz Very mengajak jamaah meneladani konsep wakaf produktif sebagaimana dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Wakaf tidak hanya menjadi amal jariyah, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Semoga pembangunan TK ABA Cepokokuning dapat menjadi wakaf produktif yang terus mengalirkan pahala bagi seluruh pihak yang berkontribusi,” pungkasnya.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Cepokokuning dalam kegiatan tersebut juga meluncurkan rencana pembangunan TKA ABA Cepokokuning yang akan berdiri di sisi masjid Al-Haadi.[ind]


