• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Meninggalkan Sesuatu di Tempat Duduk apabila Hendak Kembali Lagi

25/08/2022
in Khazanah
Antara Kelebihan Atau Kelebay-an Seorang Leader

Foto: Pexels

78
SHARES
602
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RASULULLAH meninggalkan sesuatu di tempat duduk apabila hendak kembali lagi. Abu Darda ‘Radhiyallahu Anhu berkata,

“Adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, apabila beliau berdiri ketika sedang duduk bersama kami dan hendak kembali lagi; beliau mencopot dua sandalnya atau sebagian yang dikenakannya.

Maka, para sahabat pun mengetahui hal itu sehingga mereka tetap di tempatnya.” (HR. Abu Dawud)

Baca Juga: Kepribadian Rasulullah

Meninggalkan Sesuatu di Tempat Duduk apabila Hendak Kembali Lagi

Yang dimaksud dengan mencopot dua sandalnya, yaitu melepaskannya dan meninggalkannya di tempat duduk beliau.

Sedangkan sebagian yang dikenakannya bisa sorban, selendang, atau pun apa yang beliau kenakan saat itu.

Dengan demikian, para sahabat pun mengetahui maksud beliau yang akan kembali setelah menyelesaikan sebagian urusannya, sehingga mereka pun tetap berada di tempat duduk masing-masing dan tidak pergi meninggalkan majlis tersebut.

Ada beberapa poin yang bisa kita jadikan catatan dari kebiasaan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hal ini.

Pertama: Nabi kurang suka memutuskan pembicaraan yang belum selesai, sehingga beliau merasa perlu kembali lagi ke tempat duduknya setelah menyelesaikan sebagian keperluannya.

Kedua: Apabila beliau hendak kembali ke majlis, beliau memberikan tanda para sahabat Radhiyallahu Anhum bahwa beliau akan kembali lagi.

Ketiga: Kedekatan para sahabat dengan Nabinya, sehingga mereka memahami kebiasaan beliau dan mengerti apa yang beliau inginkan dengan sesuatu yang ditinggalkan di tempat duduknya.

Keempat: Penghormatan yang tinggi dari para sahabat kepada Rasulullah.

Betapa mereka enggan meninggalkan majlis beliau, manakala beliau masih akan kembali lagi ke majelis tersebut.

Kelima: Semangat para sahabat yang menggebu dalam menuntut ilmu, sehingga mereka rela menunggu kedatangan Nabi kembali demi mendengarkan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi diri mereka dan agamanya.

Jadi, jika mengikuti kebiasaan Nabi ini, sekiranya ada ustadz atau ulama yang sedang memberikan ceramah atau pengajian, lalu dikarenakan satu dan lain hal yang mengharuskan dirinya pergi meninggalkan majlis namun dia masih ingin kembali lagi; maka dia bisa meninggalkan sesuatu sebagai tanda bahwa dia akan kembali.

Adapun barang yang ditinggalkan untuk kita di masa sekarang, bisa saja berupa buku peci, sajadah, bolpen, sorban, kaca mata, dan sebagainya. Wallahu a’lam. [Ai/Cms]

(Sumber: 165 Kebiasaan Nabi, Abduh Zulfidar Akaha, Pustaka Al-Kautsar)

Tags: Meninggalkan sesuatu di tempat duduk
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Sepelekan yang Kecil

Next Post

Hadiri Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah, Mahfud MD: Ormas Islam Adalah Aset Nasional

Next Post
Hadiri Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah, Mahfud MD: Ormas Islam Adalah Aset Nasional

Hadiri Dialog Kebangsaan Wahdah Islamiyah, Mahfud MD: Ormas Islam Adalah Aset Nasional

Tetap Duduk Hingga Matahari Bersinar Setelah Shalat Subuh

Dzikir Rasulullah setelah Shalat

Arahan Wapres RI untuk Rakornas BAZNAS 2022

Arahan Wapres RI untuk Rakornas BAZNAS 2022

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7933 shares
    Share 3173 Tweet 1983
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4121 shares
    Share 1648 Tweet 1030
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3211 shares
    Share 1284 Tweet 803
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3465 shares
    Share 1386 Tweet 866
  • Pascapertemuan Presiden dan Tokoh Ormas, Bachtiar Nasir Beri Catatan Kritis Soal BoP

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Pilates Setelah Salat, Kelas Khusus Pria di Masjid-Masjid Bradford

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2888 shares
    Share 1155 Tweet 722
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4435 shares
    Share 1774 Tweet 1109
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga