• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 5 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Membaca Doa Rabithah Bukanlah Bid’ah

17/02/2025
in Khazanah, Unggulan
Membaca Doa Rabithah Bukanlah Bid'ah

foto:pixabay

131
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DOA Rabithah adalah doa yang kalimatnya disusun oleh Imamul Jiil, Hasan al Banna Rahimahullah.

Doa ini bukan termasuk doa ma’tsur (Al Quran dan As Sunnah), tapi doa Ghairul Ma’tsur, yaitu doa yang disusun oleh selain Allah dan Rasul-Nya.

Doa Ghairul Ma’tsur adalah diperkenankan, dan sudah ada sejak masa salaf bahwa mereka sering berdoa dengan susunan kalimat sendiri sesuai hajat masing-masing.

Pembid’ahan sebagian kecil kalangan atas doa Rabithah hanya karena tidak ada dalam Al Quran dan As Sunnah adalah tindakan melampaui batas.

Jumhur ulama menegaskan kebolehan doa Ghairul Ma’tsur baik di baca di dalam shalat atau di luar shalat.

Dalam hadits Muttafaq ‘Alaih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan doa setelah tasyahud akhir, lalu Beliau bersabda di ujung hadits:

ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ، فَيَدْعُو..

Lalu berdoalah dengan memilih doa apa pun yang disukainya.

Artinya, silahkan berdoa dengan doa yang paling dia sukai atau perlukan sesuai kondisinya. Ini menunjukkan kebolehan berdoa dengan doa-doa Ghairul Ma’tsur.

Oleh karena itu Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid -murid dr Syaikh Utsaimin berkata:

لا حرج في الدعاء بغير المأثور، في الصلاة وخارجها، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

Tidak apa-apa berdoa dengan doa yang tidak ma’tsur baik di dalam shalat atau di luar shalat, selama doa tsb tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim. 

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:

ويُستَحَبُّ الدعاءُ بعد ذلك وله أن يدعو بما شاء من أمر الدنيا والآخرة، وأمور الآخرة أفضل

Disukai baginya untuk berdoa setelah itu, dengan doa apa pun yang dia kehendaki baik urusan dunia dan akhirat, dan urusan akhirat lebih utama.

Ini adalah pendapat mayoritas ulama, Imam Ibnu Rajab berkata:

وهذا قول جمهور العلماء، خلافاً لأبي حنيفة والثوري في قولهما: لا يدعو في صلاته إلا بما يوافق لفظَ القرآن، فإن خالف بطلت صلاته.وحكى أصحاب سفيان الثوري مذهبه كذلك. والصحيح المنصوص عن أحمد: أنه يجوز الدعاء بما يعود بمصلحة الدين بكل حالٍ، وهو قول جمهور العلماء.

Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Berbeda dengan Abu Hanifah dan Ats Tsauri yang mengatakan berdoa dalam shalat harus sesuai dengan lafaz Al Quran, kalau tidak sesuai maka batal shalatnya. Para sahabat Sufyan Ats Tsauri juga meriwayatkan mazhabnya yang seperti itu.

Yang shahih dari perkataan Imam Ahmad adalah boleh berdoa (ghairul ma’tsur) dengan doa terkait maslahat agama, ini adalah pendapat mayoritas.

Contoh-contoh dalam hal ini sangat banyak, di antaranya:

Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah mengatakan:

وإني لأدعو للشافعي منذ أربعين سنة في صلاتي

“Dalam shalat saya, sejak 40 tahun yang lalu saya berdoa untuk Asy Syafi’i.”

Doa untuk Imam asy Syafi’i, jelas ini buatan Imam Ahmad bin Hambal sendiri, tidak ada redaksi dalam ayat dan hadits tentang doa untuk Imam asy Syafi’i.

Inilah adab murid kepada guru. Imam Ahmad merutinkannya selama 40 tahun doa tersebut di dalam shalatnya. Apakah ini bid’ah? Tentu tidak.

Baca juga: Doa dan Tipologi Manusia (2)

Membaca Doa Rabithah Bukanlah Bid’ah

Imam Ibnu Jarir Rahimahullah mengatakan:

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ: سَأَلْتُ مُجَاهِدًا، فَقُلْتُ: أَرَأَيْتَ دُعَاءَ أَحَدِنَا يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ اسْمِي فِي السُّعَدَاءِ، فَأَثْبِتْهُ فِيهِمْ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَشْقِيَاءِ فَامْحُهُ مِنْهُمْ، وَاجْعَلْهُ بِالسُّعَدَاءِ، فَقَالَ: «حَسَنٌ»

Dari Manshur, “Aku bertanya kepada Mujahid, tentang seorang yang berdoa: “Ya Allah, jika namaku bersama orang berbahagia maka tetapkanlah namaku bersama mereka. Seandainya bersama orang-orang sengsara maka hapuslah namaku dari mereka, dan jadikanlah namaku bersama orang-orang berbahagia.” Beliau menjawab: “BAGUS”.

Doa di atas jelas bukan dari Al Quran dan As Sunnah, tapi susunan dari manusia biasa.

Tapi, doa tersebut dipuji oleh salah satu imam besar, murid Ibnu Abbas, yaitu Imam Mujahid Rahimahullah. Jelas ini bukan bid’ah.

Salah seorang shalih masa salaf, Malik bin Dinar Rahimahullah, Beliau berdoa dengan doa yang unik:

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ فِي بَطْنِهَا جَارِيَةٌ فَأَبْدِلْهَا غُلَامًا فَإِنَّكَ تَمْحُو مَا تَشَاءُ وَتُثْبِتُ وَعِنْدَكَ أُمُّ الْكِتَابِ

Ya Allah jika di perut wanita hamil itu adalah bayi perempuan maka gantilah menjadi bayi laki-laki, karena Engkau Maha Kuasa menghapus apa yang Kau kehendaki dan menetapkan apa yang Kau kehendaki, karena dalam kuasaMulah Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh).

Semua ini dan masih banyak lagi doa-doa ghairul ma’tsur.

Tidak satu pun para imam kaum muslimin membid’ahkannya.

Tentunya doa-doa seperti ini tidak berbeda kedudukannya dengan doa-doa susunan ulama lainnya seperti doa Rabithah, atau doa lainnya.

Namun demikian bolehnya doa-doa Ghairul Ma’tsur terikat oleh syarat:
– Kandungannya tidak bertentangan dengan syariat
– Saat membacanya tidak menganggapnya sebagai Sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sumber: Madrasatuna

[Sdz]

Tags: Membaca Doa Rabithah Bukanlah Bid'ah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Autentisitas Al-Quran Terjamin

Next Post

Thailand Exotic

Next Post
Thailand Exotic

Thailand Exotic

Senam Kreasi ala Selebrasi Kurikulum Merdeka Jakarta Islamic School

Senam Kreasi ala Selebrasi Kurikulum Merdeka Jakarta Islamic School

Tips Sederhana Menyiapkan Kondisi Tubuh untuk Menjalani Puasa Ramadhan 2025

Tips Sederhana Menyiapkan Kondisi Tubuh untuk Menjalani Puasa Ramadhan 2025

  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9030 shares
    Share 3612 Tweet 2258
  • Saudi Edu Expo 2026 Usai, Antusias Pengunjung Melonjak Lebih Tiga Kali Lipat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Kemendikdasmen Buka Pendaftaran UKPPPG hingga 15 Agustus 2026

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2327 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11662 shares
    Share 4665 Tweet 2916
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4078 shares
    Share 1631 Tweet 1020
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4721 shares
    Share 1888 Tweet 1180
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga