• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Biarlah Mereka Tumbuh Apa Adanya

06/02/2026
in Jendela Hati, Unggulan
Biarlah Mereka Tumbuh Apa Adanya

FB Fifi Proklawati Jubilea

66
SHARES
510
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BIARLAH mereka tumbuh apa adanya semampunya. Dan saya malam ini berdoa: “Ya Allah cintai mereka, sayangi mereka, jagalah mereka, biarlah mereka berprestasi dalam mencintai-Mu, berprestasi dalam ibadah kepada-Mu..”.

Malam ini saya merenung, ketika membaca laporan seorang kepala sekolah by wa, “Mam Fifi, untuk menghadapi TKA, kami mohon maaf, mungkin ada 10 anak yang kami sudah usahakan dan bahkan ketika anak tersebut sakit, guru tetap mengajar online.”

Saya hanya menjawab sms-nya dengan emoticon senyum. Karena sudah malam juga.
Besok pagi saya akan telpon kepala sekolah yang bersangkutan untuk memberi motivasi dan mengevaluasi.

Tapi dalam hati saya dengan sesungguhnya akan mengatakan: Sekolah kami mungkin tidak akan pernah menjadi 30 besar nasional. Walau di SMU kemarin nilai rata-rata kami hanya selisih 3,2 dengan yang rank ke-30. Mengapa? Karena kami masih menerima anak-anak yang memang tak bisa Matematika, walau sudah dikasih tambahan sekalipun. Kami tak bisa memaksa mereka.

Baik yang di SD maupun SMP maupun SMU. Bahkan anak yang di boarding sekalipun. Kami tak bisa memaksa anak untuk suka Matematika dan mampu mengerjakan dengan baik.

Ketika mereka mendaftar, ada yang ujiannya online karena jauh dan akhirnya menjadi anak boarding, jadi kami bahkan tak tahu mereka memiliki kebutuhan tertentu dan memang tak bisa dipaksa.

Kami tak menghukum mereka ketika mereka tak bisa menghafal rumus tertentu. Guru mengajar dengan sabar bahkan ketika jam makan siang diambil dan mereka ada yang tidak bermain. Akhirnya saya putuskan untuk membiarkan.

Dia harus main, harus bersosialisasi, harus berlari mengejar bola, harus menjadi anak yang bahagia dengan membuka bekal makanan dan ikut ambil alih dalam berebut bola. Dia harus jadi anak-anak yang berkeringat dan masuk kelas dengan bau matahari mereka yang khas. Apalagi kalau kelasnya ber-AC. Hmm seru sesaat deh.

Jadi tidak usah ada hukuman untuk anak yang tidak bisa Matematika.

Lalu ketika pelajaran hitungan dimulai beberapa di antara mereka nampak tak antusias, tapi mereka baik hati mendengarkan dengan seksama, tapi sebetulnya pikirannya ke mana-mana.

Tapi sebagian di antara mereka bisa menghafal 30 juz. Dan ada yang sangat bersemangat komat kamit menghafal bahkan nyetor ketika gurunya sudah mau tidur, pukul 11 malam ngetuk kamar guru di boarding dan minta didengarkan hafalannya dan ketika ada salah baca, guru tersebut tak bisa khan untuk membiarkan.. pastinya refleks nurani seorang guru tahfidz untuk membetulkan dan tahu-tahu sudah pukul 24.00 lebih.

Kami pun mengantar anak yang kurang dalam pelajaran Matematika tapi semangat dalam menghafal Alqur’an ini kembali ke boarding-nya.

Dan di pojok kamar kami melihat ada anak yang belum tidur dan memegang tasbeh dan sedang wiridan dan terdengar shalawatan dengan suaranya yang indah dari balik selimut.

Sejenak aku terharu. Anak ini juga lemah dalam hitungan dan lemah di Fisika maupun Matematika dan bulan April mau ikut ujian TKA.

Sejenak saya berjanji untuk membersamai para guru membimbing anak-anak yang lemah dalam hitungan untuk tidak risau ketika menghadapi ujian Matematika dan saya juga berjanji kepada diri saya sendiri, saya tidak akan memaksa semua kepala sekolah dan guru untuk menjadikan anak-anak ahli dalam bidang yang dia tidak mampu untuk mengejar gelar sekolah berprestasi.

Biarlah mereka tumbuh apa adanya semampunya. Dan saya malam ini berdoa: “Ya Allah cintai mereka, sayangi mereka, jagalah mereka, biarlah mereka berprestasi dalam mencintai-Mu, berprestasi dalam ibadah kepada-Mu..”.

Baca juga: Keluarga Besar Mam Fifi dan Jakarta Islamic School Adakan Charity untuk Aceh, Sumbar dan Sumut

Saya kembali merenung … sebagai pimpinan tertinggi di sekolah kami.
Saya bersumpah untuk membiarkan anak-anak belajar dengan gembira dsn tidak tertekan dengan hasil yang begini atau begitu.

Saya juga tidak minta guru-guru untuk menjadi sepuluh besar karena yang ketika mendaftar juga berbagai, dan ketika sudah masuk kami perlakukan seperti di rumah. Yaa di rumah, kalau di rumah khan setiap anak memiliki keunikan masing-masing.
Jadi semua kami katakan hebat.
Kalian 10 besar di hati kami, para guru.

Tak apa Nak, secara Owner, saya pasti sangat bangga bila masuk 100 besar atau 50 besar nasional.

Tapi sebagai owner yang ibu, saya tidak tega mellihat anak yang tertidur di kaki saya ketika saya mengajar dan dia hanya coret coret kertas dan menggambar tapi tak faham fungsi linear. Dan saya memutuskan untuk memberi mereka kebab yang enak dan es laici tea yang kami buat sendiri. Pada Senin depan ketika mereka buka puasa.

Kalian jadi apa saja dan belajar apa saja semampu kalian, dari satu angkatan misalnya ada 100 anak lalu 30 anak tak bisa Matematika yang otomatis secara purata akan menjatuhkan nilai rata-rata sekolah, tak apa sayang …

Tidak apa apa
Kalian tetap hebat dan saya tidak khawatir bila banyak orang meninggalkan sekolah kami karena nilai secara Nasional kurang menjanjikan.
Saya baru ingat, bukan itu yang menjadi niatan saya bikin sekolah ..

School like home
Mendidik dengan cara ibu..
I am not a tiger lion
Saya bukan ibu yang memaksa anak ikut bimbel dan kursus terus menerus.

Biarlah kalian berkembang dengan bahagia.
Dulu saya juga tak begitu bisa Matematika
Dan dulu Mam Fifi di SMP bahasa English dapat nilai 2, mau kursus LIA enggak punya uang.
Dulu saya bahkan sempat di peringkat ke-40 dari 43. Dan dulu saya juga bukan keluaran PTN. Saya kakak seniornya Mbak Vena Melinda di Trisakti.

Jadi berkembanglah Nak dengan bahagia dan kita ikuti semua ujian dengan semampunya. Tidak akan ada pressure untuk jadi 50 besar atau 100 besar Nasional.

Juga untuk para guru, mendidiklah dengan bahagia … dengan cinta dan itu pasti lama, haha, karena TKA di depan mata setelah bulan puasa dan masih banyak anak yang belum menguasai semua materi.

Bukan gurunya tak pandai mengajar atau sekolahnya tak bagus tapi anaknya memang lemah dalam hitungan .. dan kami tak bisa memaksa. Sama sebagaimana ikan tak bisa dipaksa memanjat pohon, dan burung tak bisa dipaksa untuk berenang.

Dan sayapun kembali setelah menyentuh piano, di boarding school . Ada juga anak yang senangnya main piano saja .. yaa biarlah. Setiap anak; special ..istimewa di mataku.

# Ma’afkeun.
# No pressure in teaching
# School like home
# Mendidik dengan cara ibu
# Ujianlah dengan bahagia, kita akan lalui bersama
# Jawablah semampunya
# Kami akan menemani kalian
# Setelah ujian, yuk go food-an.
# dear all Kepsek. Do the best ..as much as you could. 

Tags: Biarlah Mereka Tumbuh Apa Adanya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Festival Ramadan 2026 Siap Menerangi Surrey British Columbia, Terbuka juga untuk Non Muslim

Next Post

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Polisi Sebut Alasan Terduga Pelaku Karena Sakit Hati

Next Post
Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Polisi Sebut Alasan Terduga Pelaku Karena Sakit Hati

Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Polisi Sebut Alasan Terduga Pelaku Karena Sakit Hati

Hoaks Batu Nisan Akan Dipikul Orang yang Meninggal

Hoaks Batu Nisan Akan Dipikul Orang yang Meninggal

Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan, Tidak Berpotensi Tsunami

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3471 shares
    Share 1388 Tweet 868
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7940 shares
    Share 3176 Tweet 1985
  • KAI Akan Mengoperasikan KA Tambahan untuk lebaran 2026

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2894 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11141 shares
    Share 4456 Tweet 2785
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    598 shares
    Share 239 Tweet 150
  • Deretan Pemenang Nominasi dalam Kompetisi JIBS Movie Festival 2026

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Tahun Ketiga JIBS Movie Festival 2026 Jadi Apresiasi Spesial untuk Siswa Siswi JIBBS dan JIGS

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga