BAGI masyarakat Jawa Barat, daun pohpohan mungkin bukan sesuatu yang asing. Daun beraroma khas ini cukup sering hadir sebagai lalapan bersama sambal dan lauk rumahan. Teksturnya yang renyah serta rasanya yang segar membuat pohpohan menjadi salah satu sayuran lokal yang masih digemari hingga sekarang.
Di balik penggunaannya sebagai lalapan, pohpohan atau Pilea trinervia Wight. ternyata mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang menarik perhatian peneliti. Lantas, apa saja potensi manfaatnya bagi kesehatan?
Baca Juga: Manis dan Menyegarkan, Ini Beragam Manfaat Buah Lengkeng untuk Kesehatan
Tak Sekadar Lalapan, Ini Manfaat Daun Pohpohan yang Menarik untuk Kesehatan
1. Mengandung senyawa antioksidan
Salah satu potensi pohpohan yang cukup banyak diteliti adalah aktivitas antioksidannya. Penelitian yang dilakukan peneliti dari Universitas Pancasila dan dipublikasikan dalam Pharmacy Education pada 2024 menyebutkan bahwa daun pohpohan mengandung flavonoid. Sejumlah senyawa yang dilaporkan antara lain quercetin, kaempferol, myricetin, luteolin, dan apigenin.
Senyawa antioksidan berperan membantu melindungi sel dari tekanan oksidatif akibat radikal bebas. Meski demikian, hasil penelitian mengenai aktivitas antioksidan pohpohan tidak otomatis berarti daun ini dapat mengobati penyakit tertentu.
2. Berpotensi membantu melawan aktivitas mikroba
Potensi lain yang menarik berasal dari penelitian terhadap ekstrak pohpohan. Studi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta menemukan bahwa ekstrak daun pohpohan menunjukkan aktivitas terhadap beberapa bakteri, terutama bakteri Gram positif. Namun, aktivitas tersebut bergantung pada jenis ekstrak dan kondisi penelitian.
Artinya, temuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai potensi bahan alami yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, bukan alasan untuk menggantikan obat atau terapi medis dengan daun pohpohan.
3. Menambah variasi sayuran dalam menu harian
Sebagai sayuran lokal, pohpohan dapat menjadi pilihan untuk memperkaya variasi makanan sehari-hari. Mengonsumsi beragam jenis sayuran merupakan bagian penting dari pola makan seimbang. Pohpohan dapat disantap sebagai lalapan setelah dicuci bersih atau diolah menjadi menu sederhana sesuai selera.
Keberadaan pohpohan sebagai sayuran lokal juga menarik dari sisi pangan. Penelitian dalam Jurnal Agronomi Indonesia menyebutkan bahwa pohpohan merupakan sayuran indigenous yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas sayuran.
4. Memiliki kandungan fenolik dan flavonoid
Penelitian mengenai pengolahan pohpohan menjadi teh herbal menunjukkan adanya kandungan total fenol dan flavonoid. Dalam penelitian tersebut, perlakuan pengeringan tertentu menghasilkan teh bubuk pohpohan dengan total fenol 8,65 mg GAE/g dan total flavonoid 1,65 mg QE/g.
Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan pohpohan menarik untuk terus diteliti sebagai sumber senyawa bioaktif dari tanaman pangan lokal.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat
Manfaat paling realistis dari daun pohpohan adalah menjadikannya salah satu pilihan sayuran dalam menu sehari-hari. Jangan melihatnya sebagai “obat segala penyakit”, tetapi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Jika dikonsumsi sebagai lalapan, pastikan daun dicuci menggunakan air mengalir dan berasal dari sumber yang bersih. Penelitian mengenai olahan minuman pohpohan juga menunjukkan pentingnya pengolahan yang tepat karena produk berbahan daun segar dapat memiliki risiko cemaran mikroba.
Pada akhirnya, daun pohpohan memiliki potensi yang cukup menarik, terutama karena kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan aktivitas antioksidannya. Namun, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan seberapa besar manfaat tersebut ketika pohpohan dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. [DW]




