BAGI penderita obesitas yang memiliki keluhan pada sendi, memilih olahraga yang aman bukan berarti harus berhenti bergerak.
Latihan dimulai dengan memperhatikan dua hal, yakni intensitas dan benturan pada sendi. Bagi penderita obesitas dengan keluhan sendi, mulailah dengan prinsip latihan intensitas rendah (low intensity) dan benturan rendah (low impact).
Menurutnya, impact dan intensity merupakan dua konsep yang berbeda. Pemahaman terhadap keduanya penting, agar latihan dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan keluhan pada sendi.
Impact berkaitan dengan besarnya hentakan atau benturan yang diterima lutut ketika tubuh bergerak. Sementara itu, intensity berkaitan dengan seberapa berat tubuh bekerja selama melakukan aktivitas fisik.
Baca juga: Serangan Jantung Mendadak saat Olahraga Bisa Terjadi pada Usia Muda
Olahraga yang Cocok untuk Penderita Obesitas
Dengan kata lain, low impact dan low intensity tidak merujuk pada hal yang sama. Pada penderita obesitas dengan keluhan sendi, keduanya perlu diperhatikan ketika menentukan bentuk latihan.
Pilih olahraga low-impact seperti berenang (fisioterapi akuatik) atau bersepeda menggunakan sepeda statis.
Sementara itu, intensitas menggambarkan tingkat kerja tubuh ketika berolahraga. Hal tersebut dapat dirasakan dari tingkat kelelahan, kerja pernapasan, hingga perubahan detak jantung.
Artinya, aktivitas dengan benturan rendah tetap perlu memiliki intensitas yang disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Pemilihan jenis olahraga dan tingkat intensitas latihan menjadi dua hal yang perlu diperhatikan secara terpisah.
Selain memperhatikan benturan pada sendi, latihan juga dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Olahraga kardio dapat digunakan untuk membantu pembakaran kalori.
Sementara itu, penderita osteoarthritis (OA) dapat melakukan latihan penguatan otot dengan menyasar kelompok otot besar. Otot paha bagian depan dan belakang, bokong, serta punggung dapat menjadi sasaran latihan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penguatan otot menjadi bagian dari latihan yang dapat dilakukan untuk mendukung aktivitas fisik pada penderita OA.
Namun, latihan tetap perlu dilakukan dengan gerakan yang benar dan beban yang disesuaikan secara bertahap. Latihan di pusat kebugaran juga dapat dilakukan oleh pasien OA lutut.
Hal yang perlu diperhatikan adalah teknik gerakan serta penyesuaian beban selama latihan. Berlatih di gym sebenarnya sangat aman bagi pasien OA lutut selama gerakannya benar dan beban (plate) yang digunakan disesuaikan secara bertahap.
Penyesuaian latihan dapat dilakukan dengan pengawasan instruktur profesional atau tenaga medis. Dengan begitu, latihan dapat disesuaikan secara bertahap dengan kemampuan masing-masing pasien. [Din]


