• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 19 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Lagu Perjuangan dalam Ancaman Populisme

24/06/2024
in Fokus, Khazanah, Unggulan
Lagu Perjuangan dalam Ancaman Populisme

Foto: Pixabay

82
SHARES
630
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

INDONESIA adalah negara yang kaya akan lagu perjuangan. Hal ini tidak lepas dari proses kemerdekaan Indonesia yang diperoleh melalui perjuangan yang tidak mudah, baik sejak awal merintis kemerdekaan, proses menjelang kemerdekaan, maupun saat mempertahankannya.

Lagu perjuangan adalah ekspresi dan sekaligus catatan sejarah atas berbagai peristiwa dan kejadian yang sangat patriotik untuk diabadikan.

Lagu perjuangan pada umumnya berisi tema-tema yang membangkitkan semangat patriotisme, cinta tanah air, dan pujian terhadap simbol kebangsaan dan negara.

Baca Juga: Tiga Fakta Proklamasi Menyatu dengan Perjuangan Islam

Lagu Perjuangan dalam Ancaman Populisme

Kita mengenal lagu-lagu perjuangan seperti Garuda Pancasila, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Indonesia Raya (yang kemudian ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan), Halo-Halo Bandung, Indonesia Pusaka, dan lain-lain.

Para penggubah lagu perjuangan bahkan ada yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional karena lagu karya ciptanya telah mampu menggugah kecintaan kepada bangsa dan negara, yaitu Wage Rudolf Supratman dan Ismail Marzuki.

Selain dua nama tersebut ada beberapa pencipta lagu yang melahirkan lagu perjuangan seperti H. Mutahar, Cornel Simanjuntak, Ibu Sud, Kusbini, Maladi dan lain-lain.

Seiring dengan berjalannya waktu, lagu-lagu perjuangan semakin sedikit tercipta dan mulai langka keberadaannya.

Selain karena adanya perubahan motivasi dalam penciptaan lagu, juga dipengaruhi semakin kecilnya apresiasi terhadap karya cipta lagu bertema perjuangan.

Para pencipta lagu dihadapkan kepada realitas kecenderungan masyarakat yang semakin lebih menyukai lagu-lagu dengan tema-tema populis seperti percintaan, bahkan perselingkuhan.

Apalagi setelah penciptaan lagu memasuki wilayah komersial sehingga bisa menjadi salah satu jalan untuk memperoleh keuntungan finansial.

Lagu perjuangan semakin tidak mendapatkan ruang dan tempat untuk berkembang. Bisa dihitung dengan jari musisi kekinian yang mampu melahirkan lagu perjuangan. Itupun belum tentu laku di pasaran.

Jika kita mendengar ada lagu perjuangan yang tengah diputar atau dinyanyikan, asosiasi kita langsung berasumsi bahwa sedang ada acara peringatan atau perayaan kenegaraan.

Lagu-lagu perjuangan seolah dikerangkeng dalam kandang sempit.

Seperti dalam aubade menjelang dan setelah upacara hari kemerdekaan, hari pahlawan, atau peringatan sumpah pemuda.

Alih-alih berusaha menampilkan lagu perjuangan, bahkan di tengah upacara kemerdekaan di Istana Merdeka kemarin (17 Agustus 2022), justru acara aubade yang mestinya menampilkan lagu-lagu perjuangan telah diserobot dan diintervensi oleh lagu populis yang lagi viral.

Meskipun temanya sebenarnya sama sekali tidak mencerminkan semangat kemerdekaan. Sebenarnya ini patut disesalkan dan diprihatinkan.

Tapi insiden aubade yang tercederai kemarin itu justru menjadi titik balik bagi kita semua untuk lebih peduli kepada lagu perjuangan.

Agar lagu perjuangan tidak hilang dari peredaran, dan ada kemauan dari para seniman untuk menggubah lagu-lagu baru dengan tema perjuangan, sudah selayaknya jika Pemerintah melakukan tindakan afirmatif seperti pemberian insentif atau penghargaan bagi pencipta lagu perjuangan.

Pemerintah juga perlu mendorong para musisi untuk kembali lebih produktif menampilkan karya-karya lagu perjuangan baik yang klasik maupun yang kekinian.

Semoga dengan adanya intervensi Pemerintah bisa lebih membangkitkan masyarakat untuk mencintai lagu-lagu perjuangan ditengah gempuran budaya populisme yang semakin menggila.

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai lagu-lagu perjuangannya.

Bekasi, 18 Agustus 2022

Catatan: Muhammad Izzul Muslimin

[Ln]

Tags: Nilai Kemerdekaan dan Kepahlawanan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tempat Ikonik dan ideal untuk Setiap Perayaan: Temukan di Plataran Intimate Venue Collection

Next Post

Hikmah dari Abu Hurairah

Next Post
Nikmati Prosesnya, Nikmati Hikmahnya

Hikmah dari Abu Hurairah

Panas yang Hebat di Gaza Dapat Memperburuk Krisis Kesehatan Bagi Warga Palestina

Panas yang Hebat di Gaza Dapat Memperburuk Krisis Kesehatan Bagi Warga Palestina

Tempat pendaratan Nabi Adam

Tempat pendaratan Nabi Adam

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9133 shares
    Share 3653 Tweet 2283
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1211 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4134 shares
    Share 1654 Tweet 1034
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11697 shares
    Share 4679 Tweet 2924
  • Kepompong Corona

    262 shares
    Share 105 Tweet 66
  • AHA Commerce Sediakan Layanan Pengelolaan E-Commerce Secara Terintegrasi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2358 shares
    Share 943 Tweet 590
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga