TANPA Guru, We are nobody. Guru-guru Jisc pulang pukul 16.30. Kadang lebih, apalagi kalau ada acara training atau apapun, kadang pulang ba’da Isya.
School like home banget.
Memang akibatnya sebagai owner beban biaya listrik dan AC membengkak, tapi demi kebahagiaan mereka, sok silakan lah.
Yang penting kalau pulang AC dimatikan, lampu ditutup (pakai bahasa Malaysia).
Aku sebetulnya lelah dan pingin tidur banget setelah makan bakso yang kuahnya ngepul ..
tapi melihat wajah-wajah yang menanti di mesjid, alhasil enggak jadi untuk pulang. Maka aku putuskan untuk segera buat acara hari Guru dengan berfikir cepat, gamesnya apa dan hadiahnya apa ..
Baca juga: Salah Satu Adab Murid kepada Guru
Tapi tadi pagi aku sudah pesan nasi liwet, juga minuman dingin, serta ice cream. Juga uang saku secukupnya.
Maklum tanggal tua, kasihan guru-guru kalau musti beli bunga ..
so hal jaza’ul ihsan ilal ihsan (Segala kebaikan akan kembali pada kebaikan)
Jadi, yang mustinya ngasih guru-guru hadiah tuh bukan orangtua, apalagi kudengar ada orangtua di beberapa tempat (pastinya bukan di Jisc) yang malah menjelekkan para guru dan ribut soal kumpulkan uang untuk beli buket bunga untuk para guru.
Jadi sekali lagi, yang mustinya ngasih hadiah untuk para guru adalah; OWNER of the School.
Tanpa guru, we are nobody …
Please deh diubah mindset-nya ..





