TIDAK semua hal dalam hidup harus bisa kita pahami dengan logika. Ada kejadian yang terasa begitu sulit diterima, bahkan terkadang membuat kita bertanya-tanya mengapa Allah memberikan jalan yang berbeda dari apa yang selama ini kita harapkan.
Kita mungkin pernah berada di titik ketika kehidupan terasa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rencana yang sudah disusun dengan matang tiba-tiba berantakan. Keinginan yang sudah lama diperjuangkan belum juga terwujud. Doa yang terus dipanjatkan seakan belum menemukan jawaban. Dalam kondisi seperti itu, pertanyaan pun muncul dalam hati.
Baca Juga: Yusairah binti Yasir, Shahabiyah Ahli Dzikir yang Jarinya Menjadi Saksi Kebaikan
Ketika Takdir Tak Sesuai Harapan Belajarlah Percaya pada Allah
Mengapa hidup saya seperti ini?
Mengapa nasib saya berbeda dengan orang lain?
Mengapa doa yang saya harapkan belum juga dikabulkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat manusiawi. Ketika hati sedang lelah, seseorang memang bisa merasa bingung dan kehilangan arah. Namun, ada satu hal yang perlu terus diingat: keterbatasan manusia membuat kita tidak mampu melihat keseluruhan cerita kehidupan.
Kita hanya mengetahui apa yang sedang terjadi hari ini. Sementara Allah mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang sedang berlangsung, hingga apa yang akan terjadi di masa depan. Sesuatu yang menurut kita buruk belum tentu benar-benar buruk. Begitu pula sesuatu yang sangat kita inginkan belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi kehidupan kita.
Kadang-kadang kita terlalu sibuk memikirkan mengapa sebuah pintu tertutup, sampai lupa bahwa mungkin Allah sedang mengarahkan kita menuju pintu lain yang jauh lebih baik.
Begitu pula dengan doa. Ketika permintaan belum terkabul, bukan berarti Allah tidak mendengar. Allah mengetahui setiap doa yang keluar dari hati hamba-Nya. Hanya saja, jawaban atas doa tidak selalu hadir dalam bentuk yang kita bayangkan. Bisa jadi Allah memberikan apa yang kita minta pada waktu yang tepat. Bisa pula Dia menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat atau menjauhkan kita dari sesuatu yang tidak baik.
Karena itu, menerima takdir bukan berarti berhenti berusaha. Kita tetap perlu bekerja, berdoa, belajar, memperbaiki diri, dan mengambil langkah terbaik yang mampu dilakukan. Setelah itu, serahkan hasilnya kepada Allah.
Di sinilah letak pentingnya tawakal. Kita berusaha menggunakan kemampuan yang diberikan Allah, tetapi tidak memaksa kehidupan berjalan persis seperti keinginan kita.
Ada kalanya jawaban terbaik bukanlah mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan memiliki hati yang mampu menerima apa yang Allah tetapkan.
Mungkin hari ini kita belum mengerti alasan di balik sebuah takdir. Tidak apa-apa. Kita tidak harus memahami semuanya sekarang. Cukup yakini bahwa Allah tidak pernah keliru dalam menetapkan sesuatu.
Jika kehidupan sedang terasa berat, berhentilah sejenak dan tenangkan hati. Katakan kepada diri sendiri bahwa Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan daripada diri kita sendiri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebab pada akhirnya, iman bukan tentang memahami seluruh rahasia takdir. Iman adalah tetap percaya kepada Allah bahkan ketika kita belum mengetahui ke mana arah perjalanan ini akan membawa kita. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





