• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 19 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Apakah Pancasila Bertentangan dengan Ajaran Al-Quran?

01/06/2023
in Khazanah, Unggulan
Apakah Pancasila Bertentangan dengan Ajaran Al-Quran?

Foto: Unsplash

84
SHARES
647
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT Muslim, di peringatan hari lahirnya pancasila yaitu tanggal 1 juni 2023, umat Islam perlu merenungkan kembali dasar negara Indonesia yang dijadikan pedoman kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Lalu bagaimana Islam yang menjadi pedoman kehidupan umat Islam? Apakah pancasila bertentangan dengan ajaran Al-Quran?

Berkaitan tentang hubungan Islam dan Pancasila ini, tulisan bergizi oleh Dr. Adian Husaini ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan di atas:

“Dalam pangkuan al-Quran, Pancasila akan hidup subur. Satu dengan lain tidak a priori bertentangan tapi tidak pula identik (sama)…

Tapi ini tidak berarti bahwa Pancasila itu sudah identik atau meliputi semua ajaran-ajaran Islam. Pancasila memang mengandung tujuan-tujuan Islam, tetapi Pancasila itu bukanlah berarti Islam.

Kita berkeyakinan yang tak akan kunjung kering, bahwa di atas tanah dan dalam iklim Islamlah, Pancasila akan hidup subur.” (Mohammad Natsir, Pahlawan Nasional)

Pada bulan Mei 1954, saat peringatan Nuzulul Quran, Ramadhan 1373, Mohammad Natsir – seorang Pahlawan Nasional dan pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia —  menyampaikan sebuah makalah dengan judul “Apakah Pancasila Bertentangan dengan Ajaran Al-Quran?”

Natsir menulis: “Perumusan Pancasila adalah hasil musyawarah antara para pemimpin-pemimpin pada saat taraf perjuangan kemerdekaan memuncak di tahun 1945.

Saya percaya bahwa di dalam keadaan yang demikian, para pemimpin yang berkumpul itu, yang sebagian besarnya adalah beragama Islam, pastilah tidak akan membenarkan sesuatu perumusan yang menurut pandangan mereka, nyata bertentangan dengan asas dan ajaran Islam.”

Ringkasnya, tulis Natsir, “Bagaimana  mungkin, Quran yang memancarkan tauhid, akan terdapat a priori bertentangan dengan ide Ketuhanan Yang Maha Esa?”

Natsir juga menegaskan, bahwa Pancasila  adalah pernyataan dari niat dan cita-cita kebajikan yang harus kita usahakan terlaksananya di dalam negara dan bangsa Indonesia.

Karena itu, Mohammad Natsir menyesalkan adanya dikotomisasi antara al-Quran dan Pancasila;  seolah-olah antara tujuan Islam dan Pancasila itu terdapat pertentangan dan pertikaian yang sudah nyata tak “kenal damai” dan tidak dapat disesuaikan.

Selanjutnya Mohammad Natsir menulis: “Dalam pangkuan al-Quran, Pancasila akan hidup subur. Satu dengan lain tidak a priori bertentangan tapi tidak pula identik (sama)…

Tapi ini tidak berarti bahwa Pancasila itu sudah identik atau meliputi semua ajaran-ajaran Islam. Pancasila memang mengandung tujuan-tujuan Islam, tetapi Pancasila itu bukanlah berarti Islam.

Kita berkeyakinan yang tak akan kunjung kering, bahwa di atas tanah dan dalam iklim Islamlah, Pancasila akan hidup subur.”

Menurut Mohammad Natsir, pelopor Mosi Integral yang menyatukan kembali NKRI, sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu hanya sekedar buah bibir, sebagaimana anggapan orang-orang yang jiwanya sebenarnya skeptis dan penuh ironi terhadap agama

“Bagi orang ini dalam ayunan langkahnya yang pertama ini saja Pancasila itu sudah lumpuh. Apabila sila pertama ini, yang hakikatnya urat-tunggal bagi sila-sila berikutnya, sudah tumbang, maka seluruhnya akan hampa, amorph, tidak mempunyai bentuk yang tentu.

Yang tinggal adalah kerangka Pancasila yang mudah sekali dipergunakan untuk penutup tiap-tiap langkah perbuatan yang tanpa sila, tidak berkesusilaan sama sekali,”  kata Natsir. (M. Natsir, Capita Selecta 2, (Jakarta: Pustaka Pendis, 1957), hlm. 148-149).

Sejalan degan itu, Ketua MUI Pertama, Buya Hamka, dalam ceramahnya sebagai Ketua Umum MUI pada pertemuan dengan Wanhankamnas, 25 Agustus 1976, menjelaskan tentang makna Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hamka mengkritik orang yang menyatakan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa yang tercantum dalam UUD ’45, pasal 29 itu bukanlah Tuhan sebagai yang diajarkan oleh suatu agama.

