JERAWAT merupakan masalah kulit yang sering dialami remaja maupun orang dewasa. Penyebabnya memang beragam, mulai dari perubahan hormon, stres, kebersihan kulit, hingga faktor genetik. Namun, pola makan juga dapat memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang.
Tidak semua makanan langsung menyebabkan jerawat, tetapi beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu peradangan atau meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga jerawat lebih mudah muncul. Jika Anda merasa jerawat sering kambuh, tidak ada salahnya mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Baca Juga: Rahasia Menggoreng Ayam Tepung agar Renyah di Luar dan Matang Sempurna di Dalam
5 Makanan Pemicu Jerawat yang Sebaiknya Dibatasi agar Kulit Lebih Terjaga
Berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dibatasi agar kesehatan kulit lebih terjaga.
1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Kue, permen, minuman bersoda, teh manis berlebihan, hingga dessert kekinian termasuk makanan dengan kandungan gula tinggi. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat merangsang produksi hormon yang meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat berpotensi muncul.
Bukan berarti harus berhenti total mengonsumsi makanan manis, tetapi cobalah mengurangi porsinya dan pilih sumber rasa manis yang lebih alami seperti buah.
2. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak
Bakwan, kentang goreng, ayam goreng tepung, dan berbagai makanan cepat saji memang menggugah selera. Namun, konsumsi gorengan terlalu sering dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak dan makanan ultra-proses berkaitan dengan meningkatnya risiko masalah kulit pada sebagian orang. Selain itu, makanan seperti ini umumnya juga tinggi kalori dan rendah serat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika ingin menikmati gorengan, usahakan tidak berlebihan dan imbangi dengan konsumsi sayur serta buah.
3. Produk Susu Berlebihan
Susu, es krim, dan beberapa produk olahan susu terkadang dikaitkan dengan munculnya jerawat pada sebagian individu. Mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga berkaitan dengan hormon dan faktor pertumbuhan yang terkandung dalam susu.
Perlu diingat, tidak semua orang akan mengalami jerawat setelah mengonsumsi susu. Namun, jika Anda merasa jerawat sering memburuk setelah banyak mengonsumsi produk susu, cobalah mengurangi porsinya dan lihat apakah kondisi kulit membaik.
4. Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi
Roti putih, nasi putih dalam jumlah berlebihan, sereal manis, dan makanan olahan berbahan tepung putih termasuk kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Makanan jenis ini dicerna lebih cepat sehingga dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih tinggi. Pada sebagian orang, hal tersebut diduga berkontribusi terhadap munculnya jerawat.
Sebagai alternatif, pilih karbohidrat yang lebih kaya serat seperti beras merah, oatmeal, ubi, atau roti gandum.
5. Makanan Cepat Saji
Burger, pizza, ayam goreng cepat saji, dan berbagai makanan ultra-proses sering mengandung kombinasi gula, lemak, garam, dan kalori yang tinggi.
Pola makan yang terlalu sering didominasi makanan cepat saji tidak hanya kurang baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang.
Kulit yang sehat umumnya didukung oleh pola makan yang seimbang, cukup air putih, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik. [DW]





