• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 5 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kecantikan

Perkembangan Riset Skin Microbiome Dukung Fungsi Skin Barrier di Berbagai Kondisi Kulit

14/08/2026
in Kecantikan
Perkembangan Riset Skin Microbiome Dukung Fungsi Skin Barrier di Berbagai Kondisi Kulit

Foto: Istimewa

69
SHARES
528
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERKEMBANGAN riset mengenai skin microbiome terus memperluas pemahaman mengenai peran microbiome dalam mendukung fungsi skin barrier pada berbagai kondisi kulit.

Hal ini tercermin dalam tiga studi klinis yang dipresentasikan LABORÉ pada PIT XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta pada 7 Agustus 2026, yang mengevaluasi pendekatan berbasis microbiome pada atopic dermatitis, psoriasis vulgaris, serta pemulihan kulit setelah tindakan fractional Er laser. 

Ketiga studi tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), RSUD Dr. Soetomo, dan Dermalogia. Rangkaian penelitian ini menjadi bagian dari pembahasan dalam simposium Synbiotics for Skin Resilience: Clinical Evidence on Barrier Repair, Microbiome Balance, and Skin Recovery, yang membahas peran synbiotic dalam mendukung ketahanan dan pemulihan kulit berdasarkan evaluasi klinis.

Dalam rangkaian studi tersebut, LABORÉ menggunakan platform teknologi 3X-SYNBIOTICS yang memadukan komponen pendukung microbiome, seperti postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic, dengan bahan aktif tertentu.

Teknologi ini dikembangkan berdasarkan lebih dari 25 tahun riset microbiome LABORÉ dan ditujukan untuk mendukung fungsi skin barrier serta keseimbangan microbiome kulit.

Studi pertama yang dipimpin oleh Dr. dr. Menul Ayu Umborowati, Sp.DVE., Subsp. DAI., dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengevaluasi penggunaan LABORÉ BiomeRepair™ Barrier Revive Cream pada pasien dengan atopic dermatitis ringan hingga sedang.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan produk sebagai pelembap untuk kulit sensitif membantu meningkatkan hidrasi, mengurangi pengelupasan, dan meningkatkan kenyamanan kulit.

Evaluasi tersebut juga tidak menunjukkan gangguan terhadap mikroorganisme yang bermanfaat maupun potensi iritasi yang signifikan secara klinis.

Dr. Menul menjelaskan bahwa keluhan gatal merupakan salah satu gejala utama pada atopic dermatitis. Menurutnya, pendekatan yang memadukan 3X-SYNBIOTICS dan antiinflamasi dalam moisturizer dapat membantu mengurangi keluhan tersebut sekaligus mendukung proses pemulihan alami kulit dan fungsi skin barrier.

Baca juga: Penyakit Psoriasis Pengaruhi Kondisi Kulit Sekaligus Kualitas Hidup Penderitanya

Perkembangan Riset Skin Microbiome Dukung Fungsi Skin Barrier di Berbagai Kondisi Kulit

Studi kedua dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Cita Rosita S. Prakoeswa, Sp. DVE., Subsp. DAI., FINSDV, FAADV, M.A.R.S., dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penelitian ini mengevaluasi BiomeRepair™ TopiCalm Cream pada psoriasis vulgaris dengan membandingkannya dengan pelembap konvensional.

Dalam evaluasi tersebut, BiomeRepair™ TopiCalm Cream menunjukkan hasil yang lebih baik dalam membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit yang tercermin dari penurunan skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI). Hidrasi kulit juga meningkat secara progresif, mencapai 2,05 kali setelah 14 hari dan 5,26 kali setelah 28 hari.

“Pada psoriasis, kami menghitung PASI lengan karena hanya diberikan pada area tersebut. Kalau kita lihat ini semuanya turun signifikan pada kelompok microbiome. Kemudian pada hidrasi, tampak pada kelompok microbiome jauh lebih meningkat dibandingkan non-microbiome,” ujar Prof. Cita.

Sementara itu, studi ketiga yang dipimpin oleh dr. Arini Widodo, SM, Sp. DVE., FINSDV, bersama Dermalogia mengkaji pemulihan kulit setelah tindakan fractional Er:YAG laser.

Penelitian dilakukan dengan mengaplikasikan LABORÉ BiomeRepair™ TopiCalm Cream pada satu sisi wajah peserta dan plasebo pada sisi lainnya, dengan penilaian klinis dilakukan tanpa mengetahui sisi perlakuan.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan eritema sebesar 90% setelah tujuh hari. Setelah 14 hari, sebanyak 85% peserta mencapai perbaikan klinis yang signifikan.

Temuan ini mendukung evaluasi lebih lanjut mengenai penggunaan pendekatan berbasis microbiome dalam perawatan kulit selama masa pemulihan pascatindakan laser, ketika kemerahan, sensitivitas, dan gangguan fungsi skin barrier menjadi perhatian.

Rangkaian studi tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis microbiome terus dieksplorasi dalam berbagai konteks perawatan kulit, mulai dari kondisi kulit sensitif dan inflamasi hingga pemulihan setelah tindakan dermatologi.

Bagi LABORÉ, pengembangan berbasis riset menjadi bagian dari upaya menerjemahkan pemahaman mengenai microbiome ke dalam solusi perawatan kulit yang didukung oleh evaluasi klinis. [Din]

Tags: Perkembangan Riset Skin Microbiome Dukung Fungsi Skin Barrier di Berbagai Kondisi Kulit
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Empat Waktu yang Jangan Sampai Hilang dalam Hidupmu

Next Post

Cara agar Dijauhkan dari Berbuat Maksiat

Next Post
Cara agar Dijauhkan dari Berbuat Maksiat

Cara agar Dijauhkan dari Berbuat Maksiat

Kenali Tujuh Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan tubuh

Kenali Tujuh Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan tubuh

LKC Dompet Dhuafa Aceh Gelar Aksi Layanan Sehat, Layani 100 Warga di Wilayah Terpencil Indrapuri

LKC Dompet Dhuafa Aceh Gelar Aksi Layanan Sehat, Layani 100 Warga di Wilayah Terpencil Indrapuri

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Inilah 5 Tempat Wisata yang Berdekatan dengan Stasiun Bandung

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9253 shares
    Share 3701 Tweet 2313
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4190 shares
    Share 1676 Tweet 1048
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11733 shares
    Share 4693 Tweet 2933
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1263 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Nika Hadirkan Konsep Kafe yang Homie dan Zen, Andalkan Coffee hingga Minuman Cold Foam

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga