ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Senin, 13 Juli 2020 | 23 Zulqaidah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
JENDELA HATI

Jalur yang Berbeda

04 March 2016 12:07:04
Jalur yang Berbeda

Foto: Fifi P. Jubilea Foto: Fifi P. Jubilea[/caption[caption id="attachment_21104" align="alignleft" width="660"]Foto: Fifi P. Jubilea Foto: Fifi P. Jubilea[/caption]

ChanelMuslim.com - Anakku masuk kamar dengan bersungut-sungut setelah sarapan pagi di sebuah hotel yang kebetulan dia memang ikut acara tour Jogja dengan guru-guru.

Katanya, "Syifa tuh bingung mii mau jawab apa, program pendidikan Syifa ini kan aneh. Semua guru pada nanyain Syifa sekolah di mana ambil jurusan apa? Mau di mana kuliahnya dan lain-lain dan lain-lain. Syifa musti jawab apa?"

Lalu ku jawab, "Kenapa sih? Santai saja lagi, kalau kita ke mana-mana semua juga pasti tanya-tanya ini itu, ya jawab aja sebisa dan setahu kamu dan bilang saja suruh tanya umi gitu atau jawab saja disuruh ummi"

Ketika itu aku tidak menyalahkan siapa-siapa, kadang memang begitu, kalau ketemu dengan anak teman kita pasti kita tanya sekolahnya di mana.

Lalu ku jawab, "Kenapa sih? Santai saja lagi, kalau kita ke mana-mana semua juga pasti tanya-tanya ini itu, ya jawab aja sebisa dan setahu kamu dan bilang saja suruh tanya umi gitu atau jawab saja disuruh ummi"

Ketika itu aku tidak menyalahkan siapa-siapa, kadang memang begitu, kalau ketemu dengan anak teman kita pasti kita tanya sekolahnya di mana.

Yang paling gak enak tuh yang masuk pesantren pasti ditanya, "sudah berapa juz hafalannya?" Dan ketika kedapatan sang anak pesantren ini main game melulu pasti muncul komentar, "ni anak pesantren di sana di kukung kali yaa jadi ketika liburan malah main game  melulu. Ya dari awal acara arisan keluarga sampai selesai, khusyu betul jempol dan mata menuju ke hape yang kayaknya sudah memanas..."

Lebih panik lagi bila ada yang ajak ngomong bahasa Arab, kalau si anak bengong segera dicap "wahh kok masuk pesantren gak bisa bahasa Arab."

Soal pendidikan anak gadisku, sebetulnya ingin aku menjelaskan kepada  banyak orang. Tapi untuk apa? Bikin konferensi pers sekalian gitu?!

"Gini lho jeng dan handai taulan, anakku kan sangat rajin yaa bukan agak rajin, lalu dia dapat semacam jalur khusus (kayak PMDK) sehingga bisa masuk kuliah duluan di Western Uni. Agak susah menjelaskannya,  tapi itu Universitas terbaik seluruh Australia dan dia sudah masuk kuliah tapi belum graduation. Jadi kayak curi start gitu (masuk kuliah lebih cepat dari teman seangkatan). Lalu, ketika ada graduation di SMU-nya, dia ikutan.

Kemudian, ketika mau ambil penjurusan di semester dua ini, aku setelah diskusi dengan suami dan anakku, dia aku masukin pesantren dulu (satu tahun). Belajar tahfidz lagi, belajar ulumul syar'i dan persiapan dakwah, di sebuah pesantren namanya 'al Ilmy sebut saja begitu.

Jadi ya seperti itulah anakku agak bingung juga kalo ditanya sekolah atau kuliah dimana. Pertanyaan masalah sekolah ini membuat galau anakku karena memang ia tidak menempuh pendidikan yang biasa seperti umumnya. Diperlukan keberanian khusus dari orangtua maupun sang anak sendiri.

Bayangkan anak disuruh cuti kuliah di tahun awal masuk setelah diterima di Universitas terbaik di Australia hanya untuk belajar tahfidz dan memperdalam ilmu diniyah. Ini bukan langkah biasa dan sebagai orang tuanya aku juga sedikit deg-degan. Tetapi hal ini sudah dibicarakan dalam keluarga kami, dan semoga ini adalah jalan yang terbaik karena agama menjadi prioritas dalam keluarga kami.

Menayakan hal yang umum memang tidak mengapa, tetapi ketika sudah terlalu ingin tahu, atau bahkan sampai menduga-duga inilah yang banyak terjadi di masyarakat. Hanya karena memilih jalur yang berbeda, atau hanya karena status yang "mengambang" akhirnya melahirkan persepsi sendiri tanpa klarifikasi.

"Mi, kenapa semua orang kok tahu sih Ummi sakit kakinya? kata mereka ummi harus banyak istrahat dan bla bla bla... Mii, kok orang tahu kita mau pulang hari Selasa? Mi, kok pada tahu yaa rumah kita mau di jual."

Rupanya anakku tidak siap kalau ibunya dah seperti public figure meski hanya dilingkup lokalan. Tetapi ini menjadi pelajaran bagiku dan semoga bagi yang lain juga, bahwa ternyata kadang ada hal yang membuat anak kita tidak nyaman meski orang lain juga tidak bermaksud untuk memberikan pandangan atau statement "aneh."

User profile picture

Mam Fifi

Pengasuh Rubrik Jendela Hati

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
BERITA LAINNYA
 
 
JENDELA HATI
31 May 2018 13:05:02

Aku Sayang Kalian

 
ADVERTORIAL
13 July 2020 06:00:00

Kini Qurban Bisa Melalui ChanelMuslim.com

 
JENDELA HATI
12 December 2017 16:27:21

Bila Mereka Pergi

 
JENDELA HATI
03 September 2018 16:09:57

Liputan Asian Games 2018

 
JENDELA HATI
27 September 2018 16:33:37

Rindu Anakku

 
JENDELA HATI
21 January 2019 12:35:01

Nasehat Pernikahan

global qurban, chanelmuslim global qurban
 
 
 
TERBARU
 
sekolah qurban, qurban 2020
 
 
TERPOPULER
 
 
Muslimah Creative Stream Fest Vol 2 2020
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga