PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan kemudian melahirkan pendekatan multi-omics, yaitu metode penelitian yang mengintegrasikan berbagai lapisan informasi biologis sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana tubuh bekerja.
Industri kecantikan global tengah memasuki era ketika inovasi tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan produk baru, tetapi juga oleh seberapa dalam perusahaan memahami manusia yang akan menggunakannya.
Di tengah berkembangnya science-backed beauty, riset menjadi fondasi untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga semakin relevan dengan karakteristik biologis dan kebutuhan konsumen.
Salah satu tantangan terbesar dalam riset kecantikan adalah menjelaskan mengapa dua orang yang menggunakan produk perawatan kulit yang sama dapat memperoleh hasil yang berbeda. Jawabannya ternyata tidak sesederhana faktor genetik.
Kondisi kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari genetik, metabolisme, paparan sinar ultraviolet, kelembapan, polusi, pola hidup, hingga proses biologis yang terus berubah sepanjang kehidupan.
Pendekatan ini kini semakin banyak dimanfaatkan untuk mendukung riset kesehatan dan kecantikan di berbagai negara.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, ParagonCorp memperkuat perjalanan risetnya melalui kolaborasi dengan Corpora Science guna mengembangkan kapabilitas penelitian multi-omics di Indonesia.
Baca juga: ParagonCorp Perkuat Riset Multi-Omics untuk Hadirkan Inovasi yang Semakin Relevan
Memahami Konsumen Lebih Utuh, Langkah ParagonCorp Perkuat Kapabilitas Riset Multi-Omics di Indonesia
Bagi ParagonCorp, langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang melalui advance research untuk membangun inovasi yang berangkat dari pemahaman ilmiah terhadap manusia.
Perjalanan tersebut dimulai pada 2021 ketika ParagonCorp menginisiasi penelitian genomik untuk memahami karakteristik biologis kulit masyarakat Indonesia.
Selama tiga tahun berikutnya, penelitian tersebut terus berkembang hingga menjadi salah satu landasan ilmiah dalam pengembangan Wardah Gel Moisturizer yang diluncurkan pada 2024.
Kini, ParagonCorp memasuki tahap berikutnya dengan memperluas pendekatan penelitian menuju multi-omics yang mencakup metabolomik, lipidomik, dan proteomik.
Jika genomik membantu memahami informasi pada tingkat genetik, multi-omics memungkinkan berbagai lapisan informasi biologis dipelajari secara terintegrasi sehingga hubungan antarmekanisme biologis dapat dipahami dengan lebih utuh.
Sederhananya, jika genomik membantu membaca satu halaman penting dari sebuah buku, maka multi-omics membantu membaca beberapa halaman sekaligus sehingga keseluruhan cerita dapat dipahami dengan lebih baik.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan bagi Indonesia. Sebagian besar referensi ilmiah mengenai kulit hingga saat ini masih berasal dari populasi non-tropis.
Padahal masyarakat Indonesia hidup di lingkungan dengan tingkat paparan sinar ultraviolet, kelembapan udara, temperatur, serta karakteristik biologis yang berbeda.
Penguatan riset berbasis populasi Indonesia menjadi penting agar inovasi yang dikembangkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus dapat memperkaya referensi ilmiah mengenai populasi tropis.
“Bagi kami, riset bukan sekadar cara menciptakan produk. Riset adalah cara memahami manusia. Dan kalau hari ini Paragon Corp dipercaya menjadi salah satu pemimpin di industri beauty Indonesia, kami percaya kami juga punya tanggung jawab untuk ikut mendorong kemajuan risetnya, agar semakin banyak inovasi yang lahir dari Indonesia untuk dunia. Dan saya percaya kalau Indonesia punya semua yang dibutuhkan untuk melahirkan riset kelas dunia,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp.
Menurut dr. Sari, tujuan pengembangan multi-omics bukan untuk mengelompokkan individu berdasarkan karakteristik biologisnya, melainkan untuk memahami keberagaman manusia secara lebih baik sehingga penelitian mampu menghasilkan wawasan yang lebih mendalam dan inovasi yang semakin tepat sasaran.
“Selama ini banyak inovasi dimulai dari pertanyaan bagaimana membuat produk yang lebih baik. Kami memilih memulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kami sudah cukup memahami manusia yang akan menggunakannya? Karena pemahaman itulah yang membuat inovasi menjadi benar-benar relevan,” lanjut dr. Sari.
Melalui kolaborasi dengan Corpora Science, ParagonCorp akan mengembangkan penelitian menggunakan berbagai teknologi dan alat canggih yang dapat mendukung pembacaan data multi-omics, yang saat ini masih jarang dimiliki oleh lembaga-lembaga riset di Indonesia.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan riset multi-omics, pemanfaatan fasilitas laboratorium, transfer pengetahuan dan keahlian, serta penyusunan publikasi ilmiah bersama.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset nasional melalui sinergi antara industri, lembaga riset, dan peneliti.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Direktur Operasional Corpora Science, Saptogiri, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam multi-omics bukan sekadar menghasilkan lebih banyak data, tetapi menghubungkan setiap lapisan informasi biologis agar dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan baru.
“Setiap lapisan data biologis memberikan perspektif yang berbeda mengenai kondisi tubuh manusia. Nilai terbesar multi-omics terletak pada kemampuan mengintegrasikan seluruh informasi tersebut sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. Proses tersebut membutuhkan metodologi yang kuat, teknologi yang tepat, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kapasitas riset sekaligus menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ujarnya.
Bagi ParagonCorp, riset merupakan investasi jangka panjang yang membangun fondasi inovasi. Setiap tahapan penelitian, mulai dari genomik hingga multi-omics, menjadi bagian dari proses memperdalam pemahaman terhadap manusia sebelum melahirkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan konsumen.
Ke depan, ParagonCorp akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra riset untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang mendukung inovasi berbasis sains.
Perusahaan meyakini bahwa masa depan industri kecantikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadirkan produk baru, tetapi juga oleh kemampuan membangun pemahaman yang semakin mendalam terhadap manusia.
Dengan semangat tersebut, ParagonCorp berharap dapat berkontribusi pada kemajuan ekosistem riset Indonesia sekaligus menghadirkan inovasi yang semakin relevan bagi masyarakat. [Din]



