SEJAK kecil, kita sering diajarkan bahwa kehidupan akan terasa lebih aman jika memiliki banyak uang, pekerjaan yang baik, jabatan tinggi, serta teman yang selalu berada di sekitar. Semua itu memang bisa membuat hidup terasa lebih nyaman. Namun, apakah semua yang kita miliki di dunia benar-benar dapat menjamin ketenangan hati?
Uang, misalnya, bisa membantu memenuhi kebutuhan. Dengan uang, seseorang dapat membeli makanan, tempat tinggal, pendidikan, hingga berbagai hal yang membuat kehidupan menjadi lebih mudah. Tetapi uang juga bisa berkurang dan habis. Begitu pula dengan jabatan. Hari ini seseorang mungkin berada di posisi yang tinggi, tetapi suatu saat jabatan tersebut bisa berakhir.
Baca Juga: Beberapa Menu Makanan yang Tidak Disarankan untuk Sarapan
Ketika Memiliki Allah, Apa Lagi yang Perlu Dicemaskan?
Begitu juga dengan hubungan pertemanan. Memiliki banyak teman tentu menyenangkan. Ada orang yang bisa diajak berbicara, berbagi cerita, atau menemani ketika menghadapi kesulitan. Namun, manusia memiliki kesibukan dan jalan hidup masing-masing. Ada teman yang akhirnya menjauh, berpindah tempat, atau tidak lagi hadir seperti sebelumnya.
Hal tersebut bukan berarti uang, pekerjaan, jabatan, maupun manusia tidak penting. Semua itu tetap merupakan bagian dari kehidupan yang patut disyukuri. Hanya saja, jangan sampai hati menggantungkan seluruh rasa aman kepada sesuatu yang sifatnya sementara.
Ada satu tempat bergantung yang tidak pernah berubah, yaitu Allah SWT. Ketika seseorang menyadari bahwa Allah selalu ada, ia tidak akan merasa benar-benar sendirian meskipun sedang berada dalam keadaan sulit.
Memiliki Allah bukan berarti hidup akan terbebas dari masalah. Ujian tetap datang, kehilangan mungkin tetap terjadi, dan rencana yang sudah disusun bisa saja tidak berjalan sesuai keinginan. Namun, keyakinan kepada Allah memberikan kekuatan untuk menghadapi semuanya.
Ketika manusia mengecewakan, Allah tidak pernah kehilangan kemampuan untuk mendengar doa. Ketika jalan terasa buntu, pertolongan Allah dapat datang melalui cara yang tidak pernah disangka. Bahkan ketika seseorang merasa tidak memiliki apa-apa, sebenarnya ia masih memiliki kesempatan untuk mendekat kepada Rabb-nya.
Karena itu, penting untuk mengevaluasi kembali tempat hati kita bergantung. Jangan menjadikan kekayaan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan. Jangan pula menjadikan pujian manusia sebagai ukuran harga diri.
Belajar bersyukur atas apa yang dimiliki sekaligus belajar menerima ketika sesuatu harus pergi. Sebab, apa pun yang ada di dunia pada akhirnya memiliki batas. Sementara hubungan seorang hamba dengan Allah adalah tempat kembali yang jauh lebih kokoh.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka ketika hidup terasa sepi, jangan buru-buru merasa kehilangan segalanya. Bisa jadi Allah sedang mengingatkan bahwa selama ini kita terlalu sibuk mencari sandaran di dunia, padahal kita memiliki Zat yang selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. [DW]





