JAHE sudah lama dikenal sebagai salah satu tanaman rempah yang tidak hanya digunakan untuk menambah aroma dan rasa pada masakan, tetapi juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Di Indonesia sendiri, jahe cukup mudah ditemukan dan terdiri dari beberapa jenis yang populer, antara lain jahe merah, jahe putih atau jahe gajah, serta jahe emprit. Masing-masing memiliki karakteristik dan cita rasa yang berbeda.
Baca Juga: Waspadai 5 Makanan yang Bisa Memicu Gejala Asma pada Sebagian Orang
Manfaat Berbagai Jenis Jahe dan Khasiatnya untuk Kesehatan Tubuh
Berikut ini berbagai jenis jahe yang dikenal luas oleh masyarakat:
- Jahe Merah
Jahe merah dikenal memiliki rasa yang lebih pedas dan aroma yang cukup kuat dibandingkan jenis jahe lainnya. Bagian rimpangnya juga cenderung berwarna kemerahan. Jahe jenis ini sering digunakan sebagai bahan minuman tradisional karena sensasi hangatnya. Kandungan senyawa aktif seperti gingerol membuat jahe merah menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. - Jahe Putih atau Jahe Gajah
mempunyai ukuran rimpang yang lebih besar dengan rasa pedas yang relatif ringan. Karena rasanya tidak terlalu tajam, jenis ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan, minuman, maupun bahan olahan lainnya. Jahe putih dapat membantu memberikan rasa hangat pada tubuh dan kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada pencernaan. - Jahe Emprit
ukuran rimpangnya lebih kecil daripada jahe gajah. Rasanya lebih pedas dan aromanya cukup kuat sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan jamu dan minuman herbal. Seperti jenis jahe lainnya, jahe emprit mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat antioksidan.
Secara umum, jahe telah banyak diteliti karena potensinya dalam membantu mengatasi mual dan muntah, termasuk mual ringan. Jahe juga dapat membantu meredakan keluhan pencernaan tertentu karena sifatnya yang mendukung kerja saluran cerna. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi jahe juga berpotensi membantu mengurangi nyeri dan peradangan, meskipun manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang.
Menariknya, jahe tidak harus selalu dikonsumsi dalam bentuk jamu. Rimpang ini dapat ditambahkan ke dalam teh hangat, sup, tumisan, atau dibuat menjadi wedang jahe. Namun, konsumsi jahe tetap sebaiknya dalam jumlah wajar. Pada sebagian orang, terlalu banyak jahe dapat menyebabkan rasa panas di perut atau gangguan pencernaan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jadi, baik jahe merah, jahe putih, maupun jahe emprit sama-sama memiliki potensi manfaat bagi kesehatan. Yang terpenting bukan memilih jenis jahe yang dianggap paling hebat, melainkan menjadikannya bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. [DW]




