• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 27 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Peran Amigdala pada Penderita Trauma

20/01/2026
in Healthy, Unggulan
Peran Amigdala pada Penderita Trauma

Peran Amigdala pada Penderita Trauma (foto: pixabay)

98
SHARES
752
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERAN amigdala pada penderita trauma. Dapat dikatakan, bahwa amigdala juga berfungsi sebagai pemberi isyarat rasa takut.

Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan menjelaskan mengenai amigdala dan kaitannya dengan trauma.

Sekelompok ahli –sebagaimana dikutip Goleman, menyatakan bahwa trauma adalah masuknya ingatan tentang keganasan yang menjadi fokus utama, seperti pukulan, tusukan pisau, atau tembakan senjata.

Ingatan merupakan pengalaman persepsi yang hebat terhadap penampakan.

Korban yang kadang diam, tiba-tiba histeria bila mendengar bunyi, atau bau mesiu, jeritan, muncratnya darah, ataupun pun terdengar sirene polisi dan ambulans.

Selain itu dinyatakan, gangguan psikologi akibat kejadian traumatik, pada dasarnya timbul karena terlalu mudahnya amigdala tergugah.

Chaplin menjelaskan bahwa amigdala adalah zat abu-abu yang terdapat dalam otak besar, fungsinya berhubungan dengan pengawalan tingkah laku agresif.

Selanjutnya, Goleman menyebutkan bahwa penderita trauma mengalami perubahan limbic yang terpusat pada amigdala, mempunyai lokus seruleus yang di dalamnya terdapat katekolamin yang mengandungi dua jenis bahan kimia yaitu: adrenalin dan noradrenalin.

Dua zat kimia ini berfungsi sebagai mobilisasi tubuh untuk menghadapi keadaan kecemasan (bertempur atau lari).

Baca Juga: Mengenal Pembajakan Emosi dan Cara Mengatasinya

Peran Amigdala pada Penderita Trauma

Untuk korban trauma, sistem pada amigdala sangat aktif sehingga membuat katekolamin melepaskan bahan kimia otak dengan dosis yang berlebihan untuk memberi respons situasi-situasi yang terkadang tidak berupa kecemasan atau tidak mengancam.

Apabila amigdala dihapuskan maka manusia akan pasif atau terlalu berani. Percobaan pernah dilakukan pada seekor monyet.

Pada dasarnya monyet sangat takut pada ular, akan tetapi ketika amigdalanya dirusak, monyet tidak takut lagi pada ular, malah menghampiri dan memegang ular tersebut, bahkan ia memakannya.

Dapat dikatakan bahwa amigdala juga berfungsi sebagai pemberi isyarat rasa takut.

Atau amigdala berperan sebagai pemberi isyarat tanda bahaya yang membuat manusia mengeluarkan respon pertahanan dirinya melalui mengelak atau melawan.

Apabila amigdala terlalu cepat tergugah, maka manusia menjadi terlalu waspada, penakut atau sangat agresif.

Sebaliknya, apabila amigdala terlalu lambat memberikan isyarat, manusia kehilangan sikap waspada, atau terlalu berani, yang pada akhirnya membawa kasus buruk yang dapat mencelakakannya.

Individu dalam keadaan normal mempunyai reaksi amigdala yang stabil –tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.

Berbeda dengan individu yang telah mengalami trauma akibat peristiwa yang sangat mengguncang dan menyakitkan, maka respon amigdala terlalu cepat tergugah dan memberikan isyarat tanda bahaya berlebihan.

Jadi, dengan kasus yang kecil saja akan dipersepsikan sebagai sesuatu yang mengancam.

Sebagai contoh kasus seorang tentera Amerika veteran perang Vitnam, walaupun perang telah lama berakhir, bayangan pahit yang terjadi dalam peperangan kerap menghantuinya.

Ia sering mengalami “flash back” oleh suatu perisitiwa yang mirip pada waktu perang.

Ketika ada seseorang yang membanting pintu yang sedikit keras, langsung saja ia merunduk dengan penuh ketakutan, dan tubuhnya langsung mengeluarkan keringat dingin.

Di sini, amigdalanya terlalu cepat tergugah oleh suatu momen yang mirip, sehingga suara dentuman pintu ia mentafsirkan sebagai suara letusan bom pada saat perang.

Ia memberikan respon menunduk sambil ketakutan dan keluar keringat dingin, karena merasakan seolah-olah letusan bom itu mengenainya.

Kasus ini sangat berbeda dengan individu normal. Ia akan memberi respon suara bantingan keras pintu dengan bertanya, ‘suara apa itu?’

Selanjutnya suara itu akan dicerna melalui pikiran dan akan meresponnya dengan melihat untuk memberi jawaban.[ind]

Bahan Bacaan

1. Jayne Leonard, What is Trauma? What to Know, https://www.medicalnewstoday. com, 3 Juni 2020
2. Kusmawati Hatta, Trauma dan Pemulihannya, Dakwah Ar-Raniry Press, Aceh, 2016

Tags: peran amigdala
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kebosanan dalam Pernikahan

Next Post

Pemkot Jaksel Imbau Warga Penyebaran Superflu pada Musim Hujan

Next Post
Pemkot Jaksel Imbau Warga Penyebaran Superflu pada Musim Hujan

Pemkot Jaksel Imbau Warga Penyebaran Superflu pada Musim Hujan

Hukum Zakat Berlian

Hukum Zakat Berlian

SAR Timika Pastikan Korban KM Putra Siantan telah Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

SAR Timika Pastikan Korban KM Putra Siantan telah Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2169 shares
    Share 868 Tweet 542
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    437 shares
    Share 175 Tweet 109
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    522 shares
    Share 209 Tweet 131
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8508 shares
    Share 3403 Tweet 2127
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3834 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4352 shares
    Share 1741 Tweet 1088
  • Resep Pesor Khas Betawi Pengganti Ketupat Lebaran

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1373 shares
    Share 549 Tweet 343
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga