BANYAK orang memiliki niat baik untuk berubah, memperbaiki diri, atau mulai melakukan amal saleh. Namun, tidak sedikit yang akhirnya hanya berhenti pada tahap niat. Alasannya beragam, mulai dari merasa belum cukup ilmu, belum siap, belum percaya diri, hingga menunggu waktu yang dianggap paling tepat. Padahal, waktu yang sempurna sering kali tidak pernah benar-benar datang.
Pesan inilah yang disampaikan dalam unggahan Ustaz Muhammad Assad. Kalimat sederhana, “Mulai aja dulu. Jangan tunggu sempurna. Karena sempurna itu tidak akan pernah ada,” menjadi pengingat bahwa langkah pertama jauh lebih penting daripada terus menunggu kondisi ideal.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengisahkan perjalanan Nabi Musa AS ketika mendapat perintah untuk berdakwah kepada Fir’aun. Tugas tersebut tentu bukan perkara mudah. Fir’aun adalah penguasa yang zalim dan sangat berkuasa. Namun, Nabi Musa tidak menunda perintah Allah dengan alasan belum siap.
Sebaliknya, beliau langsung berangkat menjalankan amanah tersebut. Menariknya, Nabi Musa tidak menunggu dirinya menjadi sempurna atau merasa sudah memiliki semua kemampuan. Justru di tengah perjalanan dakwah itulah beliau memohon pertolongan kepada Allah.
Baca Juga: Allah Tidak Pernah Jauh dari Hamba-Nya
Mulailah Dulu, Jangan Menunggu Sempurna
Doa yang beliau panjatkan diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Thaha ayat 25-28:
“Wahai Rabbku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”
Doa tersebut menunjukkan bahwa Nabi Musa menyadari keterbatasannya sebagai manusia. Beliau tidak mengandalkan kemampuan diri semata, tetapi bersandar kepada Allah agar diberikan kelapangan hati, kemudahan urusan, dan kemampuan menyampaikan dakwah dengan baik.
Pelajaran yang dapat diambil sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Banyak orang ingin mulai menghafal Al-Qur’an, memperbaiki shalat, berhijrah, berdakwah, atau menjalankan usaha yang bermanfaat. Namun, mereka terus menunda karena merasa belum layak atau belum sempurna.
Padahal, kesempurnaan bukanlah syarat untuk memulai. Justru dengan memulai, seseorang akan belajar, berkembang, dan semakin baik dari waktu ke waktu. Allah juga menyukai hamba-Nya yang berusaha dan terus memperbaiki diri, meskipun langkahnya masih kecil.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala pelakunya sedikit pun. Hadis ini menjadi motivasi agar setiap muslim tidak ragu untuk menyebarkan kebaikan, meski dimulai dari hal-hal sederhana.
Karena itu, jangan biarkan rasa takut gagal atau keinginan menjadi sempurna menghalangi langkah menuju kebaikan. Mulailah dari apa yang mampu dilakukan hari ini. Perbaiki sedikit demi sedikit, terus belajar, dan iringi setiap langkah dengan doa kepada Allah sebagaimana Nabi Musa AS memohon pertolongan-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebab, Allah tidak menuntut manusia menjadi sempurna. Yang Allah kehendaki adalah kesungguhan dalam berusaha, keikhlasan dalam beramal, dan keteguhan untuk terus melangkah di jalan yang diridhai-Nya. Langkah kecil yang dilakukan hari ini bisa menjadi awal perubahan besar di masa depan. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad




