RISIKO kerusakan folikel rambut bisa disebabkan karena seringnya mencabut uban. Setiap kali rambut dicabut secara paksa, folikel mengalami trauma.
Salah satu kepercayaan yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa mencabut satu uban akan memicu tumbuhnya banyak uban baru. Padahal, anggapan ini hanyalah mitos.
Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel yang berdiri sendiri. Ketika sebuah rambut berubah menjadi abu-abu atau putih, itu berarti sel pigmen di folikel tersebut sudah tidak lagi memproduksi melanin. Singkatnya, apa yang terjadi pada satu folikel tidak memengaruhi folikel lain di sekitarnya.
Baca juga: Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif
Bahaya Mencabut Uban bisa Merusak Folikel Rambut
Banyak orang berharap mencabut uban bisa menjadi cara “menghapus” tanda penuaan. Padahal, hasilnya hanya sia-sia. Rambut yang tumbuh kembali dari folikel tersebut tetap akan berwarna abu-abu atau putih.
Proses ini hanya menunda kemunculan uban untuk sementara, tanpa mengubah warna rambut yang akan tumbuh berikutnya. Artinya, mencabut uban sama sekali tidak memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam kondisi terburuk, kebiasaan ini dapat menyebabkan area tertentu di kulit kepala tidak lagi ditumbuhi rambut.
Uban mungkin saja hilang, namun seseorang justru berisiko mengalami penipisan rambut atau bahkan kebotakan pada titik-titik tertentu.
Risiko mencabut uban tidak berhenti pada kerusakan folikel saja. Jika dilakukan berulang kali dan tidak higienis, kebiasaan ini juga bisa memicu infeksi.
Kulit kepala yang mengalami peradangan atau luka kecil akibat pencabutan rambut berulang akan lebih rentan terhadap bakteri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperparah tampilan rambut yang menipis dan tidak merata.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Banyak orang merasa uban yang tumbuh kembali setelah dicabut terlihat lebih kasar dan mencolok. Hal ini sering disalahartikan sebagai jumlah uban bertambah.
Padahal, penyebabnya ada pada tekstur rambut. Ketika folikel memproduksi lebih sedikit melanin, produksi sebum atau minyak alami rambut juga cenderung berkurang. Akibatnya, rambut putih sering kali terasa lebih kaku, tebal, dan sulit diatur dibandingkan rambut berpigmen.
Pada akhirnya, uban adalah bagian alami dari proses penuaan yang hampir tidak bisa dihindari. Stres, faktor genetik, dan usia berperan besar dalam kemunculannya. [Din]





