• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 15 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mencari Ibn Athaillah

05/09/2024
in Khazanah, Unggulan
Mencari Ibn Athaillah

foto: IG @uttiek.herlambang

112
SHARES
858
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENCARI Ibn Athaillah. “Ilāhī, anā al-faqīr fi ghināi, fa kayfa lā akūnu faqīran fi faqri.“ Tuhanku, aku adalah hamba yang faqir dalam kekayaanku. Lalu, bagaimana aku tidak menjadi orang yang faqir, dalam kefakiranku.

Untaian kata indah itu merupakan bait-bait hikmah yang terpahat di pintu gerbang makam Ibn Athaillah As-Sakandari.

Penulis buku Journey to the Light Uttiek M. Panji Astuti menulis pengalamannya menelusuri makam ulama tersebut di Mesir yang diunggahnya di IG @uttiek.herlambang, (16/03/2023).

Ulama yang terlahir dengan nama panjang Taj al-Din Abu’l Fadl Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Abd al-Karim ibn Atha ‘illah al-Iskandari al-Syadzili, itu lahir di Iskandariah (Alexandria) pada 648 H atau 1250 M, dan wafat di Kairo pada 1309 M.

Semasa hidupnya, tak kurang 20 karya dihasilkannya. Termasuk kitab tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Magnum opusnya adalah kitab al-Hikam. Kitab itu pula yang membuat saya jatuh cinta padanya.

Bukan sekadar kumpulan kata-kata yang indah, namun kitab itu mencerminkan kebeningan hatinya. Siapapun yang membaca niscaya akan terhanyut menuju pusaran cinta Sang Maha Cinta.

Itu pula yang membuat saya merasa perlu menyusuri jejaknya di Kairo.

“Baullak eih, fein masjid Ibnu Athaillah as-Sakandari –Eh, masjid Ibnu Athaillah di mana?“ seru Islam, nama supir tuk-tuk itu dalam bahasa Arab amiyah pada pedagang tomat yang dijumpainya di pinggir jalan.

Tuk-tuk adalah alat transportasi roda tiga yang di Jakarta dikenal dengan sebutan bajaj. Saya sudah tuliskan di tulisan sebelumnya bagaimana polah supir tuk-tuk di Kairo.

Baca Juga: Apa yang Tidak Diberikan Allah Itu Rezeki

Mencari Ibn Athaillah

Islam ngepot kiri-kanan dan berhenti sembarangan menanyakan jalan menuju makam Ibn Athaillah. Termasuk pada pedagang tomat yang menggelar karung dagangan seenaknya di perempatan jalan.

Sebenarnya makam Ibn Athaillah masyhur di Kairo.

Hanya saja, saat ini sedang ada proyek pembangunan jalan layang yang sangat massif di area itu, sehingga hampir semua aksesnya tertutup. Paling mudah menjangkaunya menggunakan tuk-tuk.

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Keseruan naik tuk-tuk di jalanan proyek yang bergitu terjal, naik-turun dan berdebu membuat saya merasa menjadi salah satu dari 3 sahabat, Farhan, Raju dan Rancho di film India box office 3 Idiots.

“Ciiiittttt….” tetiba Islam menghentikan laju tuk-tuknya di tengah jalan dan bertanya pada pengendara mobil yang mau saja menghentikan laju mobilnya dan menjawab pertanyaan Islam.

Setelah itu, mereka masih basa-basi dan ngobrol di tengah jalan!

Setelah bertanya lebih dari 10 kali, jalan mana yang bisa dilewati, termasuk pada,

“Orang itu preman di daerah sini, hati-hati!” katanya dengan ringan, yang membuat saya dan mahasiwa Al Azhar yang menemani hanya bisa bengong.

Masjid Ibn Athaillah tidak seberapa luas. Dari pagar, ada taman kecil di bagian kanan dan sabil atau kran air minum gratis untuk para musafir dan jemaah masjid.

Sampai saat ini masjidnya masih difungsikan untuk shalat berjamaah. Siang itu banyak pekerja proyek yang ikut jemaah shalat Dzuhur.

Posisi makam ada di ruangan sebelah kanan yang dibatasi pintu gerbang kecil berhias pahatan bait puisinya di atas.

Makamnya dibatasi teralis kayu yang tingginya hampir menyentuh atap, khas makam para ulama dan sultan di Mesir.

Aroma wangi buhur menguar begitu memasuki ruangan. Beberapa peziarah nampak terpekur dan memanjatkan doa.

Saya termenung lama, bait-bait hikmah ulama yang jasadnya kini terbaring di hadapan saya ini telah lebih dari tujuh ratus tahun lalu dituliskannya, namun getarannya masih terasa menghujam sukma hingga hari ini.

“Ilāhī, anā al-jāhilu fi ilmī, fa kayfa lā akūnu jahūlan fi jahlī.”

-Tuhanku, aku adalah hamba yang bodoh dalam pengetahuanku. Lalu, bagaimana aku tidak menjadi orang yang sangat bodoh dalam hal-hal tidak kuketahui-.[ind]

Tags: Mencari Ibn Athaillahuttiek m panji astuti
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Apakah Kulit Telur Termasuk Najis?

Next Post

Pendaftaran CPNS 2024 Segera Ditutup, Kecuali Kemenag dan Kemendikbudristek

Next Post
Pendaftaran CPNS 2024 Segera Ditutup, Kecuali Kemenag dan Kemendikbudristek

Pendaftaran CPNS 2024 Segera Ditutup, Kecuali Kemenag dan Kemendikbudristek

Obat Takut Itu Hadapi Kenyataan

Menembus Batas Diri

Pergi Bermain Sepatu Roda, Gadis ini Jadi Sasaran Israel

Pergi Bermain Sepatu Roda, Gadis ini Jadi Sasaran Israel

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    228 shares
    Share 91 Tweet 57
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9105 shares
    Share 3642 Tweet 2276
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4123 shares
    Share 1649 Tweet 1031
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4398 shares
    Share 1759 Tweet 1100
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1191 shares
    Share 476 Tweet 298
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • 5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam di Bulan Rabiul Awal Selain Maulid Nabi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Warna Baju yang Cocok untuk Tipe Kulit Sawo Matang

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga