DALAM perjalanan hidup, hampir setiap orang pernah merasakan masa-masa sulit. Ketika masalah datang bertubi-tubi, hati terasa sempit, dan harapan seolah menghilang, sering kali seseorang bertanya, “Di mana Allah? Mengapa doa-doaku belum juga dikabulkan?” Perasaan seperti ini sangat manusiawi. Namun, Islam mengajarkan sebuah keyakinan yang menenangkan hati, yaitu bahwa Dia tidak pernah jauh dari hamba-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini menunjukkan bahwa kedekatan-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Allah mengetahui setiap bisikan hati, mendengar setiap doa yang terucap maupun yang hanya tersimpan dalam dada. Tidak ada air mata yang jatuh tanpa diketahui-Nya, dan tidak ada kesedihan yang luput dari perhatian-Nya.
Baca Juga: Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Terhindar dari Kemiskinan dan Lilitan Utang
Allah Tidak Pernah Jauh dari Hamba-Nya
Lalu mengapa terkadang Allah terasa jauh?
Sebenarnya bukan Dia yang menjauh dari manusia. Justru sering kali manusialah yang perlahan menjauh dari Allah. Saat hidup berjalan lancar, rezeki melimpah, dan segala urusan terasa mudah, tidak sedikit orang yang mulai lalai. Shalat ditunda-tunda, Al-Qur’an jarang dibaca, dan doa hanya menjadi rutinitas sesekali. Kesibukan dunia membuat hati lupa kepada Sang Pencipta.
Namun ketika musibah datang, barulah manusia kembali mengangkat tangan, memohon pertolongan dan berharap Allah-lah segera mengubah keadaan. Padahal hubungan dengan Allah seharusnya tidak dibangun hanya saat sedang membutuhkan sesuatu. Kedekatan dengan Allah perlu dijaga setiap saat, baik ketika lapang maupun sempit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Salah satu tanda kedekatan seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia selalu mengingat-Nya dalam berbagai keadaan. Ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Ketika menghadapi ujian, ia bersabar. Ketika melakukan kesalahan, ia segera bertaubat. Dengan cara itulah hati akan selalu terhubung dengan Allah.
Kedekatan dengan Allah juga menghadirkan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. Masalah mungkin masih ada, ujian mungkin belum berakhir, tetapi hati menjadi lebih kuat karena yakin bahwa Allah selalu menemani. Seorang mukmin memahami bahwa dirinya tidak pernah sendirian menghadapi kehidupan.
Karena itu, jika suatu saat merasa Allah jauh, cobalah melihat ke dalam diri sendiri. Mungkin ada ibadah yang mulai ditinggalkan, doa yang mulai jarang dipanjatkan, atau hati yang terlalu sibuk mengejar dunia. Bukan karena Allah meninggalkan kita, tetapi karena kita yang kurang mendekat kepada-Nya.
Allah selalu dekat. Sangat dekat. Bahkan lebih dekat daripada yang mampu kita bayangkan. Tugas manusia adalah terus menjaga hubungan dengan-Nya melalui shalat, doa, dzikir, dan ketaatan. Ketika hati kembali dekat kepada Allah, kita akan menyadari bahwa selama ini Dia tidak pernah pergi ke mana-mana. Dia selalu ada, mendengar, melihat, dan menunggu hamba-Nya kembali kepada-Nya. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