Ada pula yang menafsirkan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa itu bersumber dari jiwa bangsa Indonesia sendiri, lama sebelum agama Islam datang ke Indonesia.

Hamka menegaskan: “Tafsir-tafsir yang berbagai ragam itu kadang-kadang dengan tidak disadari telah menyinggung perasaan orang yang beragama, seakan-akan Tuhan sepanjang ajaran agama itu tidaklah boleh dicampur-aduk dengan Tuhan Kenegaraan.

Maka, supaya perselisihan ini dapat diredakan, atau sekurang-kurangnya dapat mengembalikan sesuatu kepada proporsinya yang asal, ingat sajalah bahwa dalam Preambule UUD’45 itu telah dituliskan dengan jelas: ‘atas berkat rahmat Allah’.

Jadi, Ketuhanan Yang Maha Esa di pasal 29 itu bukanlah Tuhan yang lain, melainkan Allah! Tidak mungkin bertentangan dan berkacau di antara Preambul dengan materi undang-undang.” 

Baca Juga: Pancasila, Hikmah Milik Umat Islam yang Sangat Berharga

Apakah Pancasila Bertentangan dengan Ajaran Al-Quran?

Islam dan Pancasila

Prof. Kasman Singodimedjo, salah satu tokoh penting dalam perumusan Pembukaan UUD 1945, 18 Agustus 1945, menegaskan bahwa: “Tuhan Yang Maha Esa itu adalah Allah, Allahu Ahad, Allahus Somad, Allah yang Tunggal, dan dari Allah yang Esa itulah sesuatunya di alam semesta ini, dan siapa pun juga bergantung dan tergantung.

Dan itulah Allah yang tidak beranak (Lam Yalid) dan Yang tidak diperanakkan (Wa Lam Yulad), pula tidak ada di alam semesta ini siapa pun dan apa pun yang sama atau mirip-mirip dengan Yang Maha Esa (Allah) itu (Wa Lam Yakun Lahu Kufuan Ahad). (Lihat  buku: Hidup Itu Berjuang, Kasman Singodimedjo 75 Tahun).

Dalam bukunya, Renungan dari Tahanan, Kasman mengajak umat Islam untuk menerima Pancasila. Tapi, tulisnya, “Bahwa umat Islam disamping itu masih punya anggapan bahwa Islam itu adalah lebih sempurna dari Pancasila,  hal itu tentunya tidak akan, dan tidak seharusnya dianggap salah oleh siapa pun.”

Bahkan, menurut Kasman, umat Islam keliru jika menganggap Pancasila lebih tinggi dari Islam. Sebab, Islam itu didekritkan langsung oleh Allah sebagai satu-satunya agama yang diridhai-Nya. (QS 3:19).

Bahwa ternyata Pancasila dan bukan Islam yang dijadikan sebagai dasar negara, Kasman mengakui, hal itu sebagai ujian dari Allah, dan agar umat Islam berusaha mengubah dirinya sendiri, agar menuju kondisi yang lebih baik.

“Saya telah merenungkan bertahun-tahun mengenai hal ini,” kata Kasman, mengutip al-Quran surat ar-Ra’d ayat 11.

Tentang Islam dan Pancasila, Kasman merumuskan dengan ungkapannya,

“Bahwa Islam mempunyai kelebihan dari Pancasila, maka hal itu adalah baik, pun baik sekali untuk/bagi Pancasila itu sendiri dan pasti tidak dilarang oleh Pancasila, bahkan menguntungkan Pancasila, karena Pancasila akan dapat diperkuat dan diperkaya oleh Islam.”  (*) (Depok, 13 Februari 2020).

Sumber:  Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.net)

[Ln]

Tags: Apakah Pancasila Bertentangan dengan Ajaran Al-Quran?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Manfaat Garam untuk Kecantikan yang Mengagumkan

Next Post

Perlunya Mencuri Hati

Next Post
It’s All About Heart

Perlunya Mencuri Hati

Panasnya Cuaca di Madinah, Jemaah Haji Waspadai 5 Penyakit Ini

Panasnya Cuaca di Madinah, Jemaah Haji Waspadai 5 Penyakit Ini

JIGSc Dibangun dengan Sedih

Doakan Ya, Saya Mau Ujian

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 5 Tips untuk Cepat Move On

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8682 shares
    Share 3473 Tweet 2171
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11471 shares
    Share 4588 Tweet 2868
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3907 shares
    Share 1563 Tweet 977
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2462 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2318 shares
    Share 927 Tweet 580
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4641 shares
    Share 1856 Tweet 1160
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga