• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 18 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Jangan Mengambil Keputusan Saat Marah

04/03/2026
in Khazanah
Jangan Mengambil Keputusan Saat Marah

Foto: pixabay

69
SHARES
528
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANGAN mengambil keputusan saat marah. Tulisan ini saya awali dengan sebuah cerita antara Jengis Khan dengan Elang kesayangannya. Suatu pagi, seorang komandan Mongol bernama Jenghis Khan, dan pengawalnya pergi berburu. Rekan rekannya membawa busur dan anak panah, tetapi Jenghis Khan hanya membawa elang favoritnya di lengannya, yang lebih baik dan lebih pasti daripada panah mana pun, karena burung itu dapat terbang ke langit dan melihat segala sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Namun setelah berjam-jam pergi berburu, mereka tidak menemukan apa pun. Jenghis Khan, frustrasi oleh ketidakberhasilan kelompoknya, berpisah dari rombongan dan berkuda sendirian dengan elangnya. Setelah berkelana lama di hutan, Khan menjadi lelah dan haus. Di musim panas berkepanjangan, semua aliran sungai telah mengering, dan ia tidak dapat menemukan apa pun untuk diminum. Kemudian, dengan takjub, dia melihat air mengalir dari batu tepat di depannya. Perlahan-lahan Khan mengisi cangkir peraknya, tetapi ketika dia hendak minum seteguk pertama yang bisa memuaskan dahaga, elangnya terbang dan menjatuhkan cangkir itu dari tangannya. Khan sangat marah tetapi sabar dengan burung kesayangannya dan berpikir mungkin juga haus.

Ia kembali mengisi cangkir dengan sisa air yang menetes dari bebatuan. Namun, yang membuatnya sangat kesal, ketika cangkirnya bahkan belum penuh, burung itu mengulangi tindakan yang sama sekali lagi. Khan menghargai burung ini, tetapi dia tahu bahwa dia tidak bisa, dalam keadaan apa pun, membiarkan tindakan yang menurutnya kurang ajar seperti itu. Khan kemudian membuat keputusan. Saat dia mengisi cangkirnya untuk ketiga kalinya, dia memegang pedangnya, dan ketika elang itu menukik ke bawah, dia menusuk dada burung itu dengan pedangnya, membuatnya mati seketika.

Baca juga: Apakah Marah Membatalkan Puasa?

Jangan Mengambil Keputusan Saat Marah

Tidak ada lagi aliran air di batu, jadi Khan naik untuk menemukan sumbernya. Yang mengejutkannya bahwa benar-benar ada genangan air di tempat yang lebih tinggi dan di tengahnya terbaring mati salah satu ular paling beracun di wilayah itu. Jika dia minum airnya, dia juga akan mati. Khan, yang dilanda penyesalan mendalam, membawa elang yang mati kembali ke perkemahannya untuk dikuburkan. Untuk menghormati sahabat terbaiknya, Khan memerintahkan pembuatan patung Elang emas, dengan sebuah kata-kata penghormatan terukir di setiap sayap yang terentang: “Bahkan ketika seorang sahabat melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai, dia tetap menjadi sahabatmu”, yang tertulis pada sayap sebelah kiri. ”Setiap tindakan yang dilakukan dalam kemarahan adalah tindakan yang ditakdirkan untuk gagal”, yang tertulis pada sayap sebelah kanan.

Sobat, apa hikmah dari cerita di atas? Kita tidak boleh mengambil keputusan saat marah atau saat sedih sebab saat itu, otak seperti tidak berfungsi, seperti sedang dibajak sehingga keputusannya akan berdampak tidak baik. Coba perhatikan saat kita sedang marah, kita tidak bisa berpikir rasional. Keputusannya pun pasti akan keliru. Nanti kalau emosinya sudah turun dan kembali normal barulah kita akan sadar dan menyesali bahwa keputusan kita itu salah.

Emosi itu naik turun, tidak mungkin naik terus enggak turun-turun atau turun terus nggak naik-naik. Saat emosi berada pada intensitas naik berusahalah untuk tidak mengambil keputusan. Pada saat emosi turun kemarahannya semakin mereda, sehingga otak yang rasional kembali berfungsi, di kondisi itulah waktu yang ideal untuk mengambil keputusan.

Jadi saat engkau marah dan sedih jangan sekali-kali mengambil keputusan, sekali lagi saya ingatkan jangan mengambil keputusan saat engkau sedang marah atau sedih, engkau pasti akan menyesal nantinya.[ind]

Penulis: Randy Ariyanto (Rumah Pintar Aisha) 

Tags: JANGAN MENGAMBIL KEPUTUSAN SAAT MARAH
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pendidikan Anak Setelah Selesai SMA

Next Post

Jus Melon, Nanas, Stroberi dan Jeruk Mengandung Asam Folat dan Vitamin C

Next Post
Jus Melon, Nanas, Stroberi dan Jeruk Mengandung Asam Folat dan Vitamin C

Jus Melon, Nanas, Stroberi dan Jeruk Mengandung Asam Folat dan Vitamin C

Hafalan Al-Qur’an Hilang karena Dibutakan Cinta (1)

Lakukan 3 Hal Ini dalam Mendidik Anak dengan Al-Qur`an

Darimana Anak Belajar Bullying?

Darimana Anak Belajar Bullying?

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • LPDP Tawarkan 4 Beasiswa S3 di Luar Negeri dengan Skema Co-Funding

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8674 shares
    Share 3470 Tweet 2169
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11466 shares
    Share 4586 Tweet 2867
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4438 shares
    Share 1775 Tweet 1110
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2459 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Bermain Dadu dalam Hadis Nabi, Fiqih Salaf, dan Madzhab

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga