SEBANYAK 35 anak TK mengikuti edukasi Palestina di Palestine Center 171 Sumedang, hari ini (18/9). Selama satu setengah jam, mereka belajar mengenal sejarah Palestina dan aksi boikot melalui pematerian, permainan interaktif, hingga sensory play yang mengajak mereka “mengunjungi” tiga masjid suci.
Kegiatan Open House Palestine Center bersama RA Nurul Mujahidin berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB. Fidela Rudiana menyampaikan materi dengan pendekatan yang disesuaikan untuk anak-anak. Ia membawakan kisah Palestina sebagai bagian dari kehidupan yang dekat. “Ada anak sama seperti kita, suatu pagi tiba-tiba tak punya ibu dan ayah lagi, karena Israel mengebom rumah tempat tinggalnya.”
Pada sesi di dalam ruangan, Fidela mengenalkan aksi boikot. Anak-anak memang belum aktif berbelanja, tetapi mereka sudah mulai memilih camilan sendiri. Fidela mengajak mereka memahami konsep boikot melalui video storytelling tentang Anna yang berbelanja bersama ibunya di supermarket.
Panitia kemudian mengajak anak-anak mengenali berbagai produk. Mereka menentukan produk yang boleh dipilih dan yang perlu dihindari berdasarkan materi boikot yang baru dipelajari.
Baca Juga: Tiga Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Makanan Sumber Vitamin C
Puluhan Anak TK Belajar Palestina Lewat Permainan Interaktif

Setelah itu, kegiatan berlanjut di area luar melalui sensory play. Anak-anak berkeliling “mengunjungi” tiga masjid suci sambil mengikuti permainan yang mengajak mereka melompat dan bergerak aktif. Melalui aktivitas tersebut, mereka mengenal Masjidil Aqsa, Masjid Nabawi, dan Masjidil Haram dengan cara yang menyenangkan.
Di area permainan, panitia juga menghadirkan miniatur reruntuhan Gaza. Anak-anak mengamati kondisi tersebut, membandingkannya dengan gambar Gaza sebelum genosida, lalu mengajukan banyak pertanyaan kepada fasilitator tentang kehidupan anak-anak Palestina.
Anak-anak juga berdonasi. Mereka menyisihkan uang dan menaruhnya di plastik masing-masing, lalu menuliskan nama mereka pada plastik tersebut. Melalui kegiatan sederhana ini, mereka belajar menunjukkan kepedulian terhadap Palestina.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi sekolah yang bertujuan menumbuhkan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina. Fasilitator membahas sejarah penjajahan Palestina, memperkenalkan Palestina sebagai isu kemanusiaan dan kepercayaan, menjelaskan berbagai bentuk dukungan yang dapat dilakukan, serta mengenalkan aksi boikot.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tahira Alifah, ketua pelaksana, memandang pendidikan sejak usia dini sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan solidaritas Palestina. Menurutnya, kunjungan ke TK, SD, dan SMP menjadi ikhtiar untuk menumbuhkan generasi yang kelak melanjutkan kepedulian dan pembelaan terhadap Palestina.
“Ketika berkunjung ke sekolah-sekolah, ke TK, SD, SMP yang terbayang adalah anak-anak ini adalah calon-calon penerus yang akan sama-sama menggaungkan pembelaan terhadap Palestina seperti kakak-kakak yang di depan. Nanti ketika generasi sudah berganti, merekalah yang akan melanjutkan apa yang diperjuangkan oleh kakak-kakak yang sekarang,” ujarnya. [DW]



