SEBLAK telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Perpaduan kerupuk yang kenyal, aneka topping seperti bakso, sosis, ceker ayam, hingga mi instan, ditambah kuah pedas yang kaya bumbu membuat makanan khas Jawa Barat ini sulit ditolak. Bahkan, tidak sedikit orang yang menjadikan seblak sebagai menu harian karena mudah ditemukan dengan harga yang relatif terjangkau.
Meski lezat, mengonsumsi seblak terlalu sering sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Di balik cita rasanya yang menggugah selera, beberapa bahan dalam seblak berpotensi meningkatkan asupan natrium atau garam yang berlebihan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Baca Juga: Kisah Teladan Khalidah binti Qais yang Menunjukkan Keteguhan Iman di Masa Rasulullah
Hobi Makan Seblak? Waspadai Kebiasaan Ini karena Bisa Memicu Kenaikan Tekanan Darah
Kandungan Garam yang Perlu Diwaspadai
Seblak umumnya dibuat dari berbagai bahan olahan seperti kerupuk, bakso, sosis, mi instan, serta aneka penyedap rasa. Hampir semua bahan tersebut mengandung natrium dalam jumlah yang cukup tinggi.
Selain berasal dari bumbu instan, natrium juga berasal dari saus, kecap asin, kaldu bubuk, hingga penyedap tambahan yang digunakan agar rasa seblak semakin gurih. Ketika semua bahan tersebut digabungkan dalam satu porsi, jumlah garam yang masuk ke tubuh bisa menjadi cukup besar.
Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari, atau setara dengan sekitar satu sendok teh. Konsumsi natrium yang melebihi kebutuhan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan pada pembuluh darah meningkat. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab hipertensi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mengapa Tekanan Darah Bisa Naik?
Saat kadar natrium di dalam tubuh terlalu tinggi, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan. Akibatnya, volume darah meningkat sehingga jantung harus memompa lebih kuat untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, tekanan darah dapat meningkat secara perlahan. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah mengalami komplikasi.
Tekanan darah tinggi yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kerusakan pembuluh darah.
Tidak Hanya Garam, Seblak Juga Tinggi Kalori
Selain natrium, seblak sering kali mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi, terutama jika menggunakan banyak makanan olahan atau digoreng terlebih dahulu.
Mi instan, sosis, bakso olahan, hingga kerupuk yang telah digoreng dapat menambah jumlah kalori dalam satu porsi. Bila dikonsumsi terlalu sering tanpa diimbangi aktivitas fisik, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan berat badan.
Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit metabolik lainnya.
Cara Menikmati Seblak dengan Lebih Sehat
Bukan berarti Anda harus berhenti menikmati seblak sama sekali. Kuncinya adalah mengatur frekuensi dan memilih bahan yang lebih sehat.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain mengurangi penggunaan bumbu instan, membatasi tambahan penyedap, serta memperbanyak sayuran seperti sawi, kol, atau jamur.
Pilih pula sumber protein yang lebih sehat, misalnya ayam tanpa kulit atau telur rebus, dibandingkan terlalu banyak sosis dan bakso olahan. Jika memungkinkan, kurangi penggunaan kerupuk dalam jumlah besar dan batasi tingkat kepedasan agar lambung tetap nyaman.
Jangan lupa memperbanyak konsumsi air putih setelah makan dan tetap menjaga pola makan seimbang setiap hari. [DW]





