MEMBANDINGKAN hidup dengan orang lain menjadi sesuatu yang sangat mudah dilakukan di era media sosial saat ini. Hanya dalam hitungan menit, kita bisa melihat teman yang baru membeli rumah, rekan kerja yang mendapatkan promosi, atau seseorang yang tampak selalu bahagia menjalani kehidupannya. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering membuat hati menjadi sempit. Kita mulai mempertanyakan mengapa hidup orang lain terlihat lebih baik, sementara diri sendiri merasa tertinggal.
Pesan inilah yang disampaikan dr. Zaidul Akbar dalam salah satu unggahannya. Beliau mengingatkan agar kita berhenti membandingkan naskah hidup yang Allah tuliskan untuk diri kita dengan milik orang lain. Sebab, setiap manusia memiliki jalan cerita yang berbeda, lengkap dengan ujian, nikmat, dan waktu terbaik yang telah Allah tetapkan.
Sering kali kita hanya melihat halaman depan kehidupan seseorang, bukan keseluruhan kisahnya. Kita melihat senyumnya, tetapi tidak mengetahui air mata yang pernah ia sembunyikan. Kita melihat keberhasilannya, tetapi tidak menyaksikan perjuangan panjang, kegagalan, dan doa-doa yang telah ia panjatkan selama bertahun-tahun.
Begitu pula sebaliknya. Bisa jadi kita iri kepada seseorang yang tampak hidup berkecukupan, padahal Allah sedang mengujinya dengan tanggung jawab yang berat. Sementara kita merasa kekurangan, tetapi justru sedang dipersiapkan Allah menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Membaca Buku? Ini Penjelasannya!
Berhenti Membandingkan Jalan Hidupmu, Allah Sedang Menulis Skenario Terbaik
Allah tidak pernah keliru dalam menetapkan takdir. Apa yang belum kita miliki hari ini bukan berarti kita tidak pantas mendapatkannya. Bisa jadi Allah sedang menundanya karena belum menjadi waktu yang tepat. Bahkan, tidak sedikit keinginan yang tidak dikabulkan ternyata merupakan bentuk kasih sayang Allah agar kita terhindar dari sesuatu yang tidak baik.
Oleh karena itu, daripada sibuk menghitung apa yang dimiliki orang lain, lebih baik fokus memperbaiki diri. Jadilah “aktor terbaik” dalam skenario kehidupan yang Allah tuliskan untuk kita. Jalankan setiap amanah dengan penuh keikhlasan, perbaiki ibadah, jaga akhlak, dan terus berusaha semaksimal mungkin.
Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan agar manusia tidak berputus asa terhadap rahmat-Nya dan tidak berlebihan dalam mengejar dunia. Yang paling penting bukanlah siapa yang lebih cepat mencapai tujuan, melainkan siapa yang mampu tetap taat kepada Allah dalam setiap fase kehidupannya.
Ketika hati mulai dipenuhi rasa iri, cobalah mengubahnya menjadi doa. Doakan agar Allah memberkahi nikmat yang diberikan kepada orang lain, lalu mintalah kepada-Nya kebaikan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Cara ini akan membuat hati terasa lebih lapang dan menjauhkan diri dari penyakit hasad.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Rasa syukur juga menjadi kunci penting. Orang yang bersyukur akan lebih mudah melihat banyak nikmat yang selama ini terlupakan. Kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, dan waktu yang masih Allah berikan adalah karunia yang nilainya tidak dapat diukur dengan harta.
Pada akhirnya, hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi lebih hebat dari orang lain. Kehidupan adalah perjalanan menuju Allah dengan bekal amal saleh. Maka, jangan habiskan energi untuk membandingkan cerita hidupmu dengan cerita orang lain. Fokuslah menjalani peran yang Allah berikan sebaik mungkin, karena setiap skenario yang ditulis-Nya selalu memiliki hikmah. Saat kita percaya kepada ketetapan-Nya, hati akan lebih tenang, langkah menjadi lebih ringan, dan kita mampu menikmati setiap proses yang telah Allah siapkan menuju kebaikan. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz dr.Zaidul Akbar





